Dinkes Pamekasan Selidiki Kasus Kematian Ibu di PMB Kowel, Libatkan Sejumlah Pihak

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus kematian seorang ibu di Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kelurahan Kowel menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan.

Untuk mengusut peristiwa tersebut, Dinkes menghadirkan sejumlah pihak terkait guna dilakukan pengkajian menyeluruh.

Pihak yang dilibatkan antara lain bidan desa, tenaga dari puskesmas setempat, hingga perwakilan dari RSUD Smart Pamekasan. Langkah ini diambil untuk mengurai secara detail kronologi kejadian serta mencari substansi permasalahan.

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin, mengatakan bahwa pengkajian dilakukan secara internal dengan menghimpun keterangan dari berbagai pihak yang terlibat langsung.

Baca juga :  Usut Kasus Dugaan Korupsi Gebyar Batik Pamekasan, Polres Diminta Tidak Hanya Andalkan Hasil Audit Inspektorat

“Harusnya hari ini hasilnya dilaporkan ke saya, karena agenda saya full. Mungkin setelah ini,” ujarnya.

Namun demikian, hingga saat ini pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan terkait penyebab pasti kejadian tersebut. Ia meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hasil resmi dari proses pengkajian yang sedang berjalan.

“Belum bisa diputuskan. Kita tunggu hasil kajian internal dulu,” tegasnya.

Terkait operasional PMB di Kelurahan Kowel, dr. Saifudin memastikan bahwa layanan masih tetap berjalan seperti biasa. Hal itu karena belum ada keputusan final dari hasil evaluasi.

Baca juga :  Komisi IV DPRD Pamekasan Apresiasi Layanan Kesehatan RSIA Puri Bunda Madura

“Iya, tetap beroperasi. Karena belum diputuskan bagaimana hasilnya. Saya tidak berhak menutup, kalau misalnya nanti tidak bersalah bagaimana?” ungkapnya.

Ia juga memaparkan kronologi singkat kejadian tersebut. Awalnya, pasien mendapatkan penanganan di PMB Kowel sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Namun, diduga terjadi keterlambatan dalam proses rujukan sehingga kondisi pasien sudah memburuk saat tiba di rumah sakit.

“Pada situasi itu semua sudah berupaya maksimal, tapi memang tidak terselamatkan,” tandasnya.

Dinkes Pamekasan menegaskan bahwa proses pengkajian dilakukan secara objektif dan menyeluruh, guna memastikan setiap aspek pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar serta mencegah kejadian serupa terulang kembali. (enk/nda)

Baca juga :  Komisi II DPRD Pamekasan Sisir Penjual BBM, Pastikan Tidak Ada Permainan Takaran 

Berita Terkait

Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru
Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait
Sebulan Disegel, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terpaksa Belajar Daring
Klinik Kecantikan Elysia Estetika Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik di PEF 2026
Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang
Pagu SPMB SMA Negeri di Pamekasan Tetap, Tahun Ini Tersedia 56 Rombel
Ketua DPRD Apresiasi PKS Pantai Jumiang, Dorong Pemkab Lebih Kreatif Genjot PAD
Pantai Jumiang Dikelola Tanpa Dana APBD, Bupati Pamekasan Uji Komitmen Pengelola

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:01 WIB

Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:33 WIB

Klinik Kecantikan Elysia Estetika Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik di PEF 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:29 WIB

Pagu SPMB SMA Negeri di Pamekasan Tetap, Tahun Ini Tersedia 56 Rombel

Berita Terbaru