PAMEKASAN || KLIKMADURA – Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pamekasan tahun 2026 dipastikan bertambah. Jika sebelumnya hanya enam sekolah yang masuk program bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, kini jumlahnya direncanakan bertambah sebanyak 20 sekolah lagi.
Tambahan tersebut disampaikan langsung usai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melakukan komunikasi dan pendekatan dengan pemerintah pusat saat momentum puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jawa Timur 2026.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman mengatakan, awalnya hanya enam sekolah yang ditetapkan mendapatkan bantuan revitalisasi. Namun, pihak kementerian berkomitmen menambah jumlah sekolah penerima bantuan.
“Pak menteri sudah berjanji ada tambahan 20 gedung sekolah yang akan direvitalisasi,” katanya.
Menurut Kiai Kholil, salah satu sekolah yang menjadi perhatian serius yakni SDN Tamberu 2 Pamekasan. Hingga kini, para siswa di sekolah tersebut masih menjalani proses belajar mengajar di dalam tenda akibat kondisi gedung yang memprihatinkan.
“SDN Tamberu 2 menjadi salah satu yang kami perjuangkan karena kondisi siswanya masih belajar di tenda,” ujarnya.
Orang nomor satu di Pamekasan itu menilai, tambahan revitalisasi sekolah tersebut merupakan hasil dari pendekatan dan komunikasi intensif yang dilakukan Pemkab Pamekasan kepada pemerintah pusat.
Momentum Hardiknas 2026 di Pamekasan pun dimanfaatkan untuk menyampaikan langsung kebutuhan sejumlah sekolah yang membutuhkan perhatian dan perbaikan gedung.
Kiai Kholil menegaskan, pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara luas.
“Pendidikan bukan hanya proses belajar mengajar. Pendidikan adalah upaya menyempurnakan kehidupan manusia, dan hampir seluruh aspek kehidupan itu ditentukan oleh pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti memastikan pihaknya akan menambah titik revitalisasi sekolah di Kabupaten Pamekasan.
“Pak bupati menyampaikan saat ini baru enam sekolah yang ditetapkan. Nanti kami tambah menjadi 20 sekolah lagi,” tandasnya. (enk/nda)













