Fraksi Gelora Perjuangan DPRD Pamekasan Dorong APBD Perubahan 2026 Lebih Tepat Sasaran

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekertaris Fraksi Gelora Perjuangan, Nadi Mulyadi, saat menyampaikan pandangan umum fraksi pada rapat paripurna beberapa waktu lalu. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Sekertaris Fraksi Gelora Perjuangan, Nadi Mulyadi, saat menyampaikan pandangan umum fraksi pada rapat paripurna beberapa waktu lalu. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Fraksi Gelora Perjuangan DPRD Pamekasan menyampaikan pandangan umum terhadap Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Pamekasan Tahun Anggaran 2026.

Sekertaris Fraksi Gelora Perjuangan, Nadi Mulyadi menyampaikan bahwa perubahan APBD tidak boleh hanya dimaknai sebagai penyesuaian angka anggaran. Menurutnya, perubahan anggaran harus mampu meningkatkan pelayanan publik, melindungi kepentingan masyarakat, sekaligus menjaga kondisi fiskal daerah.

“Perubahan APBD harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menyesuaikan struktur anggaran,” kata Nadi saat penyampaian pandangan umum fraksi.

Politikus dari partai besutan Megawati itu menjelaskan, dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah meningkat sekitar Rp63,83 miliar, dari Rp1,846 triliun menjadi Rp1,910 triliun. Sementara belanja daerah turun sekitar Rp21,30 miliar, sehingga defisit berkurang dari Rp175,68 miliar menjadi Rp90,55 miliar.

Baca juga :  ARCI "Tampar" Korporasi Perusak Lingkungan dengan Tanam 15 Ribu Bibit Mangrove

“Penurunan belanja dan defisit perlu kita apresiasi. Namun, pemerintah daerah tetap harus memastikan penyesuaian tersebut tidak berdampak pada berkurangnya pelayanan dasar maupun hak masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain, Nadi juga menyoroti sektor pendidikan. Fraksi meminta tambahan anggaran benar-benar menyasar kebutuhan mendesak, seperti rehabilitasi ruang kelas, sanitasi, air bersih, fasilitas inklusif, serta sarana pembelajaran.

Fraksi Gelora Perjuangan juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap anggaran kesehatan, transfer desa, belanja modal, dan penggunaan SiLPA.

“Ukuran keberhasilan perubahan APBD bukan hanya tingkat serapan anggaran, tetapi peningkatan kualitas layanan dan manfaat yang dirasakan masyarakat,” tandasnya. (ibl/nda).

Baca juga :  Tim Peneliti BRIN Berkunjung ke Redaksi Klik Madura, Bahas Dinamika Politik Pasca Pemilu dan Jelang Pilkada 2024

Berita Terkait

Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan Diperiksa Polisi, Terseret Dugaan Pencemaran Nama Baik
Daul Semut Ireng Gelorakan Musik Tradisional Khas Pamekasan, Gaungnya Sampai ke Istana Negara
Tak Terima Dituding Seperti Kaum Nabi Luth, Warga Pamekasan Tempuh Jalur Hukum
Kemenbud Tetapkan Musik Daul sebagai Warisan Budaya Takbenda Milik Pamekasan
Harga Tembakau Turun, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Pertanyakan Klaim Overstock Gudang
Razia Blok Hunian Lapas Narkotika Pamekasan, 13 Petugas dan 40 Warga Binaan Jalani Tes Urine
Pendapatan Naik Rp63,8 Miliar, Pemkab Pamekasan Ajukan Perubahan APBD 2026
Disdikbud Pamekasan Evaluasi Pengelolaan Dana BOS, Buntut Keluhan Wali Murid SDN Jambringin 2

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 08:39 WIB

Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan Diperiksa Polisi, Terseret Dugaan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 23 September 2026 - 08:33 WIB

Fraksi Gelora Perjuangan DPRD Pamekasan Dorong APBD Perubahan 2026 Lebih Tepat Sasaran

Selasa, 22 September 2026 - 09:32 WIB

Daul Semut Ireng Gelorakan Musik Tradisional Khas Pamekasan, Gaungnya Sampai ke Istana Negara

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Tak Terima Dituding Seperti Kaum Nabi Luth, Warga Pamekasan Tempuh Jalur Hukum

Selasa, 22 September 2026 - 08:03 WIB

Kemenbud Tetapkan Musik Daul sebagai Warisan Budaya Takbenda Milik Pamekasan

Berita Terbaru