Mitos Turun-Temurun Terbantahkan! Dokter Mata RSUD SMART Tegaskan ASI Justru Picu Infeksi Mata Bayi

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Mata RSUD SMART Pamekasan, dr. Kurrotul Aini, Sp.M.

Dokter Spesialis Mata RSUD SMART Pamekasan, dr. Kurrotul Aini, Sp.M.

PAMEKASAN | KLIKMADURA – Beragam cara tradisional untuk mengatasi belekan pada bayi masih kerap dilakukan masyarakat hingga saat ini. Salah satunya dengan meneteskan air susu ibu (ASI) ke mata bayi.

Padahal, cara tersebut tidak dibenarkan secara medis dan justru berpotensi membahayakan kesehatan mata bayi.

Dokter Spesialis Mata RSUD SMART Pamekasan, dr. Kurrotul Aini, Sp.M, menegaskan bahwa pemberian ASI pada mata bayi yang mengalami belekan bukan tindakan yang tepat. Menurutnya, ASI tidak steril untuk penggunaan pada mata dan dapat memperparah infeksi.

“Meneteskan ASI ke mata bayi sangat tidak dianjurkan. Dikhawatirkan justru menambah infeksi, karena pH mata dan pH sistem pencernaan itu sangat berbeda,” jelas dr. Kurrotul Aini.

Baca juga :  Pembelian Obat di RSUD Waru Telan Anggaran Rp 2 Miliar

Ia menyarankan, apabila bayi mengalami belekan yang tidak kunjung sembuh, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke dokter spesialis mata agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, dr. Kurrotul Aini juga meluruskan sejumlah mitos yang masih berkembang di masyarakat, salah satunya anggapan bahwa penggunaan kacamata secara terus-menerus dapat menambah minus pada mata. Menurutnya, anggapan tersebut tidak benar.

“Penggunaan kacamata tidak akan membuat minus semakin bertambah. Justru kacamata dibutuhkan agar penglihatan lebih jelas dan mata tidak mudah lelah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penggunaan kacamata yang sesuai dapat mencegah terjadinya mata malas (ambliopia), terutama pada anak-anak maupun orang dengan gangguan refraksi.

Baca juga :  BRI Pamekasan Siapkan Tabungan Pendidikan untuk Juara VIC

Mitos lain yang juga diluruskan adalah anggapan bahwa sering menangis dapat merusak saraf mata. Dr. Kurrotul Aini menyebutkan, menangis tidak merusak saraf mata. Namun, kebiasaan mengucek mata saat menangis justru berisiko menyebabkan infeksi.

“Yang berbahaya itu jika mata sering digosok dengan tangan yang tidak steril. Itu bisa memicu infeksi pada mata,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala minimal enam bulan sekali. Selain itu, konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan antioksidan juga penting untuk menjaga kesehatan mata.

Baca juga :  Dinkes Pamekasan Pastikan Seluruh Dokumen Perizinan RSIA Puri Bunda Madura Lengkap

“Pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan mata sejak dini,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

SPPG As-Salman Minta Maaf, Menu MBG di SMAN 2 Pamekasan Siap Diganti
Rektor UIM Soroti Krisis Lingkungan di Pamekasan, Dorong Edukasi dan Kolaborasi
Aktivis Lingkungan Slaman: Jangan Sampai Mangrove di Madura Tinggal Cerita! 
Kerusakan Lingkungan di Madura Merajalela, KNPI Jatim Sebut Efek Ketamakan Manusia
Dapat Lele Mentah dan Lauk Ungkep, SMAN 2 Pamekasan Tolak Paket MBG dari SPPG Yayasan As-Salman Buddagan
Berlangsung Khidmat, Pengukuhan Pengurus AJP Periode 2025-2027 Angkat Isu Lingkungan dan Independensi Pers
Al-Banjari dan Muhadharah Darul Abror MAN 1 Pamekasan Bagi-Bagi 300 Bungkus Nasi Takjil
Musrenbang RKPD 2027, Bupati Pamekasan Tekankan SDM dan Ekonomi Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:51 WIB

SPPG As-Salman Minta Maaf, Menu MBG di SMAN 2 Pamekasan Siap Diganti

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:17 WIB

Rektor UIM Soroti Krisis Lingkungan di Pamekasan, Dorong Edukasi dan Kolaborasi

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:05 WIB

Aktivis Lingkungan Slaman: Jangan Sampai Mangrove di Madura Tinggal Cerita! 

Selasa, 10 Maret 2026 - 05:00 WIB

Kerusakan Lingkungan di Madura Merajalela, KNPI Jatim Sebut Efek Ketamakan Manusia

Senin, 9 Maret 2026 - 05:12 WIB

Berlangsung Khidmat, Pengukuhan Pengurus AJP Periode 2025-2027 Angkat Isu Lingkungan dan Independensi Pers

Berita Terbaru