Warga Kangean Gelar Doa Bersama, Desak Pemerintah Hentikan Permanen Eksploitasi Migas

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan warga Kangean saat mengikuti istighasah penolakan terhadap aktivitas eksploitasi migas di alun-alun Arjasa, Kangean. (ISTIMEWA)

Ribuan warga Kangean saat mengikuti istighasah penolakan terhadap aktivitas eksploitasi migas di alun-alun Arjasa, Kangean. (ISTIMEWA)

KANGEAN || KLIKMADURA – Penolakan terhadap aktivitas eksplorasi migas di perairan Kangean terus membesar. Setelah PT Kangean Energi Indonesia (KEI) dan mitranya PT Gelombang Seismik Indonesia (GSI) menghentikan kegiatan survei sejak 12 November 2025 karena tekanan kuat dari masyarakat, warga Kepulauan Kangean kembali menyuarakan sikap tegas.

Gelombang penolakan ini dinilai sebagai akumulasi kekecewaan warga terhadap aktivitas perusahaan yang dianggap tidak transparan sejak awal kedatangan.

Berbagai regulasi juga disebut dilanggar, termasuk Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Direktur Pao Campa Institute, Miftahul Anam mengatajan, survei seismik yang menimbulkan dentuman setiap hari membuat nelayan takut melaut karena khawatir terjadi hal yang membahayakan. Warga juga menilai janji-janji perusahaan tidak logis dan tidak dapat dipercaya.

Baca juga :  Ratusan Nelayan Kangean Kembali Datangi Kapal Induk PT. KEI, Desak Segera Angkat Kaki!

Mereka mengungkit pengalaman Pulau Pagerungan Besar yang telah puluhan tahun menjadi lokasi eksploitasi migas, namun dinilai tidak menikmati manfaat berarti.

Infrastruktur, tingkat ekonomi, hingga layanan kesehatan disebut tidak mengalami perbaikan signifikan meski korporasi sudah lama beroperasi di sana.

Sebagai wujud penegasan sikap, masyarakat Kangean menggelar doa bersama di Alun-Alun Kecamatan Arjasa, Kamis (20/11/2025).

Kegiatan itu dimaknai sebagai permohonan keselamatan bagi tanah warisan leluhur serta bentuk kesiapsiagaan apabila perusahaan kembali mencoba beroperasi.

“Warga juga menyampaikan rasa syukur atas berhentinya aktivitas eksplorasi, sekaligus berharap perusahaan tidak kembali lagi,” katanya.

Baca juga :  Masyarakat Kangean Sebut KEI Sepakat Hentikan Seluruh Tahapan Tambang Migas, Jika Melanggar: Akan Diusir!

Miftahun Anam mengatakan, masyarakat tetap menuntut dihentikannya seluruh rencana eksplorasi dan eksploitasi migas di darat maupun laut Kangean secara permanen.

Mereka meminta pemerintah memastikan perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat sesuai perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2019.

Masyarakat juga mendesak Syahbandar Kangean agar tidak memberi izin bagi kapal-kapal yang terindikasi sebagai kapal survei seismik untuk berlabuh di perairan setempat.

Selain itu, mereka meminta Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk mengevaluasi seluruh rekomendasi serta izin eksplorasi migas di wilayah Kangean.

Baca juga :  Masuk RPJMD, Bukti Keseriusan Pemkab Pamekasan Dukung Pengeboran Migas Blok Paus Biru

Tuntutan serupa juga ditujukan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan agar melakukan pengawasan dan audit terhadap PT KEI yang berencana memproduksi migas di kawasan pulau kecil tersebut.

Menteri ESDM pun diminta memerintahkan SKK Migas menghentikan seluruh rencana aktivitas eksplorasi di perairan Kangean Dangkal.

“Harapan kami jelas: hentikan secara permanen. Biarkan masyarakat hidup tenang dan tenteram seperti semula,” tegas Miftahul Anam. (nda)

Berita Terkait

Alhamdulillah, Ribuan PPPK Paruh Waktu di Sumenep Bakal Terima THR Masing-masing Rp 300 Ribu
AC Kapal Express Bahari 9C Mati, Mudik Gratis Rute Kalianget–Kangean Diprotes Warga
Pegadaian Syariah Area Madura Berangkatkan Peserta Mudik Gratis ke Pulau Kangean
Ledakan Dahsyat Hancurkan Rumah Warga di Batu Putih, Polisi Dalami Dugaan Bahan Mercon
Tak Pasti Dapat THR, 5.224 PPPK Paruh Waktu di Sumenep Gigit Jari
Lakpesdam NU Sumenep Rumuskan Pengawalan Isu Lingkungan, Bahas Fosfat hingga Migas
PCNU Sumenep Teguhkan Komitmen Aswaja dan Perkuat Transformasi Organisasi
Di Rumah Penuh Kenangan Bersama Sang Ibu, Bang Bani Hadirkan Cahaya untuk 2.000 Anak Yatim

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 11:27 WIB

Alhamdulillah, Ribuan PPPK Paruh Waktu di Sumenep Bakal Terima THR Masing-masing Rp 300 Ribu

Minggu, 15 Maret 2026 - 03:43 WIB

AC Kapal Express Bahari 9C Mati, Mudik Gratis Rute Kalianget–Kangean Diprotes Warga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:04 WIB

Pegadaian Syariah Area Madura Berangkatkan Peserta Mudik Gratis ke Pulau Kangean

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:43 WIB

Ledakan Dahsyat Hancurkan Rumah Warga di Batu Putih, Polisi Dalami Dugaan Bahan Mercon

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:31 WIB

Tak Pasti Dapat THR, 5.224 PPPK Paruh Waktu di Sumenep Gigit Jari

Berita Terbaru

Pegawai BKPSDM Pamekasan berada di meja resipsionis. (ISTIMEWA)

Pamekasan

Jelang Nyepi dan Lebaran, ASN Pamekasan Mulai WFH

Senin, 16 Mar 2026 - 11:37 WIB