Akibat Ketimpangan Pembangunan dan Jauhnya Layanan Publik Dasar, Akademisi Dorong Pemekaran Kepulauan Kangean

- Jurnalis

Jumat, 10 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh akademisi asal Pulau Kangean, Mihosen. (KLIKMADURA)

Tokoh akademisi asal Pulau Kangean, Mihosen. (KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Wacana Madura menjadi provinsi kembali mencuat. Di tengah isu tersebut, muncul dorongan kuat agar Kepulauan Kangean berdiri sebagai kabupaten baru yang mandiri.

Gagasan itu disampaikan oleh tokoh akademisi asal Pulau Kangean, Mihosen. Pria yang juga kandidat doktor Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu menilai, Kangean sudah sangat layak menjadi daerah otonom baru.

Potensi alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang mumpuni dinilai menjadi modal kuat untuk kepulauan Kangean berdiri sendiri dan berpisah dari Kabupaten Sumenep.

“Kangean memiliki kekayaan alam luar biasa, terutama minyak dan gas bumi serta hasil laut yang melimpah. Namun, kondisi sosial masyarakatnya masih tertinggal jauh. Ini ironis,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

Baca juga :  Nelayan Asal Pulau Giligenting Ditemukan Tewas Mengambang di Laut Usai Belanja Sembako

Ia menilai, selama ini pembangunan di Sumenep cenderung berpusat di wilayah daratan. Sementara kepulauan, termasuk Kangean, hanya mendapat porsi kecil dari anggaran dan perhatian pemerintah. Akibatnya, ketimpangan pembangunan terus melebar.

“Akses jalan, pelabuhan, dan jaringan komunikasi masih terbatas. Bahkan, pelayanan pendidikan dan kesehatan pun jauh dari layak,” ungkapnya.

Mihosen mencontohkan, banyak warga Kangean yang harus menempuh perjalanan laut berjam-jam hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit daratan. Hal itu menggambarkan betapa jauhnya masyarakat kepulauan dari akses pelayanan publik dasar.

Baca juga :  BEM KM UTM Gelar Mimbar Bebas, Singgung Komersialisasi Pendidikan

“Untuk melahirkan saja sebagian warga harus menyeberang laut. Ini potret nyata ketidakadilan pembangunan,” tegasnya.

Padahal, lanjut dia, hasil kekayaan alam dari wilayah Kangean selama ini telah banyak menyumbang bagi daerah dan negara. Namun kesejahteraan masyarakatnya tak sebanding dengan kontribusi yang diberikan.

“Kangean kaya migas, tapi daerah Kepulauan masih dalam kondisi keterbatasan terutama dalam bidang infrastruktur pembangunan,” katanya.

Karena itu, ia menilai pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Kepulauan Kangean bukan sekadar ambisi politik. Tetapi, kebutuhan mendesak untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial.

Dengan menjadi kabupaten, pelayanan publik dapat didekatkan kepada masyarakat, pengelolaan potensi alam bisa lebih mandiri, dan peluang investasi dapat tumbuh lebih besar.

Baca juga :  Genjot Literasi, UTM Gandeng Andi Publisher Gelar Bazar Buku Murah

“Sudah saatnya Kangean berdiri sendiri sebagai kabupaten kepulauan. Jika Madura benar-benar menjadi provinsi, maka Kangean harus ikut berdiri sejajar, bukan sekadar penonton pembangunan,” pungkas Mihosen.

Sebagai informasi, Kepulauan Kangean terdiri atas lebih dari 60 pulau besar dan kecil di ujung timur Kabupaten Sumenep.

Selain kaya minyak dan gas bumi, wilayah ini juga memiliki potensi besar di sektor perikanan, pertanian, dan sumber daya manusia.

Namun hingga kini, akses transportasi, infrastruktur dasar, serta layanan publik di kawasan tersebut masih sangat terbatas dibandingkan wilayah daratan. (nda)

Berita Terkait

Nobar Film “Pesta Babi”, KOPRI PMII Sumenep Bongkar Dampak Investasi terhadap Lingkungan dan Ruang Hidup
Harkitnas ke-118 Jadi Momentum RSUD Sumenep Perkuat Pelayanan Kesehatan Humanis
Bupati Sumenep Ajak PCNU Bersinergi Atasi Kemiskinan dan Pengangguran
Tangkap Ikan Pakai Trawl dan Dituduh Rusak Rumpon, Nelayan Branta Tinggi Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 30 Juta
PCNU Sumenep Matangkan Arah Perjuangan Lima Tahun ke Depan Melalui Rapat Kerja
Ngopi Bareng Tiga Lembaga, PCNU Sumenep Matangkan Program Jelang Raker
Lakpesdam “Kongkow” Lintas Generasi, Arah Program Kerja Tunduk Pada Mandat Warga Nahdliyin
Pelayanan RSUD Moh. Anwar Sumenep Semakin Optimal, Pasien Beri Apresiasi

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:14 WIB

Nobar Film “Pesta Babi”, KOPRI PMII Sumenep Bongkar Dampak Investasi terhadap Lingkungan dan Ruang Hidup

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:38 WIB

Harkitnas ke-118 Jadi Momentum RSUD Sumenep Perkuat Pelayanan Kesehatan Humanis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:09 WIB

Bupati Sumenep Ajak PCNU Bersinergi Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:04 WIB

Tangkap Ikan Pakai Trawl dan Dituduh Rusak Rumpon, Nelayan Branta Tinggi Diminta Bayar Ganti Rugi Rp 30 Juta

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:35 WIB

PCNU Sumenep Matangkan Arah Perjuangan Lima Tahun ke Depan Melalui Rapat Kerja

Berita Terbaru