PAMEKASAN || KLIKMADURA – Manager baru PLN UP3 Madura, Radea Cakrawala Nusantara, langsung menggelar konsolidasi strategis bersama puluhan mitra kerja pada pekan pertamanya bertugas di Pulau Madura.
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi operasional sekaligus memastikan pelayanan kelistrikan bagi lebih dari 1,2 juta pelanggan di empat kabupaten berjalan andal dan aman.
Kegiatan bertajuk Alignment Meeting tersebut digelar di Kantor PLN UP3 Madura, Pamekasan, Jumat (25/9/2026). Pertemuan diikuti jajaran direksi mitra kerja, mulai dari vendor, kontraktor hingga penyedia tenaga alih daya.
Selain memperkuat koordinasi, agenda tersebut menjadi langkah awal Radea untuk berkenalan langsung dengan para pimpinan mitra kerja yang selama ini mendukung operasional PLN UP3 Madura.
Dalam pemaparannya, Radea menekankan bahwa upaya menghadirkan listrik yang andal hingga ke wilayah pelosok dan pulau-pulau terluar Madura merupakan bagian dari pengamalan nilai keadilan sosial sebagaimana sila kelima Pancasila.
“Listrik bukan sekadar komoditas, melainkan fondasi kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat. Tugas kita di Madura adalah memastikan setiap rumah, dari perkotaan hingga pulau-pulau terluar, dapat menikmati akses energi yang stabil dan aman. Ini adalah bentuk nyata pengabdian kita dalam mengamalkan nilai-nilai Hari Kesaktian Pancasila,” ujar Radea di hadapan puluhan pimpinan mitra kerja.
Saat ini, PLN UP3 Madura mencatatkan kinerja positif dengan berada di peringkat kelima dari 18 Unit Pelaksana di lingkungan PLN UID Jawa Timur. Capaian tersebut ditunjukkan melalui nilai kinerja 105,28.
Di sisi lain, beban puncak malam di Madura mencapai sekitar 290 megawatt (MW), sedangkan total penjualan tenaga listrik tercatat mencapai 1,28 terawatt-hour (TWh). Kondisi tersebut menunjukkan dinamika kebutuhan listrik di wilayah Madura yang terus berkembang.
Meski demikian, Radea menyebut masih terdapat sejumlah tantangan operasional dan teknis yang membutuhkan kerja sama erat dengan seluruh mitra kerja.
Beberapa di antaranya meliputi penekanan tingkat susut jaringan, percepatan penyelesaian daftar tunggu penyambungan baru, penurunan frekuensi gangguan penyulang hingga penanganan saldo tunggakan rekening listrik.
Madura juga menjadi salah satu wilayah yang tengah mendapat perhatian dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Sejumlah proyek strategis tengah dan akan dilaksanakan. Di, antaranya percepatan Program Listrik Desa (Lisdes) ABT 2026, pembangunan Battery Energy Storage System (BESS) 7 MW di Sampang.
Kemudian, penambahan kapasitas PLTMG 30 MW di Sumenep serta akselerasi rekonduktoring SUTT Bangkalan-Sampang.
“Tantangan di Madura sangat unik dan kompleks. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Sinergi antara PLN dan seluruh mitra kerja harus inklusif, kolaboratif, dan tangguh agar semua target strategis ini bisa kita tuntaskan dengan hasil terbaik,” tegas Radea.
Selain target operasional dan pembangunan infrastruktur, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi perhatian utama dalam pertemuan tersebut.
Radea menegaskan kepatuhan terhadap 10 PLN Life Rules, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) standar, izin kerja (work permit) hingga prosedur penguncian energi atau lockout-tagout (LOTO), merupakan ketentuan yang wajib dipatuhi seluruh tenaga pelaksana di lapangan.
“Biaya terbesar dari sebuah kecelakaan kerja bukanlah angka finansial yang keluar hari ini, melainkan hilangnya kepercayaan untuk masa depan. Tidak ada yang lebih berharga daripada jiwa manusia. Saya minta seluruh mitra kerja memastikan anggotanya pulang ke rumah dalam keadaan selamat setiap harinya. Target kita tegas: Zero Harm, Zero Loss,” imbau Radea.
Assistant Manager Perencanaan PLN UP3 Madura, Sukron Mashudi, turut memberikan pemaparan mengenai sejumlah aspek teknis yang membutuhkan dukungan penuh dari vendor dan mitra kerja.
Sukron menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap jadwal pelaksanaan proyek, ketepatan kualitas material serta respons cepat terhadap potensi gangguan jaringan di lapangan.
“Keandalan sistem kelistrikan di Madura sangat bergantung pada kedisiplinan dan koordinasi di tingkat tapak. Kami berharap para mitra kerja dapat menyelaraskan perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pekerjaan secara rinci. Komunikasi yang terbuka dan transparan adalah kunci agar setiap kendala di lapangan bisa kita selesaikan bersama tanpa menunda pelayanan kepada pelanggan,” jelas Sukron.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama PLN UP3 Madura dan puluhan pimpinan mitra kerja untuk menjaga integritas, profesionalisme, keselamatan serta kualitas pelayanan.
Komitmen tersebut diarahkan untuk memperkuat kinerja PLN UP3 Madura sekaligus mewujudkan semangat “PLN UP3 Madura Bersinar” dalam memberikan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat. (nda)














