Butuh Anggaran Total Rp 400 Miliar, RSU Mohammad Noer Ditarget Beroperasi Tahun 2025

- Jurnalis

Minggu, 20 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN, klikmadura.id Pambangunan gedung baru Rumah Sakit Umum (RSU) Mohammad Noer Pamekasan terus berlanjut. Megaproyek yang berlokasi di Desa Laden, Kecamatan Kota Pamekasan itu ditaksir butuh anggaran total Rp 400 miliar.

Direktur RSU Mohammad Noer Pamekasan Nono Ifantono mengatakan, pembangunan gedung baru itu dilakukan secara bertahap. Ditargetkan, pembangunan tuntas tahun depan dan bisa dioperasikan pada 2025 mendatang.

“Untuk tahun 2023 ini membangun pondasi dasar dan strukturnya. Tahun 2024 kami akan menganggarkan untuk bisa mengerjakan tahap penyelesaian sehingga tahun 2025 bisa beroperasi dan kami bisa mengurus izin operasionalnya,” ungkapnya.

Baca juga :  Penerimaan Pajak Tembus 95 Persen, KPP Pratama Pamekasan Optimistis Capai Target

Penyelesaian pembangunan itu bergantung pada ketersediaan anggaran. Mengingat, untuk sampai pada proses finishing, masih butuh tambahan anggaran sebesar Rp 300 miliar.

“Jika anggarannya tidak bisa dikucurkan sebesar itu, kemungkinan gedung baru RSU Mohammad Noer tidak akan beroperasi pada tahun 2025,” jelas Nono.

Dia berharap, Gubernur Khofifah bisa merealisasikan dengan cepat pembangunan itu. Mengingat, megaproyek tersebut merupakan bagian dari janji kampanyenya kepada masyarakat Madura untuk membangun rumah sakit rujukan kelas B di Pulau Garam.

“Tahun ini pembangunan strukturnya saja, semoga tahun 2024 bisa ada anggaran untuk penyelesaian keseluruhan fisik bangunan,” ujarnya.

Baca juga :  Tutup KPM di Kelurahan Bartim Pamekasan, Mahasiswa IAIN Madura Santuni Puluhan Anak Yatim

Pemenang tender proyek tersebut adalah PT Jaya Semanggi Engeenering dengan penawaran Rp 87 miliar.

“Bagian ini penting untuk dipahami, R 111 miliar yang tertera di papan informasi itu adalah keseluruhan pagu anggaran pondasi dasar. Untuk fisik bangunan kami anggarkan Rp 107 miliar, namun pemenang tender menawar Rp 87 miliar sekian. Jadi nilai bangunan fisik gedung itu bukan Rp 107 miliar tetapi Rp 87 miliar,” tandasnya. (zhrh/diend)

Berita Terkait

Pelapor Ketua PD Muhammadiyah Ditelpon Pria Ngaku Kasatreskrim Polres Pamekasan, Sebut Laporan Tak Bisa Diproses
RKPD Perubahan Belum Kelar, Pembahasan APBD-P 2026 Pamekasan Tertahan
Rumah Warga Desa Murtajih Pamekasan Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
PD Muhammadiyah Pamekasan Balas Laporan Polisi dengan Dumas, Tak Terima Disebut “Komplotan Mafia Tanah”
SDI Al-Munawwarah Pamekasan Gelar Pemilihan OSSDA, Siapkan Generasi Calon Pemimpin Bangsa
Buka Paksa Segel TK ABA IV, Ketua dan Wakil Ketua PD Muhammadiyah Dilaporkan ke Polres Pamekasan
250 Warga Binaan Lapas Narkotika Pamekasan Peringati Maulid Nabi, Jadi Momentum Perbaiki Diri
420 Pramuka Siaga Ramaikan Pesta Siaga Kwarran Galis 2026, Usung Semangat SIGAP

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Pelapor Ketua PD Muhammadiyah Ditelpon Pria Ngaku Kasatreskrim Polres Pamekasan, Sebut Laporan Tak Bisa Diproses

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:21 WIB

RKPD Perubahan Belum Kelar, Pembahasan APBD-P 2026 Pamekasan Tertahan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:37 WIB

Rumah Warga Desa Murtajih Pamekasan Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp50 Juta

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:58 WIB

PD Muhammadiyah Pamekasan Balas Laporan Polisi dengan Dumas, Tak Terima Disebut “Komplotan Mafia Tanah”

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:30 WIB

SDI Al-Munawwarah Pamekasan Gelar Pemilihan OSSDA, Siapkan Generasi Calon Pemimpin Bangsa

Berita Terbaru

Tumpukan deriken dan tabung gas LPG di salah satu Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Pulau/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

SUMENEP

Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 02:46 WIB