Rektor UIM Soroti Krisis Lingkungan di Pamekasan, Dorong Edukasi dan Kolaborasi

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rektor Universitas Islam Madura (UIM), Dr. H. Ahmad (kiri) bersama Kepala Diskominfo Pamekasan, Muttaqin dalam acara Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

Rektor Universitas Islam Madura (UIM), Dr. H. Ahmad (kiri) bersama Kepala Diskominfo Pamekasan, Muttaqin dalam acara Tadarus Lingkungan yang digelar AJP di Ballroom Azana Style Hotel, Pamekasan. (DOK. KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Rektor Universitas Islam Madura (UIM), Dr. H. Ahmad memberikan perhatian serius terhadap persoalan lingkungan yang begitu memprihatinkan di Madura, khususnya di kabupaten Pamekasan. Mulai dari pembabatan hutan mangrove hingga maraknya aktivitas galian C.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) yang mengusung tema Tadarus Lingkungan, Menjaga Bumi Madura dan Independensi Pers, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, UIM secara kelembagaan memiliki komitmen kuat dalam isu-isu lingkungan hidup. Bahkan, UIM memiliki praktisi sekaligus akademisi mangrove, yaitu dr. Endang, yang selama ini aktif dalam kajian dan upaya pelestarian lingkungan pesisir.

Baca juga :  Gelar Seminar Internasional, UIM Hadirkan Habib Alwi Bin Abdullah Alaydrus dari Yaman

“Lingkungan menjadi perhatian serius kami, terutama mangrove yang memiliki fungsi vital bagi ekosistem. UIM tidak hanya mendukung secara akademik, tetapi juga melalui praktik langsung,” katanya.

Ahmad mengaku bahwa Komitmen UIM di bidang lingkungan sudah diakui Provinsi. Buktinya, baru-baru ini UIM menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur atas kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Pada kesempatan itu, ia juga membuka peluang kerja sama dengan Insan pres dalam mengawal serta mengedukasi publik terkait persoalan lingkungan di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.

“AJP bisa menjadi mitra strategis UIM dalam menyuarakan persoalan lingkungan. Edukasi publik sangat penting agar kesadaran masyarakat semakin tumbuh,” ujarnya.

Baca juga :  Membanggakan, Mahasiswa UIM Sabet Medali Emas Ajang OSSJ Tingkat Nasional

Tidak hanya persoalan mangrove, Ahmad turut menyoroti maraknya aktivitas galian C yang terjadi di sejumlah wilayah. Menurutnya, persoalan tersebut harus dikaji lebih mendalam dan ditangani secara hati-hati.

“Kondisi lingkungan di Pamekasan saat ini cukup miris. Pembabatan mangrove dan galian C terjadi di banyak titik. Masyarakat perlu diedukasi, yang paling penting adalah kesadaran dan kedisiplinan masyarakat terkait aturan lingkungan,” tandasnya. (ibl/nda)

Berita Terkait

Kepala Desa Tiga Kabupaten Adu Skill, PKDI Cup II 2026 Dihelat di SGMRP
Pererat Sinergi, BSN Silaturahmi dengan Mitra Haji dan KBIHU se-Kabupaten Pamekasan
Puluhan Warga Pamekasan Terjangkit HIV/AIDS, MUI Dorong Regulasi Khusus dan Gerakan Kolektif Pencegahan
Kejari Pamekasan Geledah Kantor Setda, Satu Boks Dokumen Proyek Jalan Diamankan
Ketua DPRD Pamekasan Dukung Kejari Usut Dugaan Korupsi Jalan Bulangan Barat
Survei Lahan SR Permanen Pamekasan Belum Final, Kementerian PUPR Minta Akses Jalan Diperlebar
Penggeledahan Kejari Menyasar Sejumlah Kantor Pemerintahan, Sekda Pamekasan Pastikan Pemkab Kooperatif
Usai Geledah Kantor Dinas PUPR, Kejari Pamekasan Lanjut Geledah Kantor Sekretariat Daerah

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Kepala Desa Tiga Kabupaten Adu Skill, PKDI Cup II 2026 Dihelat di SGMRP

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:32 WIB

Pererat Sinergi, BSN Silaturahmi dengan Mitra Haji dan KBIHU se-Kabupaten Pamekasan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:05 WIB

Puluhan Warga Pamekasan Terjangkit HIV/AIDS, MUI Dorong Regulasi Khusus dan Gerakan Kolektif Pencegahan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Ketua DPRD Pamekasan Dukung Kejari Usut Dugaan Korupsi Jalan Bulangan Barat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Survei Lahan SR Permanen Pamekasan Belum Final, Kementerian PUPR Minta Akses Jalan Diperlebar

Berita Terbaru