Tim PKM IAIN Madura Paparkan Hasil Pemetaan Potensi Wilayah Menggunakan Teknologi Geospasial di Desa Tebul Timur

- Jurnalis

Minggu, 27 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim PKM IAIN Madura memaparkan hasil pemetaan potensi wilayah menggunakan teknologi geospasial di Balai Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Tim PKM IAIN Madura memaparkan hasil pemetaan potensi wilayah menggunakan teknologi geospasial di Balai Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berbasis Desa Mitra IAIN Madura yang diketuai Fithriyah Rahmawati menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Jumat (25/10/2024).

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Tebul Timur itu berjudul “Identifikasi Potensi Menuju Desa Mandiri melalui Pemanfaatan Teknologi Geospasial di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan,”.

Sejumlah warga hadir dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusias itu. Di antaranya, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan para pemuda.

Kepala Pusat Pengabdian LP2M IAIN Madura, Moch Cholid Wardi mengatakan, FGD tersebut bertujuan untuk memaparkan hasil PKM berupa pemetaan dengan teknologi geospasial dan hasil identifikasi potensi yang dimiliki Desa Tebul Timur.

Baca juga :  Groundbreaking Gedung SBSN Layanan Terpadu Akademik, Rektor IAIN Madura Komitmen Bawa Perubahan
Tim PKM IAIN Madura foto bersama perangkat Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan dan para tokoh masyarakat.

Kegiatan tersebut juga untuk menggali aspirasi dan kebutuhan masyarakat terkait pengembangan desa yang mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, tim pengabdian menjelaskan bagaimana teknologi geospasial dapat digunakan untuk memetakan wilayah dan mengidentifikasi potensi lokal, seperti pertanian, sumber daya alam, dan pariwisata,” terangnya.

Dijelaskan, pemanfaatan teknologi geospasial memungkinkan penyusunan data dan peta desa yang akurat sehingga desa dapat mengambil langkah-langkah strategis dalam perencanaan pembangunan.

Baca juga :  Renungan Suci, Kapolres Pamekasan Ajak Seluruh Elemen Jaga NKRI dan Jauhi Paham Radikalisme

“Dengan bantuan teknologi geospasial ini, kita dapat memiliki peta potensi yang lebih rinci dan dapat dijadikan landasan untuk pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Data pemetaan spasial partisipatif di Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Faraniena, selaku anggota tim pengabdian memaparkan hasil pemetaan di Desa Tebul Timur yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi geospasial.

Pemetaan tersebut berupa peta wilayah administratif, peta jaringan jalan, peta infrastruktur sektoral yang meliputi akses pendidikan, kesehatan, pemukiman dan sektor umum.

Panitia kemudian membuka sesi diskusi untuk menyampaikan masukan dan harapan dari masyarakat. Beberapa warga mengusulkan agar program tersebut fokus pada pemetaan lahan pertanian dan akses infrastruktur yang dinilai penting untuk menunjang kegiatan ekonomi lokal.

Baca juga :  Sejumlah Ketua PPS Dua Kali Mangkir dari Pemeriksaan, Bawaslu Pamekasan Diminta Tegas

Jamal, salah satu aparat desa mendukung penuh program yang dijalankan tim PKM IAIN Madura itu. Dia sangat mengapresiasi ide dan program pengabdian tersebut karena sangat bermanfaat untuk pengembangan desa.

“FGD ini sangat membantu kami dalam memahami potensi desa yang sebenarnya dan bagaimana teknologi bisa berperan penting dalam pengembangan desa kami. Kami siap mendukung dan berkolaborasi untuk menjadikan Desa Tebul Timur sebagai desa yang mandiri,” ujarnya.

FGD hasil pengabdian tersebut merupakan langkah terakhir dalam rangkaian PKM. Selanjutnya, tim pengabdian akan membukukan hasil pemetaan dalam bentuk Buku Profil Desa yang diharapkan dapat berkontribusi dalam proses pembangunan dan kemajuan desa berbasis data. (*/pen)

Berita Terkait

Daul Semut Ireng Gelorakan Musik Tradisional Khas Pamekasan, Gaungnya Sampai ke Istana Negara
Tak Terima Dituding Seperti Kaum Nabi Luth, Warga Pamekasan Tempuh Jalur Hukum
Kemenbud Tetapkan Musik Daul sebagai Warisan Budaya Takbenda Milik Pamekasan
Harga Tembakau Turun, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Pertanyakan Klaim Overstock Gudang
Razia Blok Hunian Lapas Narkotika Pamekasan, 13 Petugas dan 40 Warga Binaan Jalani Tes Urine
Pendapatan Naik Rp63,8 Miliar, Pemkab Pamekasan Ajukan Perubahan APBD 2026
Disdikbud Pamekasan Evaluasi Pengelolaan Dana BOS, Buntut Keluhan Wali Murid SDN Jambringin 2
Kemarau Panjang dan Sejumlah Desa Dilanda Kekeringan, Lapas Narkotika Pamekasan Gelar Shalat Istisqa

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 09:32 WIB

Daul Semut Ireng Gelorakan Musik Tradisional Khas Pamekasan, Gaungnya Sampai ke Istana Negara

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Tak Terima Dituding Seperti Kaum Nabi Luth, Warga Pamekasan Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 07:37 WIB

Harga Tembakau Turun, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Pertanyakan Klaim Overstock Gudang

Selasa, 22 September 2026 - 05:02 WIB

Razia Blok Hunian Lapas Narkotika Pamekasan, 13 Petugas dan 40 Warga Binaan Jalani Tes Urine

Senin, 21 September 2026 - 11:20 WIB

Pendapatan Naik Rp63,8 Miliar, Pemkab Pamekasan Ajukan Perubahan APBD 2026

Berita Terbaru