PAMEKASAN || KLIKMADURA – Seorang pemilik ladang tembakau di Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, dikejutkan dengan penemuan mayat laki-laki pada Selasa (27/10/2026) pagi. Awalnya, Nami (65) mengira jasad yang tergeletak di ladangnya itu hanyalah sebuah boneka.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat Nami sedang mencabut batang tembakau di ladangnya. Karena merasa khawatir dengan benda yang dilihatnya, perempuan berusia 65 tahun itu kemudian memanggil warga sekitar untuk memeriksanya.
“Saya kaget karena saya pikir itu boneka, jadi saya manggil masyarakat sekitar. Ternyata setelah dicek itu mayat laki-laki,” ungkap Nami.
Saat ditemukan, jasad tersebut mengenakan baju batik berwarna cokelat, sarung kotak-kotak merah, dan celana pendek. Kondisi kulit korban dilaporkan sudah menghitam dan mengering, tetapi penyebab serta waktu kematiannya belum dapat dipastikan hanya berdasarkan kondisi tersebut.
Nami memperkirakan jasad itu telah berada di ladangnya selama sekitar dua minggu. Perkiraan tersebut didasarkan pada pengakuannya bahwa ia sudah sekitar dua minggu tidak mendatangi ladang yang berada di kawasan perbukitan, sekitar satu kilometer dari rumahnya.
Sejumlah warga di sekitar lokasi juga mengaku sempat mencium aroma menyengat sekitar 15 hari sebelumnya. Namun, mereka mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan di sekitar aliran sungai sehingga tidak menaruh kecurigaan.
“Memang ada bau busuk menyengat. Kami di sekitar sini tidak ada kecurigaan perihal mayat itu, kami pikir hanya hewan mati di sungai,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Tim Identifikasi (Inafis) Polres Pamekasan kemudian melakukan identifikasi terhadap jasad yang ditemukan di ladang tersebut. Hingga informasi ini disusun, identitas korban dan penyebab kematiannya belum tercantum dalam keterangan yang tersedia. (enk/nda)














