Perjalanan Hidup Akhmad Ma’ruf, Dari Kuli Bangunan, Kernet Bus hingga Jadi Bos Perusahaan Berskala Internasional

- Jurnalis

Sabtu, 3 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Ketua Umum Saudagar Madura Akhmad Ma’ruf Maulana kini menjelma menjadi bos perusahaan besar berskala internasional.

Namun, siapa sangka, bos PT Wiraraja Industrial Park itu ternyata bukan lahir dari keluarga kaya. Dia lahir dari keluarga sederhana.

Ma’ruf lahir di Sumenep. Dia tumbuh dan besar di Kota Keris itu. Selama berada di kabupaten ujung timur pulau Madura, kondisi ekonomi Ma’ruf serba paspasan.

Akhirnya dia merantau. Bekerja serabutan untuk menyambung hidup. Ma’ruf juga pernah bekerja menjadi kuli bangunan. Dia juga pernah menjadi kernet bus blok M Ciputat dan cuci mobil demi memenuhi membiayai hidup.

Baca juga :  Realisasi PNBP Tembus 240 Persen, Kanim Pamekasan Buktikan Layanan Imigrasi Makin Dipercaya Publik

Meski diterpa musibah kekurangan ekonomi, Ma’ruf tidak pernah mengeluh. Dia juga tidak pernah putus asa dalam berjuang.

Akhirnya, Ma’ruf mencoba peruntungan dengan membuka usaha kecil-kecilan. Dari usaha itulah, kini Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau itu menjelma menjadi pengusaha besar.

Ma’ruf membangun PT Wiraraja Industrial Park. Kemudian, berkembang menjadi Wiraraja Group dengan berbagai jenis usaha yang dikembangkan.

“Alhamdulillah saat sekarang kami berhasil menggandeng pengusaha dari 8 negara untuk berinvestasi di Indonesia,” katanya.

Setelah sukses membangun usaha dan membuka lapangan pekerjaan di Kepulauan Riau, Ma’ruf memutuskan akan pulang dan mengabdi untuk Madura.

Baca juga :  DPC PBB Pamekasan Tarik Uang Jaminan Keseriusan Bacabup Rp 25 Juta

Dia saat sekarang mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar. Ma’ruf memilih bertarung di daerah pemilihan (dapil) Jatim XI yang meliputi empat kabupaten di Madura tempat kelahirannya.

Tujuan Ma’ruf ikut dalam kontestasi politik itu untuk mengabdikan diri kepada Madura. Dia ingin mewujudkan cita-cita para ulama dan para tokoh untuk menjadikan Madura sebagai provinsi.

Sebab, dengan menjadi provinsi, Madura akan lebih maju. Pelayanan pemerintah kepada masyarakat akan semakin dekat dan diyakini tidak akan ada ketimpangan dari berbagai sisi.

“Saya ingin mengabdi untuk Madura. Saya terjun ke dunia politik semata agar perjuangan saya membangun perekonomian Madura semakin mudah,” tandas pria yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Provinsi Kepulauan Riau itu. (diend)

Baca juga :  Kue dalam Keranjang?

Berita Terkait

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan
Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan
Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital
Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak
DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru
Praktik Renang Berujung Duka, Siswa SMAN 1 Ambunten Meninggal di Sungai Nangka
Pria 43 Tahun Diamankan Polsek Kangean, Diduga Cabuli Anak di Ruang Guru SD
Hadiri Kick Off Peringatan HSN 2026, Bupati Fauzi: Momentum Menghargai Perjuangan Para Syuhada

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Warga Pamolokan Sumenep Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Susun RDTR, Bupati Fauzi Tekankan Pentingnya Koordinasi dan Keselarasan Kepentingan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Bupati Fauzi Ajak Pelajar Sumenep Kritis Hadapi Banjir Informasi Digital

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Bupati Fauzi Turun Tangan Atasi Kekeringan, 1,2 Juta Liter Air Bersih Disalurkan kepada Warga Terdampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 03:55 WIB

DPMD Sumenep Pastikan Pilkades 2027 Digelar Dua Sistem, 246 Desa Siap Pilih Pemimpin Baru

Berita Terbaru