PAMEKASAN || KLIKMADURA – Universitas Islam Madura (UIM) terus memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Program tersebut diarahkan tidak hanya sebagai bentuk pengabdian akademik, tetapi juga sebagai ruang implementasi ilmu pengetahuan yang di dapatkan selama kuliah.
Wakil Rektor I UIM, Bidang Akademik, Kelembagaan, dan Sistem Informasi, Dr. Muhammad Subhan menyampaikan, keberagaman latar belakang keilmuan mahasiswa menjadi kekuatan utama dalam menjawab kebutuhan masyarakat desa.
“Ilmu yang didapatkan di kampus, baik dari Program Studi Teknik Informatika, Akuntansi, Fisika, dan program studi lainnya, harus bisa diimplementasikan di tengah masyarakat. Sehingga masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan ekonomi hingga digitalisasi,” katanya.
Kampus dengan julukan lima menara ilmu itu juga mendorong agar seluruh mahasiswa KKN dapat melahirkan karya ilmiah dari setiap program kerja yang dijalankan.
Tidak hanya itu, pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan nantinya harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat maupun bagi pengembangan Universitas.
“Semua mahasiswa yang mengikuti KKN diharapkan mampu melahirkan karya ilmiah. Setiap program kerja yang dilaksanakan di masyarakat harus berdampak langsung, sekaligus memberi kontribusi terhadap perkembangan Universitas Islam Madura,” ujarnya.
Subhan menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam melahirkan ide dan gagasan inovatif di tengah masyarakat. Mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk UMKM desa, serta mendorong percepatan layanan publik melalui digitalisasi.
“Mahasiswa dituntut menghadirkan ide dan gagasan, misalnya membantu peningkatan produk UMKM masyarakat desa, atau membuat website desa agar seluruh layanan desa dapat diakses dengan lebih mudah,” ucapnya.
Bagi mahasiswa jurusan pertanian, UIM berharap adanya terobosan di sektor agropertanian dengan pendekatan pertanian modern. Inovasi tersebut dinilai mampu untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Mahasiswa pertanian kami harapkan mampu membuat terobosan di sektor agropertanian dengan konsep bertani modern,” tandasnya. (ibl/nda).













