PAMEKASAN || KLIKMADURA — Pembangunan tahap dua Puskesmas Bulangan Haji (Bulhaj) Pamekasan mulai memasuki pengerjaan fisik setelah kontrak proyek ditandatangani pada Rabu (5/8/2026).
Namun, progres pekerjaan di lapangan menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan Klik Madura hingga Selasa (18/8/2026), belum terlihat aktivitas pembangunan yang signifikan di lokasi proyek tersebut.
Di area Puskesmas Bulangan Haji hanya tampak pagar seng yang mengelilingi bangunan. Sejumlah material seperti semen terlihat berada di dalam area proyek, tetapi tidak tampak pekerja maupun aktivitas pengerjaan fisik saat pantauan dilakukan.
Padahal, proyek pembangunan tahap dua tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp3,9 miliar dan menjadi bagian penting dalam peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifudin membantah jika proyek tersebut tidak berjalan. Ia memastikan pembangunan tahap dua Puskesmas Bulangan Haji tetap berlangsung dan terus dipantau oleh pihaknya.
“Kami selalu pantau setiap perkembangan pembangunan Puskesmas Bulangan Haji itu. Tidak boleh main-main,” tegas dr. Saifudin.
Menurut dia, kontraktor telah melakukan sejumlah persiapan setelah penandatanganan kontrak. Bahkan, pada Jumat (7/8/2026), pihak kontraktor disebut tengah melakukan persiapan untuk memulai pembangunan tahap kedua.
dr. Saifudin menegaskan Dinkes Pamekasan tidak akan tinggal diam apabila pelaksanaan proyek tersebut tidak berjalan sesuai ketentuan.
Pihaknya bahkan siap memberikan teguran kepada kontraktor apabila ditemukan persoalan dalam pengerjaan.
Ia menargetkan pembangunan tahap dua Puskesmas Bulangan Haji harus rampung pada Selasa (15/12/2026). Karena itu, monitoring terhadap progres pekerjaan akan dilakukan secara berkala.
“Semoga bisa selesai tepat waktu, kami pastikan semuanya berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
Sorotan terhadap pelaksanaan proyek tersebut juga datang dari DPRD Pamekasan. Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Romli meminta kontraktor asal Surabaya, CV Raya Ilmi, memastikan proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh dikerjakan secara sembarangan karena menyangkut pelayanan dasar masyarakat.
Ia mengatakan Komisi IV DPRD Pamekasan berencana turun langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan proyek secara faktual. Pengawasan dinilai penting agar progres pembangunan di lapangan benar-benar sesuai dengan laporan pelaksanaan proyek.
“Kami akan melakukan sidak secara berkala untuk memantau perkembangan di sana, apalagi ini anggarannya cukup fantastis,” terangnya.
Saedy menilai pengawasan diperlukan sejak awal agar persoalan dalam pengerjaan proyek dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Dengan begitu, pembangunan Puskesmas Bulangan Haji tidak hanya selesai sesuai batas waktu, tetapi juga memenuhi standar pekerjaan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Klik Madura telah berupaya menghubungi perwakilan CV Raya Ilmi, Arif, untuk meminta keterangan mengenai progres pembangunan tersebut.
Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan respons meski nomor telepon yang dihubungi dalam kondisi aktif.
Pembangunan tahap dua Puskesmas Bulangan Haji kini menjadi perhatian karena selain menggunakan anggaran mencapai Rp3,9 miliar, fasilitas tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. (enk/nda)














