PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bulan suci Ramadan menjadi momentum penuh makna bagi Universitas Islam Madura (UIM). Kampus dengan julukan lima menara ilmu itu menggelar peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan istigasah serta santunan anak yatim.
Kegiatan yang digelar di mushola kampus setempat itu dihadiri Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, jajaran pimpinan, dosen, mahasiswa, serta seluruh civitas akademika UIM, Jumat (6/3/2026).
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipimpin KH. Muqri Fadhali, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin oleh K. Mahrus Syafi’i, serta tahlil yang dipimpin KH. Muhdhar Qorib.
Acara kemudian ditutup dengan doa oleh RK. Azril Ilham Sulthoni Ali, kemudian dilanjutkan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dan buka puasa bersama.
Rektor UIM, Dr. H. Ahmad mengatakan, peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan istigasah dan santunan anak yatim.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen UIM dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan kampus.
“Momentum Nuzulul Qur’an ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya civitas akademika UIM, agar Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dijadikan pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik dalam dunia akademik maupun kehidupan sosial,” katanya.
Ahmad mengatakan, kegiatan santunan anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial kampus terhadap masyarakat sekitar. Menurutnya, Ramadan harus dimaknai sebagai bulan untuk memperkuat solidaritas dan semangat berbagi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga UIM tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi umat,” ujarnya. (ibl/nda)














