Empat Desa Masuk Kandidat Lokasi Sekolah Rakyat Permanen di Pamekasan

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah siswa Sekolah Rakyat Pamekasan sedang belajar. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

Sejumlah siswa Sekolah Rakyat Pamekasan sedang belajar. (LAILIYATUN NURIYAH / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen sebagai bagian dari program nasional.

Saat ini, terdapat empat lokasi yang diajukan sebagai calon lahan pembangunan sekolah tersebut dan sedang menunggu penilaian dari pemerintah pusat.

Empat lokasi yang masuk dalam usulan tersebut masing-masing berada di Desa Campor dan Desa Rangperang Daja, Kecamatan Proppo, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, serta Desa Bicorong, Kecamatan Pakong.

Penentuan lokasi akhir nantinya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setelah dilakukan verifikasi berdasarkan berbagai persyaratan teknis yang telah ditetapkan.

Baca juga :  Diduga Main Serong dengan Honorer Satpol PP Pamekasan, Seorang Istri Dipolisikan Suami

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Lukman Hakim, mengatakan bahwa seluruh lokasi tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan dan evaluasi.

“Iya saat ini masih proses pengajuan untuk empat lokasi tersebut,” katanya.

Menurut Lukman, Pemkab Pamekasan menargetkan proses penentuan lahan dapat tuntas pada Juni 2026 atau paling lambat Juli mendatang.

Penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas pemerintah pusat tersebut.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat ditargetkan dapat dimulai pada 2027.

Baca juga :  UPT Puskesmas Pademawu Latih Kebugaran 80 Calon Jemaah Haji

Dengan demikian, siswa yang telah mengikuti kegiatan belajar sejak Tahun Akademik 2025/2026 dan 2026/2027, termasuk peserta didik baru tahun ajaran 2027/2028, diharapkan dapat menempati gedung permanen yang disiapkan pemerintah.

“Untuk urusan pembangunan dan anggarannya itu kewenangan pemerintah pusat. Mudah-mudahan lancar, tidak ada kendala lagi terkait lahan ini,” ujarnya.

Lukman menjelaskan, nantinya seluruh jenjang pendidikan Sekolah Rakyat akan dipusatkan dalam satu kawasan terpadu. Karena itu, kebutuhan lahan yang diajukan cukup luas, yakni minimal lima hektare dan idealnya mencapai delapan hektare.

Selain luas lahan, aspek lain yang menjadi perhatian adalah kondisi fisik tanah. Kontur dan karakteristik lahan harus memenuhi standar yang ditetapkan Kementerian PUPR agar layak dijadikan lokasi pembangunan fasilitas pendidikan berskala besar.

Baca juga :  Front One & Azana Style Hotel Madura Gelar Bukber Mitra Kerja, Pererat Silaturahmi dan Kenalkan Promo Ramadhan

Saat ini, fokus utama Pemkab Pamekasan adalah memastikan kesiapan lahan sebelum proses pembangunan memasuki tahap berikutnya.

“Iya kita fokus di lahan itu dulu di tahun 2026 ini karena memang kewajiban Pemkab untuk menyiapkan lahannya itu. Semoga lancar,” tandasnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri diharapkan menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pamekasan. (enk/nda)

Berita Terkait

Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas
SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa
Stok Beras Bulog Madura Naik 150 Persen, DPRD Pamekasan Ingatkan Ancaman Kemarau Panjang
Karya AJP Diapresiasi, Buku Pamekasan Mencari Identitas Masuk Agenda Kajian di Dies Natalis ke-60 UIN Madura
Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional
Front One dan Azana Style Hotel Madura Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Ramah Wisatawan Muslim
Benjolan di Selangkangan Bayi Jangan Diabaikan, Dokter RSUD SMART Ungkap Bahaya Hernia
RSUD Smart Pamekasan Ingin Kelola Parkir Sendiri, Pemkab Minta Fokus Tingkatkan Layanan

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 03:16 WIB

Data Kekeringan Pamekasan Belum Final, BPBD Prediksi Wilayah Terdampak Akibat El Nino Meluas

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:37 WIB

SMP Negeri di Pamekasan Sepi Peminat, 32 Sekolah Tak Penuhi Kuota Siswa

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:21 WIB

Stok Beras Bulog Madura Naik 150 Persen, DPRD Pamekasan Ingatkan Ancaman Kemarau Panjang

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:33 WIB

Siswi SDI Al-Mujtama’ Kontingen Pamekasan Raih Medali Emas, Wakili Jatim Berlaga di O2SN Nasional

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:12 WIB

Front One dan Azana Style Hotel Madura Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Ramah Wisatawan Muslim

Berita Terbaru