Serapan Tembakau Sampang Masih Minim, Petani Cemas Harga Jatuh

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan temabakau di Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

Lahan temabakau di Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang. (ALI MUCHTAR / KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Musim panen tembakau di sejumlah wilayah Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, belum diikuti ramainya aktivitas tengkulak.

Kondisi tersebut membuat sebagian petani mulai cemas, terutama mereka yang mengandalkan penjualan daun tembakau dalam kondisi mentah langsung dari lahan.

Di sejumlah desa, petani mengaku masih minim pembeli yang datang ke areal pertanian. Padahal, tanaman tembakau mulai memasuki ukuran yang biasanya menjadi waktu bagi tengkulak dari Pamekasan maupun daerah lain untuk mencari hasil panen.

Bagi petani yang terbiasa menjual tembakau tanpa melalui proses pengeringan, waktu menjadi salah satu faktor penting. Daun yang semakin tua berpotensi mengalami penurunan harga, terlebih apabila tanaman terkena hujan sebelum terserap pasar.

Baca juga :  Proses Sortir dan Packing Logistik Pemilu 2024 di Sampang Diprediksi Selesai Lebih Awal

Wasil, warga Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang, mengatakan sepinya tengkulak bukan hanya terjadi tahun ini. Kondisi serupa, kata dia, juga dirasakan sejak musim sebelumnya.

“Biasanya kalau ukuran tembakau sudah segini banyak tengkulak dari Pamekasan atau daerah lain yang datang mencari tembakau, tapi dari tahun kemarin tengkulak sepi,” ujar Wasil.

Menurutnya, keterlambatan pembeli membuat petani berada dalam posisi sulit. Tanaman yang terlalu lama dibiarkan di lahan berisiko mengalami penurunan nilai jual, sementara biaya produksi sudah lebih dahulu dikeluarkan.

“Kalau semakin tua nanti harga makin turun dan akhirnya harus dijual rugi, padahal untuk modal menanam saja banyak warga yang masih berhutang,” tambahnya.

Baca juga :  Tak Disuplai Anggaran, Jogging Track Ekowisata Mangrove Lembung Dibiarkan Rapuh dan Membahayakan

Kekhawatiran serupa disampaikan Mudani, warga lainnya. Pengalaman musim sebelumnya masih membekas ketika tengkulak baru datang saat kondisi tembakau sudah terlalu tua.

Mudani menyebut biaya yang dikeluarkan petani untuk menggarap satu petak tembakau dapat mencapai Rp5 juta hingga Rp6 juta. Namun, minimnya serapan membuat hasil penjualan pada musim sebelumnya tidak mampu menutup biaya produksi tersebut.

“Tahun kemarin dalam satu petak saya bisa habis Rp5 sampai Rp6 juta, tapi karena sepi tengkulak jadi harus dijual rugi. Bahkan dalam satu petak hanya bisa dijual Rp1,5 juta, bahkan ada yang tidak sampai satu juta satu petak,” kata Mudani.

Baca juga :  Ditabrak Dump Truk, Sepeda Motor Ringsek, Pengemudi Luka Parah

Kondisi tersebut membuat sebagian petani kini memilih menunggu kepastian pembeli sembari memantau perkembangan tanaman di lahan. Semakin lama tembakau tertahan, semakin besar kekhawatiran terhadap kualitas dan harga jual hasil panen.

Bagi petani yang menggantungkan pendapatan dari satu musim tanam, hasil penjualan tembakau bukan sekadar soal keuntungan. Pendapatan dari panen juga menjadi sumber untuk menutup biaya produksi dan kewajiban modal yang telah dikeluarkan selama masa tanam. (ali/nda)

Berita Terkait

Molor Hampir 4 Jam, Rapat Paripurna DPRD Sampang Hanya Dihadiri 24 Anggota
Cegah Pelanggaran Prajurit, Kodim 0828/Sampang Perkuat Kesadaran Hukum Personel
Kejari Sampang Tahan Bendahara RSUD Mohammad Zyn Atas Dugaan Korupsi Dana BLUD
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Desak Ada Tersangka Baru, Kajari Sampang Buka Peluang Penambahan
Tak Hanya Dugaan Penggelapan, Bripka W Juga Dilaporkan ke Paminal Polres Sampang Terkait Permintaan Uang
Diduga Ada Manipulasi LPDH, 26 SPPG di Sampang Terancam Disetop BGN
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolres Sampang Tantang Generasi Muda Beraksi Nyata
Tiga Lapak di Pasar Tambelangan Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:31 WIB

Molor Hampir 4 Jam, Rapat Paripurna DPRD Sampang Hanya Dihadiri 24 Anggota

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Cegah Pelanggaran Prajurit, Kodim 0828/Sampang Perkuat Kesadaran Hukum Personel

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Kejari Sampang Tahan Bendahara RSUD Mohammad Zyn Atas Dugaan Korupsi Dana BLUD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Kuasa Hukum Eks Kadisdik Desak Ada Tersangka Baru, Kajari Sampang Buka Peluang Penambahan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:48 WIB

Tak Hanya Dugaan Penggelapan, Bripka W Juga Dilaporkan ke Paminal Polres Sampang Terkait Permintaan Uang

Berita Terbaru