PAMEKASAN || KLIKMADURA — Anggaran pengadaan buku untuk Perpustakaan Daerah Pamekasan tahun 2026 menyusut drastis. Jika pada 2025 anggaran yang disiapkan mencapai Rp198 juta, tahun ini nominalnya hanya Rp40 juta.
Penurunan anggaran tersebut diduga tidak lepas dari kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang turut berdampak terhadap kemampuan belanja pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DKP) Pamekasan, Munapik, mengatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat pengadaan buku tahun ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
“Selain memang anggaran di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kecil, yakni hanya Rp550 juta setelah dipotong rutin gaji ASN, PPPK full atau paruh waktu. Maka anggaran itu dibagi untuk sekretariat dan juga tiga bidang,” jelas Munapik.
Sebagai pembanding, pada 2025 pengadaan buku Perpustakaan Daerah Pamekasan mendapat anggaran Rp198 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli sebanyak 2.231 eksemplar dari 1.023 judul buku.
“Iya tahun kemarin ada, dan nilainya memang lebih tinggi dibanding tahun ini,” kata Munapik.
Meski anggaran pengadaan buku tahun ini telah tersedia, hingga kini dana Rp40 juta tersebut belum direalisasikan. DKP Pamekasan masih melakukan inventarisasi kebutuhan buku yang dinilai paling relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Inventarisasi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. Di antaranya usulan dari pengunjung, tema buku yang paling banyak dipinjam, hingga buku-buku yang masuk kategori best seller di pasaran.
Langkah tersebut dilakukan agar anggaran yang terbatas tetap dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Dengan demikian, buku yang dibeli bukan sekadar menambah koleksi, tetapi benar-benar dibutuhkan dan diminati pembaca.
Munapik memperkirakan pengadaan buku tersebut baru akan direalisasikan pada November mendatang.
“Belum dieksekusi memang, insyaallah November mendatang,” ujarnya.
Menurut Munapik, pengunjung Perpustakaan Daerah Pamekasan berasal dari berbagai kalangan. Namun, mayoritas merupakan pelajar, mahasiswa, serta kalangan anak muda.
Kondisi tersebut menunjukkan perpustakaan masih memiliki peran penting sebagai ruang literasi bagi masyarakat. Karena itu, meski anggaran pengadaan buku tahun ini mengalami penurunan, DKP Pamekasan berharap minat masyarakat untuk membaca tetap meningkat.
“Iya alhamdulillah tingkat literasi di Pamekasan bisa lebih baik. Semoga ke depannya bisa seperti itu,” pungkasnya. (enk/nda)














