Aktivis Lingkungan Slaman: Jangan Sampai Mangrove di Madura Tinggal Cerita! 

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis Lingkungan, Slaman saat menyampaikan gagasan dan aspirasinya pada kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

Aktivis Lingkungan, Slaman saat menyampaikan gagasan dan aspirasinya pada kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kerusakan ekosistem mangrove di Madura mendapat perhatian serius dari kalangan pegiat lingkungan. Jika tidak segera ditangani secara tegas, dikhawatirkan keberadaan mangrove di wilayah tersebut hanya akan menjadi cerita bagi generasi mendatang.

Hal itu disampaikan Slaman saat menjadi pemateri dalam kegiatan Tadarus Lingkungan yang digelar Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Ballroom Azana Style Hotel Pamekasan, Minggu (8/3/2026).

Menurut dia, kondisi mangrove di Madura saat ini cukup memprihatinkan. Jika kerusakan tersebut terus dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat masyarakat hanya akan mendengar cerita bahwa Madura pernah memiliki hutan mangrove.

Baca juga :  Diduga Selingkuhi Istri Orang, Pria 32 Tahun Asal Sokobanah, Sampang Tewas Bersimbah Darah di Pamekasan

“Saya khawatir ke depan Madura hanya akan memiliki cerita bahwa di sini pernah ada mangrove. Jika persoalan ini terus dibiarkan, generasi berikutnya mungkin hanya akan mendengar kisahnya saja,” ujarnya.

Slaman mengakui pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mulai dari sosialisasi hingga edukasi tentang pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

Namun, menurut dia, persoalan sering kali terhenti ketika memasuki tahap penegakan hukum.

“Sering kali masalah lingkungan tersendat ketika sudah naik ke ranah penegakan hukum,” katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah tidak bosan mengawal berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, baik kerusakan di kawasan pesisir maupun di wilayah daratan.

Baca juga :  Bacakan Pledoi, Terdakwa Kasus Kekerasan Terhadap ODGJ Menitiskan Air Mata

Ia juga menyinggung adanya skenario yang dimainkan pihak korporasi dalam beberapa kasus lingkungan. Kondisi tersebut, kata dia, kerap memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Awalnya masyarakat bersatu, tetapi kemudian menjadi terpecah karena ada skenario yang dimainkan oleh korporasi,” ungkapnya.

Padahal, menurut dia, dalam beberapa kasus status lahan sebenarnya sudah jelas. Namun, persoalan tetap berlarut-larut hingga memicu kebingungan di kalangan masyarakat.

Slaman menilai, keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan lingkungan harus terlihat secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, terutama pada aspek penegakan hukum.

Baca juga :  Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Optimal, BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Rutin Gelar Monitoring dan Evaluasi 

“Kalau memang serius ingin menyelesaikan persoalan lingkungan, maka penanganannya harus konsisten dari awal hingga akhir,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Slaman juga mengajak para jurnalis untuk terus mengawal isu kerusakan lingkungan melalui pemberitaan di media.

“Untuk kawan-kawan jurnalis, jangan bosan. Setiap ada persoalan lingkungan, mari kita angkat ke media agar publik ikut mengawasi,” pungkasnya. (nda)

Berita Terkait

UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
849 Mahasiswa Diwisuda, Rektor UNIRA Minta Para Sarjana Harus Berdampak bagi Masyarakat
Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan
HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi
Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim
Dishub Pamekasan Usulkan Rp 1,2 Miliar untuk Pengadaan PJU di Empat Titik
Investor Bisa Berpikir Ulang ke Pamekasan, HIPMI Buka Suara Soal Pembongkaran Indomaret

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 03:17 WIB

UNIRA Raih Hibah Program Kampus Berdampak Rp2 Miliar, Rektor Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, PCNU Pamekasan Apresiasi Penutupan Sejumlah Tempat Hiburan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:18 WIB

HSN 2026, PCNU Pamekasan Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Sarungan di Kampus, UIM Teguhkan Identitas Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Wajibkan Bahasa Madura Diajarkan di Sekolah, Disdikbud Pamekasan Raih Penghargaan dari Balai Bahasa Jatim

Berita Terbaru