Barang Berharga dan Uang Jutaan Rupiah Milik Keluarga Pasien Hilang, Dewan Sebut Kelalaian Pihak RSUD Smart

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 15 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus pencurian yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan jadi atensi DPRD Pamekasan.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Husairi langsung turun melakukan inspeksi mendadak ke rumah sakit pelat merah tersebut.

Hasilnya, dibenarkan adanya kehilangan barang berharga dan uang jutaan rupiah milik keluarga pasien asal Kabupaten Sumenep.

Ironisnya, kehilangan terasebut diduga akibat kelalaian pihak keamanan. Dengan demikian, Imam Husairi sangat menyayangkan dan meminta agar dilakukan evaluasi.

“Ternyata bener ada kehilangan, barang berharga milik keluarga pasien asal Kabupaten Sumenep berupa 4 ponsel dan uang tunai Rp 1,7 juta hilang dicuri maling,” katanya.

Baca juga :  Edy Gelora Soroti Fenomena Penyegelan Sekolah di Pamekasan: Siswa Jangan Jadi Korban!

Politisi PKB itu sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. Sebab, rumah sakit paling besar di Pamekasan itu sudah dilengkapi 120 CCTV di setiap sudut, tapu masih kecolongan.

“Jumlah CCTV ada 120, tapi di tempat kehilangan itu tidak ada, sangat disayangkan karena takut ada kejadian yang lebih parah lagi,” katanya.

Politisi asal dapil II Pamekasan itu meminta kepada pihak rumah sakit agar segera memasang CCTV di tempat kejadian pencurian tersebut. Bahkan, kamera pemantau itu wajib terpasang sepekan setelah kedatangannya.

“Dalam waktu satu minggu saya harus menerima laporan bahwa CCTV itu sudah ada, saya minta kepastian, agar supaya masyarakat yang datang kerumah sakit ini merasa nyaman dan aman,” katanya.

Baca juga :  Pertumbuhan Investasi Jatim Lampaui Target Nasional, Aliyadi Mustofa: Misi Dagang Ibu Gubernur Sukses

“DPRD tidak ingin rumah sakit ini menjadi tempat yang ditakuti masyarakat akibat kelalaian keamanan pengawasan dan tidak adanya CCTV,” tambahnya.

Wakil Direktur RSUD Smart Amir Camdani mengatakan, pihaknya sudah berusaha maksimal untuk mengatur dan menyediakan tempat penampungan barang berharga.

Amir memastikan permintaan pemasangan CCTV akan segera ditepati. Dalam waktu dekat akan segera pasang.

“Sebetulnya di tempat kejadian pencurian itu ada CCTV, karena ada pembongkaran dan ada material masuk jadi dibuka, dan tempat rawan yang potensi adanya pencurian lagi kami juga akan pasang,” tandasnya. (ibl/diend)

Baca juga :  Komitmen Beri Pelayanan Prima, RSIA Puri Bunda Madura Target Raih Akreditasi Paripurna

Berita Terkait

Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru
Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait
Sebulan Disegel, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terpaksa Belajar Daring
Klinik Kecantikan Elysia Estetika Raih Penghargaan Pelayanan Terbaik di PEF 2026
Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang
Pagu SPMB SMA Negeri di Pamekasan Tetap, Tahun Ini Tersedia 56 Rombel
Ketua DPRD Apresiasi PKS Pantai Jumiang, Dorong Pemkab Lebih Kreatif Genjot PAD
Pantai Jumiang Dikelola Tanpa Dana APBD, Bupati Pamekasan Uji Komitmen Pengelola

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:18 WIB

Polres Pamekasan Dalami Kasus Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara, Agendakan Periksa Sejumlah Guru

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:01 WIB

Ahli Waris Tegaskan Tanah TK ABA IV Tak Pernah Dijual, Siap Tempuh Jalur Hukum dan Laporkan Pihak Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:57 WIB

Sebulan Disegel, Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terpaksa Belajar Daring

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:00 WIB

Belum Punya Gedung Permanen, 30 Murid Baru Sekolah Rakyat Pamekasan Dititip di Sampang

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:29 WIB

Pagu SPMB SMA Negeri di Pamekasan Tetap, Tahun Ini Tersedia 56 Rombel

Berita Terbaru