Bupati Fauzi Dorong Kuota 20 Persen Mahasiswa FK UTM untuk Putra-Putri Kepulauan Sumenep

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menerima cinderamata dari Rektor UTM Prof. Safi'. (KLIKMADURA)

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menerima cinderamata dari Rektor UTM Prof. Safi'. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat langkah untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

Salah satu upaya yang didorong Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo adalah membuka akses lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan kedokteran.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Fauzi saat menerima kunjungan dan silaturahmi jajaran Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Senin (22/6/2026).

Pertemuan itu menjadi ruang kolaborasi antara Pemkab Sumenep dan UTM dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Madura.

Bupati Fauzi mengapresiasi langkah UTM yang mendirikan Fakultas Kedokteran (FK) di Madura. Menurutnya, keberadaan FK UTM menjadi peluang besar untuk mencetak tenaga medis yang berasal dari daerah dan nantinya mengabdi kepada masyarakat setempat.

“Pemkab Sumenep menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah strategis UTM yang menghadirkan Fakultas Kedokteran di Madura,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Keris itu meminta UTM memberikan kuota khusus bagi putra-putri Sumenep dalam penerimaan mahasiswa jalur afirmasi.

Baca juga :  Peringati Hari Hipertensi Sedunia, Dinkes Pamekasan Ajak Masyarakat Cegah Penyakit Silent Killer

Kuota tersebut diharapkan dapat memprioritaskan calon mahasiswa dari wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

“Kami berharap putra-putri terbaik Sumenep memperoleh kesempatan lebih besar untuk menempuh pendidikan kedokteran di UTM,” harapnya.

Bupati Fauzi menilai, kebijakan afirmasi menjadi salah satu jalan penting untuk menjawab kebutuhan dokter di pulau-pulau kecil.

Sebab, Sumenep memiliki 126 pulau yang sebagian di antaranya masih membutuhkan penguatan layanan kesehatan dan ketersediaan tenaga medis berkualitas.

Langkah itu juga sejalan dengan komitmen Pemkab Sumenep dalam meningkatkan kualitas SDM melalui program beasiswa.

Pemkab berharap mahasiswa asal kepulauan yang memperoleh pendidikan kedokteran dapat kembali mengabdi dan memperkuat pelayanan kesehatan di daerah asalnya.

Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyampaikan, pendirian FK UTM merupakan bagian dari ikhtiar perguruan tinggi dalam menjawab persoalan rendahnya rasio dokter dibanding jumlah penduduk. Persoalan tersebut dinilai semakin terasa di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.

Baca juga :  Ratusan Bonsai Pukau Pengunjung Puncak Lanjari Sumenep

Menurutnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah memberikan arahan agar FK UTM menerapkan skema afirmasi bagi putra-putri asli Madura. Skema itu diarahkan agar lulusan kedokteran dapat kembali mengabdi di daerah asalnya.

“Kami berharap Pemkab Sumenep dapat memberikan rekomendasi bagi putra-putri daerah yang memiliki prestasi akademik, namun terkendala secara ekonomi,” harapnya.

Mantan Dekan Fakultas Hukum UTM itu juga menawarkan sejumlah peluang kerja sama dengan Pemkab Sumenep. Salah satunya, pengembangan SDM melalui program magister dan doktor berbasis pembelajaran daring.

UTM juga siap menjadi penyelenggara asesmen kompetensi aparatur di lingkungan Pemkab Sumenep. Selain itu, UTM menawarkan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dan Baghraf Health Care (BHC) untuk menjadi rumah sakit pendidikan jejaring FK UTM.

“Kami juga berharap adanya kerja sama lain, yaitu peningkatan dan pengembangan SDM,” imbuhnya.

Baca juga :  Belum Genap Satu Tahun, 50 PMI Ilegal Asal Sampang Dideportasi

Dekan Fakultas Kedokteran UTM Prof. Dr. dr. Sri Andarini menilai kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk mendorong pemerataan distribusi tenaga kesehatan di Madura. Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu membuka jalan bagi calon dokter dari daerah kepulauan.

Dia menyampaikan, calon mahasiswa yang belum berhasil melalui jalur UTBK masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi melalui jalur Computer Based Test (CBT).

FK UTM, kata dia, menyiapkan standar akademik yang setara dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

“Standar akademik yang kami siapkan setara dengan FK Universitas Brawijaya Malang,” bebernya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah menyebut kehadiran FK UTM menjadi angin segar bagi Pemkab Sumenep. Terutama dalam menyiapkan dokter-dokter yang berasal dari wilayah kepulauan.

“Kerja sama dengan UTM akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan,” tandasnya. (nda)

Berita Terkait

Hadapi Derasnya Arus Informasi, SMSI Sumenep Bekali Puluhan Guru Ilmu Jurnalistik
Temmo Kerrong, Merajut Sinergi Pariwisata Empat Kabupaten di Madura
Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru di Kangean Dilaporkan ke Polisi
Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal
Toko Kelontong Bangselok Kedapatan Simpan Puluhan Botol Miras, Satresnarkoba Sumenep Turun Tangan
Warga Temukan Mayat di Pinggir Pantai Pakandangan Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Peduli Lingkungan, Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Halaqah dan Deklarasi Lintas Sektor
PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 11:04 WIB

Hadapi Derasnya Arus Informasi, SMSI Sumenep Bekali Puluhan Guru Ilmu Jurnalistik

Sabtu, 26 September 2026 - 03:33 WIB

Temmo Kerrong, Merajut Sinergi Pariwisata Empat Kabupaten di Madura

Jumat, 25 September 2026 - 08:35 WIB

Diduga Cabuli Siswi, Oknum Guru di Kangean Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 24 September 2026 - 07:41 WIB

Sempat Hilang Dua Hari, Perempuan 62 Tahun Ditemukan Meninggal

Rabu, 23 September 2026 - 13:09 WIB

Toko Kelontong Bangselok Kedapatan Simpan Puluhan Botol Miras, Satresnarkoba Sumenep Turun Tangan

Berita Terbaru