38 Ibu Hamil di Proppo Alami KEK, Puskesmas Panaguan Ungkap Penyebabnya

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Gizi Yayan Sumarjianto dan Koordinator Pelayanan Gizi Masyarakat M. Rizqi Puskesmas Panaguan Pamekasan saat sesi podcast di Klik Madura (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Pelaksana Gizi Yayan Sumarjianto dan Koordinator Pelayanan Gizi Masyarakat M. Rizqi Puskesmas Panaguan Pamekasan saat sesi podcast di Klik Madura (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil menjadi perhatian serius Puskesmas Panaguan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Tercatat sebanyak 38 ibu hamil di wilayah kerja puskesmas tersebut mengalami KEK dan membutuhkan penanganan khusus.

Pelaksana Gizi Puskesmas Panaguan Pamekasan, Yayan Sumarjianto, menjelaskan KEK pada ibu hamil umumnya berkaitan dengan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, terutama protein dan energi.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang janin.

Menurut Yayan, ibu hamil membutuhkan tambahan energi sekitar 300 kalori. Pemenuhan tersebut harus berasal dari berbagai sumber gizi, mulai dari sumber tenaga, protein, vitamin, hingga mineral.

“Semua ini penting tapi yang lebih penting yakni protein hewani yang itu harus dikonsumsi selama masa kehamilan, karena masa-masa itu dinamakan golden periode yang dimulai sejak 0 bulan awal kehamilan hingga anak usia dua tahun,” ungkapnya.

Baca juga :  Geger! Warga Pamekasan Temukan Jasad Bayi Laki-Laki Terkubur Misterius di Area Pemakaman

Ia menjelaskan, 1.000 hari pertama kehidupan merupakan periode penting bagi perkembangan otak dan pertumbuhan anak. Pemenuhan gizi pada periode tersebut juga menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah stunting.

Sebab, setelah anak berusia dua tahun, perkembangan dan pertumbuhannya tidak sepesat pada periode sebelumnya. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun perlu menjadi perhatian.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Puskesmas Panaguan menemukan 38 ibu hamil mengalami KEK. Setelah ditelusuri, salah satu faktor yang masih ditemukan adalah kepercayaan terhadap mitos makanan di tengah masyarakat.

Salah satunya anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh terlalu banyak mengonsumsi makanan laut karena dikhawatirkan membuat ukuran bayi menjadi terlalu besar. Padahal, makanan sumber protein hewani justru dibutuhkan selama kehamilan.

Baca juga :  Sudah Diaudit BPK dan Ada Pengembalian Uang, Kerusakan Puskesmas Karang Penang Kembali Dipersoalkan

“Padahal itu salah besar, protein hewani ini sangat penting,” kata pria yang akrab disapa Yayan tersebut.

Untuk mengetahui kondisi KEK pada ibu hamil, salah satu indikator yang digunakan adalah pengukuran lingkar lengan atas (LiLA). Apabila hasil pengukuran lengan kiri atas kurang dari 23,5 sentimeter, ibu hamil tersebut masuk kategori KEK dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain pemantauan status gizi, Puskesmas Panaguan juga memiliki program pemeriksaan Antenatal Care (ANC) bagi seluruh ibu hamil. Pemeriksaan tersebut dilakukan minimal enam kali selama masa kehamilan.

Rinciannya, pemeriksaan dilakukan dua kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua, dan dua kali pada trimester ketiga.

“Jadi, di total selama 9 bulan itu diperiksa enam kali ANC-nya,” ujar Yayan.

Sementara itu, Koordinator Pelayanan Gizi Masyarakat Puskesmas Panaguan Pamekasan, M. Rizqi, menambahkan bahwa ibu hamil juga perlu mendapatkan tablet tambah darah selama masa kehamilan. Dalam program yang berjalan, ibu hamil ditargetkan mengonsumsi 90 tablet tambah darah selama sembilan bulan.

Baca juga :  Pemkab Pamekasan Perketat Pengawasan, Pengusaha Dilarang Gunakan LPG 3 Kg

Selain itu, Kementerian Kesehatan RI juga telah meluncurkan Multiple Micronutrient Supplement (MMS), yakni suplemen multivitamin dan mineral untuk ibu hamil yang mengandung sejumlah zat gizi penting, seperti zat besi, asam folat, yodium, serta vitamin A, C, dan D.

Menurut Rizqi, faktor KEK tidak hanya berkaitan dengan asupan makanan. Kondisi psikologis, paparan asap rokok dari suami, serta aktivitas ibu hamil yang terlalu berat juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

“Juga selain asupan gizi, pengelolaan stres, suami merokok juga aktivitas bumil yang terlalu berlebihan juga menjadi faktor KEK. Makanya bumil dan ibu menyusui itu perlu mendapatkan support dari orang terdekat khususnya suami,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan
Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup
Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:17 WIB

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura

Senin, 28 September 2026 - 10:08 WIB

Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan

Senin, 28 September 2026 - 07:41 WIB

Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:46 WIB

125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif

Berita Terbaru