FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto didampingi Kabid Pembinaan SD, Ridwan dan jajaran lainnya foto bersama usai pembukaan FTBI. (KLIKMADURA)

Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto didampingi Kabid Pembinaan SD, Ridwan dan jajaran lainnya foto bersama usai pembukaan FTBI. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bahasa dan sastra daerah mendapat ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang sekolah dasar (SD) yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan.

Sebanyak 91 peserta dari 13 kecamatan ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Disdikbud Pamekasan, Senin (28/9/2026).

FTBI tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (28/9/2026) hingga Rabu (30/9/2026). Para peserta mengikuti tujuh jenis lomba yang dirancang untuk mengasah kemampuan berbahasa, bersastra, sekaligus kreativitas siswa.

Kabid Pembinaan SD Disdikbud Pamekasan, Ridwan, mengatakan setiap kecamatan mengirimkan tujuh siswa untuk mengikuti tujuh cabang lomba yang disiapkan dalam FTBI. Dengan demikian, total peserta yang mengikuti festival tersebut mencapai 91 siswa.

Baca juga :  Disdikbud Pamekasan Atur Ulang Jam Kerja Guru, Berlaku Mulai 9 April 2026

“Jadi, 13 kecamatan itu ngirim tujuh orang anak untuk ikut tujuh lomba di FTBI ini,” ungkap Ridwan, Senin (28/9/2026).

Tujuh cabang yang dilombakan meliputi carakan Madura, cerita pendek, baca puisi, mendongeng, menembang, pidato, serta lawak tunggal atau stand up comedy.

Beragam kategori tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan kemampuan bahasa dan sastra daerah dengan cara yang kreatif.

Ridwan menjelaskan, FTBI tidak semata-mata diarahkan sebagai ajang perlombaan antarsiswa. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Disdikbud Pamekasan mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas siswa dalam berbahasa dan bersastra daerah.

Selain itu, FTBI diharapkan mampu menumbuhkan karakter serta rasa percaya diri siswa melalui kegiatan seni dan budaya. Festival tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan kecintaan dan kebanggaan siswa terhadap bahasa dan budaya daerah.

Baca juga :  DPRD Pamekasan Sahkan Perda RTRW dan Perda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan

“Juga untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah melalui kegiatan yang kreatif dan juga edukatif. Dan kami juga ingin memberikan ruang apresiasi dan kompetisi bagi murid dalam mengembangkan potensi bahasa dan sastra daerah,” jelasnya.

Menurut Ridwan, kemampuan berbahasa daerah juga perlu terus diperkuat agar tidak tergerus perkembangan zaman. Salah satu caranya adalah memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengenal, menggunakan, sekaligus menampilkan bahasa dan seni budaya daerah dalam kegiatan yang menarik.

Ia berharap FTBI dapat memberikan dampak positif bagi generasi berikutnya. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah akan lebih kuat apabila dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak dan mampu menggugah kreativitas mereka.

Baca juga :  Dua Bulan, Polres Pamekasan Amankan 10 Tersangka Kasus Narkoba

“Karena dari bahasa daerah itu bisa menciptakan berbagai macam lomba. Juga ada seni budayanya ini, seperti menembang, tentu sangat menarik anak SD bisa menembang dengan baik,” tandasnya.

Melalui FTBI, Disdikbud Pamekasan tidak hanya mempertemukan puluhan siswa dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal akar bahasa dan budaya daerah.

Sekaligus, menunjukkan bahwa bahasa Madura dapat dipelajari, dikembangkan, dan dikemas secara kreatif di lingkungan pendidikan. (enk/nda)

Berita Terkait

Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan
Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup
Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas
Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:17 WIB

FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura

Senin, 28 September 2026 - 10:08 WIB

Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan

Senin, 28 September 2026 - 07:41 WIB

Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:46 WIB

125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif

Berita Terbaru