SAMPANG || KLIKMADURA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Polres Sampang tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Momentum tersebut dimanfaatkan Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto untuk memperkuat silaturahmi dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan Coffee Morning.
Insan media, LSM, mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, hingga komunitas ojek online (ojol) hadir dalam forum tersebut. Mereka duduk bersama jajaran Polres Sampang membahas berbagai persoalan keamanan serta dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto mengatakan, Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW, termasuk dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama.
Menurutnya, nilai tersebut sangat relevan dengan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang memiliki latar belakang, kepentingan, serta sudut pandang berbeda.
“Kamtibmas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi, komunikasi, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat agar berbagai persoalan dapat kita cegah dan selesaikan bersama,” ujar Anang.
Ia menilai, menjaga keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kepolisian. Masyarakat memiliki peran penting karena bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masing-masing.
Karena itu, forum Coffee Morning dinilai penting sebagai ruang komunikasi antara polisi dan masyarakat. Komunikasi tersebut tidak hanya dibangun ketika terjadi persoalan, tetapi juga harus dilakukan saat situasi masih aman dan kondusif.
Anang memberikan apresiasi kepada insan media, LSM, mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, dan komunitas ojol yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Sampang.
Menurutnya, masing-masing kelompok memiliki peran dan akses berbeda terhadap masyarakat. Perbedaan tersebut justru dapat menjadi kekuatan apabila dibangun melalui komunikasi yang sehat.
“Mari kita bangun komunikasi yang baik. Jika ada persoalan di lapangan, mari kita dudukkan bersama dan cari solusi terbaik. Jangan sampai perbedaan menjadi sumber perpecahan, tetapi jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun Sampang yang lebih baik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyoroti peran media dalam menjaga suasana masyarakat. Menurutnya, media memiliki pengaruh besar dalam membentuk cara masyarakat melihat sebuah persoalan.
Kecepatan dalam menyampaikan informasi, kata dia, harus tetap diimbangi dengan ketelitian dan verifikasi. Media tidak hanya bertugas menyampaikan peristiwa, tetapi juga membantu masyarakat memahami persoalan secara utuh.
Ia berharap pemberitaan yang disajikan tetap objektif dan edukatif serta tidak mudah terseret informasi yang belum terverifikasi.
Hal itu penting mengingat arus informasi di tengah masyarakat semakin cepat. Informasi yang belum jelas kebenarannya dapat dengan mudah menyebar dan memunculkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Selain media, Anang juga menilai keberadaan Sabuk Kamtibmas dan komunitas ojol memiliki posisi strategis. Aktivitas mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat membuat kedua kelompok tersebut memiliki peluang mengetahui kondisi di lapangan lebih awal.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing. Jika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas, masyarakat diharapkan tidak bersikap pasif.
Namun, informasi yang diterima tetap harus disikapi secara bijak. Masyarakat diminta tidak langsung menganggap setiap informasi yang beredar sebagai sebuah fakta sebelum dilakukan pengecekan.
Menurut Anang, penyelesaian persoalan tidak harus menunggu masalah menjadi besar. Komunikasi yang terbuka dapat menjadi jalan untuk mempertemukan berbagai kepentingan sebelum berkembang menjadi konflik.
Forum yang dikemas dalam suasana santai melalui Coffee Morning tersebut diharapkan mampu membuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin dekat.
Peringatan Maulid Nabi juga memberikan makna tersendiri. Keteladanan Rasulullah SAW dalam membangun hubungan dengan masyarakat menjadi nilai yang dinilai dapat diterapkan dalam kehidupan sosial, termasuk ketika menghadapi perbedaan pendapat.
Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Forum itu juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, aspirasi, kritik, maupun persoalan yang ditemukan di lapangan.
Polres Sampang berharap komunikasi bersama media, LSM, mahasiswa, Sabuk Kamtibmas, dan komunitas ojol dapat terus terjaga. Sebab, menjaga keamanan bukan pekerjaan yang selesai dalam satu kegiatan, melainkan membutuhkan komunikasi dan kolaborasi yang terus berjalan.
Dari suasana Maulid Nabi hingga obrolan di meja Coffee Morning, pesan Polres Sampang cukup jelas: perbedaan tidak harus menjadi jarak. Justru melalui komunikasi dan kolaborasi, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk menjaga Sampang tetap aman dan kondusif.
“Bersama kita wujudkan situasi kamtibmas Kabupaten Sampang yang aman dan kondusif,” pungkas Anang. (ali/nda)














