Aktivis Lingkungan Slaman: Jangan Sampai Mangrove di Madura Tinggal Cerita! 

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Lingkungan, Slaman saat menyampaikan gagasan dan aspirasinya pada kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

Aktivis Lingkungan, Slaman saat menyampaikan gagasan dan aspirasinya pada kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kerusakan ekosistem mangrove di Madura mendapat perhatian serius dari kalangan pegiat lingkungan. Jika tidak segera ditangani secara tegas, dikhawatirkan keberadaan mangrove di wilayah tersebut hanya akan menjadi cerita bagi generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Slaman saat menjadi pemateri dalam kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Ballroom Azana Style Hotel Pamekasan, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, kondisi mangrove di Madura saat ini cukup memprihatinkan. Jika kerusakan tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat masyarakat hanya akan mendengar cerita bahwa Madura pernah memiliki hutan mangrove.

Baca juga :  Dapat Kucuran Program Penghapusan Miskin Ekstrem, 2.466 Warga Sampang Terima Bantuan Rp1,5 Juta

“Saya khawatir ke depan Madura hanya akan memiliki cerita bahwa di sini pernah ada mangrove. Jika persoalan ini terus dibiarkan, generasi berikutnya mungkin hanya akan mendengar kisahnya saja,” ujarnya.

Slaman mengakui pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mulai dari sosialisasi hingga edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Namun, menurut dia, persoalan sering kali terhenti ketika memasuki tahap penegakan hukum.

“Sering kali masalah lingkungan tersendat ketika sudah naik ke ranah penegakan hukum,” katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah tidak bosan mengawal berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, baik kerusakan di kawasan pesisir maupun di wilayah daratan.

Baca juga :  Langgar Aturan! Proyek Pokir Milik Anggota DPRD Pamekasan Diduga Dikerjakan di Luar Dapil

Ia juga menyinggung adanya skenario yang dimainkan pihak korporasi dalam beberapa kasus lingkungan. Kondisi tersebut, kata dia, kerap memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Awalnya masyarakat bersatu, tetapi kemudian menjadi terpecah karena ada skenario yang dimainkan oleh korporasi,” ungkapnya.

Padahal, menurut dia, dalam beberapa kasus status lahan sebenarnya sudah jelas. Namun, persoalan tetap berlarut-larut hingga memicu kebingungan di kalangan masyarakat.

Slaman menilai, keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan harus terlihat secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, terutama pada aspek penegakan hukum.

Baca juga :  Usai Ikuti BTS, SMAN 1 Galis Bakal Bikin Podcast Sekolah

“Kalau memang serius ingin menyelesaikan persoalan lingkungan, maka penanganannya harus konsisten dari awal hingga akhir,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Slaman juga mengajak para jurnalis untuk terus mengawal isu kerusakan lingkungan melalui pemberitaan di media.

“Untuk kawan-kawan jurnalis, jangan bosan. Setiap ada persoalan lingkungan, mari kita angkat ke media agar publik ikut mengawasi,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

Dua Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Dugaan Pengrusakan Segel TK ABA IV Pamekasan Terus Bergulir
Pembangunan Gedung D RSD Mohammad Noer Pamekasan Mulai Digarap, Target Rampung Tahun Ini
Lapas Narkotika Pamekasan Deteksi Dini TBC, 200 Warga Binaan Jalani Skrining
Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus
Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup
PKKMB Visioner 2026, Ratusan Mahasiswa Baru UIM Didorong Jadi Generasi Berilmu dan Beradab
Perda Pertanggungjawaban APBD Pamekasan Tahun 2025 Resmi Ditetapkan, Sejumlah Catatan Jadi Evaluasi
Harga Tembakau Turun, DPRD Pamekasan Ingatkan Pengusaha Soal BPP

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:14 WIB

Dua Saksi Diperiksa Polisi, Kasus Dugaan Pengrusakan Segel TK ABA IV Pamekasan Terus Bergulir

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Pembangunan Gedung D RSD Mohammad Noer Pamekasan Mulai Digarap, Target Rampung Tahun Ini

Rabu, 9 September 2026 - 13:42 WIB

Lapas Narkotika Pamekasan Deteksi Dini TBC, 200 Warga Binaan Jalani Skrining

Rabu, 9 September 2026 - 13:18 WIB

Raperda Pemdes Mulai Dibahas, DPRD Pamekasan Bentuk Pansus

Selasa, 8 September 2026 - 10:39 WIB

Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Baru, Rektor UIM Sebut Ilmu Tanpa Adab Tak Cukup

Berita Terbaru