Lulusan SMA Dominasi Pengangguran di Pamekasan, BPS Ungkap Penyebabnya

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buruh pabrik rokok sedang melinting rokok di gudang pabrik di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Buruh pabrik rokok sedang melinting rokok di gudang pabrik di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Tingkat pengangguran di Kabupaten Pamekasan masih menjadi perhatian. Berdasarkan data per Agustus 2025, lulusan SMA menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pamekasan Parsad Barkah Pamungkas menyampaikan, tingkat pengangguran lulusan SMA mencapai 3,65 persen. Disusul lulusan perguruan tinggi sebesar 2,77 persen, sedangkan lulusan SMP ke bawah berada di angka 0,32 persen.

Menurut Parsad, persoalan pengangguran pada setiap jenjang pendidikan memiliki penyebab yang berbeda. Lulusan perguruan tinggi, misalnya, cenderung lebih selektif dalam memilih pekerjaan yang dianggap sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Baca juga :  Jalani Rekredensialing Perdana sebagai Mitra BPJS Kesehatan, RSIA Puri Bunda Madura Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Sementara itu, lulusan SMA lebih banyak terkendala keterampilan yang belum memadai serta minimnya pengalaman kerja. Kondisi tersebut membuat sebagian lulusan SMA kesulitan bersaing ketika masuk ke pasar kerja.

“Beberapa penyebabnya seperti itu. Jadi para lulusan sarjana ataupun magister dan seterusnya itu iya karena milih-milih pekerjaan, mereka enggan untuk terjun menjadi petani, nelayan ataupun lainnya,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Klik Madura, terdapat enam status pekerjaan utama masyarakat Pamekasan per Agustus 2025. Keenamnya meliputi pekerja keluarga, berusaha dibantu buruh tidak tetap, buruh atau karyawan atau pegawai, berusaha sendiri, pekerja bebas, serta berusaha dibantu buruh tetap.

Baca juga :  SDN Pasanggar I Pamekasan Ngaku Dirugikan Isi MoU MBG, Ada Poin Rahasiakan Kasus Keracunan

Dari enam status tersebut, pekerja keluarga menjadi kelompok yang cukup dominan dengan persentase mencapai 32,08 persen. Status tersebut menunjukkan seseorang bekerja membantu usaha keluarga tanpa memperoleh penghasilan tetap, bahkan dalam sejumlah kondisi tidak mendapatkan upah.

“Karena ini statusnya membantu keluarga. Seperti anak membantu orang tua bertani, berjualan, menjaga toko, dan sebagainya,” kata Parsad.

Kondisi tersebut juga dirasakan sejumlah lulusan SMA di Pamekasan. Salah satunya Ipul, lulusan salah satu SMAN di Pamekasan, yang mengaku hingga satu tahun setelah kelulusan belum mendapatkan pekerjaan yang dianggap cocok.

Baca juga :  SDN Potoan Daja 2 Pamekasan Terbakar, Tiga Ruang Kelas Hangus Dilalap Api

Menurut dia, keterbatasan informasi mengenai program pelatihan kerja juga menjadi salah satu kendala. Ia mengaku belum mengetahui secara jelas adanya pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

“Untuk pelatihan di Pemkab saya juga kurang paham. Karena memang tidak tahu kalau ada pelatihan itu,” tukasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam
125 Kepala Sekolah Masih Plt, Dewan Pendidikan Pamekasan Soroti Lambannya Penetapan Definitif
Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja
Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas
Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia
13 Perda Tuntas, DPRD Pamekasan Lanjutkan Pembahasan Regulasi Prioritas
125 Kursi Kepala Sekolah di Pamekasan Masih Plt, Disdikbud Targetkan Tuntas Tahun Ini

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:53 WIB

Anak 8 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Mendalam

Jumat, 25 September 2026 - 03:34 WIB

Legalitas Dapur MBG di Pamekasan Belum Beres, Satgas Klaim Sudah Lapor BGN

Jumat, 25 September 2026 - 03:11 WIB

Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Manager PLN UP3 Madura Konsolidasi dengan Puluhan Mitra Kerja

Kamis, 24 September 2026 - 09:10 WIB

Perubahan APBD 2026 Pamekasan Dikebut, Infrastruktur dan Kesehatan Jadi Prioritas

Kamis, 24 September 2026 - 08:43 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, PLN ULP Pamekasan Kenalkan Keselamatan Kelistrikan kepada Siswa SD Alam Excellentia

Berita Terbaru