Kenali Obesitas Bersama Dokter Puskesmas Pademawu Pamekasan, Gejalanya Sering Tak Disadari

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Umum Puskesmas Pademawu Pamekasan dr. Ahmad Kusairi, saat siniar dalam Program Bincang Kesehatan Klik Madura. (ISTIMEWA)

Dokter Umum Puskesmas Pademawu Pamekasan dr. Ahmad Kusairi, saat siniar dalam Program Bincang Kesehatan Klik Madura. (ISTIMEWA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Obesitas bukan sekadar persoalan berat badan, tetapi kondisi kelebihan lemak tubuh yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kondisi tersebut kerap berkembang tanpa disadari sehingga penting mengenali tanda-tanda awal dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

Dokter Umum Puskesmas Pademawu Pamekasan dr. Ahmad Kusairi mengatakan, obesitas terjadi ketika asupan kalori yang masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori yang dibakar melalui aktivitas sehari-hari. Ketidakseimbangan tersebut dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat serta kurangnya aktivitas fisik.

Menurutnya, gejala awal obesitas sering kali tidak langsung disadari karena tubuh masih melakukan proses kompensasi. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain mengorok saat tidur, tubuh terasa berat, mudah lelah, sering mengantuk, hingga mudah ngos-ngosan ketika beraktivitas.

Baca juga :  UPT Puskesmas Pademawu Lakukan Penyelidikan Epidemiologi Suspek Campak

“Itu masih ciri-ciri awal, makanya harus diperhatikan supaya tidak terlambat,” ungkap dr. Ahmad Kusairi saat podcast di kantor Klik Madura, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, penyebab obesitas tidak hanya berkaitan dengan pola makan, tetapi juga gaya hidup yang kurang sehat. Ketika asupan kalori lebih besar daripada energi yang dikeluarkan tubuh, kelebihan energi tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak di berbagai jaringan tubuh.

Kondisi obesitas yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Di antaranya osteoartritis, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, penyakit ginjal, hipertensi, hingga stroke.

Baca juga :  CV Firma Jaya Ditunjuk Jadi Konsultan Pengawasan Proyek Puskesmas Bulhaj

Karena itu, dr. Kusairi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik. Olahraga secara teratur serta pengaturan porsi makan menjadi bagian penting dalam upaya mencegah dan mengendalikan obesitas.

“Kalau olahraga itu bisa dimulai dengan jalan kaki cepat selama 30 menit, kemudian olahraga angkat beban dua kali seminggu. Bisa juga atur porsi makan, yaitu seperempat makanan pokok, seperempat lauk, dan setengah sayur serta buah,” terangnya.

Selain mengatur porsi makan, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan sarapan. Sarapan tetap penting, tetapi sebaiknya memilih makanan yang tinggi serat dan rendah kalori agar kebutuhan energi terpenuhi tanpa berlebihan.

Baca juga :  Berdampak dan Spektakuler, Klik Madura Bertekad Jadikan Gebyar Pendidikan Agenda Tahunan

dr. Kusairi juga menyampaikan batas konsumsi harian sejumlah zat yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan. Konsumsi gula maksimal empat sendok makan per hari, garam maksimal dua sendok teh per hari, sedangkan lemak maksimal dua sendok makan per hari.

Untuk mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini masalah kesehatan, Puskesmas Pademawu juga menjalankan sejumlah program pelayanan kepada masyarakat.

Di antaranya Cek Kesehatan Gratis (CKG), pelayanan jemput bola, penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan (ILP), serta Program Pos Kesehatan Keluarga (POSGA).

“Kami juga terus melakukan promosi kesehatan dan edukasi digital dengan memanfaatkan portal media serta jejaring media sosial,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres
Polisi Usut Pembongkaran Indomaret di Palengaan, Sejumlah Pihak Bakal Dipanggil
Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan
APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik
Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember
Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor
Lapas Narkotika Pamekasan Gandeng Puskesmas Teja Pantau Higienitas Makanan Warga Binaan
Ratusan Simpatisan Ponpes Bongkar Indomaret di Pamekasan Pakai Alat Berat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Sengketa Lahan TK ABA IV Pamekasan Berlanjut, Pelapor Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Penuhi Panggilan Polres

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Menyaksikan Kesenian Wayang Kulit Pamekasan: Satu-satunya di Madura, Ajarkan Falsafah Kehidupan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:01 WIB

APBD 2027 Mulai Dibahas, Ketua DPRD Pamekasan Sebut DAK Berpotensi Naik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Lima Tahun Buron, Pelaku Pembacokan Cakades Batubintang Ditangkap di Jember

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Cegah NAPZA pada Remaja, Dinkes Pamekasan Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

Berita Terbaru