Dipicu Asmara Tak Direstui, Bentrok Berdarah Tiga Orang Pecah di Sampang

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat memasang garis polisi di TKP bentrok tepatnya di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang. (KLIKMADURA)

Aparat memasang garis polisi di TKP bentrok tepatnya di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang. (KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Hubungan asmara yang diduga tidak mendapat restu keluarga berujung petaka di Kabupaten Sampang. Dendam yang dipendam sejak cekcok di jalan berubah menjadi bentrok bersenjata tajam di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates. Tiga orang mengalami luka parah.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di depan sebuah bengkel motor di Desa Masaran. Tiga orang yang terlibat masing-masing berinisial S (60), warga Dusun Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, serta H (44) dan HR (51), warga Desa Masaran, Kecamatan Banyuates.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, hasil penyelidikan sementara mengarah pada motif dendam yang dipicu persoalan hubungan asmara. Konflik tersebut diduga bermula karena HR menaruh sakit hati terhadap S yang disebut memiliki hubungan dengan ibu HR tanpa restu keluarga.

Baca juga :  Tinjau Lokasi Bencana Alam, Pj Bupati Pamekasan Bantu Makanan Pokok dan Terpal

“Perkelahian menggunakan senjata tajam dipicu rasa sakit hati atau dendam HR terhadap S karena diduga S memiliki hubungan asmara dengan ibu HR dan hubungan tersebut tidak direstui,” ujar Eko.

Berdasarkan hasil penyelidikan, rangkaian peristiwa bermula sekitar pukul 20.50 WIB ketika S melintas menggunakan sepeda motor dari arah selatan. Di waktu bersamaan, HR yang sedang berboncengan dengan seorang saksi berpapasan dengan S di Jalan Dusun Jablung.

Saat berpapasan, HR diduga sengaja menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan S hingga memicu pertengkaran. Adu mulut kemudian berubah menjadi perkelahian menggunakan kayu sebelum akhirnya berhasil dilerai warga yang berada di sekitar lokasi.

“Setelah itu keduanya terlibat perkelahian menggunakan kayu, namun berhasil dilerai oleh warga yang berada di lokasi,” katanya.

Baca juga :  Siswa Tak Bisa Belajar Tatap Muka Lantaran Sekolah Disegel, SMK Kesehatan Nusantara Ngadu ke DPRD Pamekasan

Meski bentrokan pertama berhasil dihentikan, persoalan ternyata belum berakhir. HR pulang ke rumah sepupunya, H, untuk menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.

Cerita tersebut memancing emosi H hingga memutuskan ikut mencari S. Berdasarkan penyelidikan polisi, H kemudian mengajak HR mengambil celurit sebelum mendatangi rumah istri S di Dusun Jablung, Desa Masaran.

“Mendengar cerita itu H marah lalu mengajak HR mengambil celurit dan mencari S di rumah istrinya di Dusun Jablung, Desa Masaran,” jelas Eko.

Pencarian itu berakhir di depan bengkel motor milik Suhar, tempat S ditemukan berada. Bentrokan kedua pun pecah dan berubah menjadi duel bersenjata tajam karena masing-masing pihak membawa senjata.

Polisi menyebut S menggunakan parang, sedangkan H dan HR membawa celurit. Akibat perkelahian tersebut, ketiga orang yang terlibat sama-sama mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Baca juga :  Ketua DPRD Pamekasan Tinjau Longsor Sana Daja, Beri Bantuan Warga Terdampak

S mengalami luka pada tangan kanan serta bagian belakang kepala. HR mengalami luka pada tangan kanan, sedangkan H mengalami luka di paha kanan dan siku kanan akibat terjatuh saat perkelahian berlangsung.

Usai kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian berlumuran darah, senjata tajam yang digunakan, serta kendaraan bermotor milik para pihak. Ketiga orang yang terlibat sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya diamankan untuk menjalani proses hukum.

“Ketiga orang yang terlibat perkelahian telah diamankan di Polsek Banyuates dan selanjutnya dibawa ke Polres Sampang untuk proses lidik dan sidik,” pungkas AKP Eko Puji Waluyo. (ali/nda)

Berita Terkait

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolres Sampang Tantang Generasi Muda Beraksi Nyata
Tiga Lapak di Pasar Tambelangan Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah
Antrean Pertalite Mengular, Usulan Tambahan Kuota Sampang Hanya Disetujui 0,6 Persen
Dua Hari Tak Ditemukan, Pencarian Pemancing Hilang di Laut Ketapang Dihentikan
Operasi Patuh Semeru Dimulai, Polres Sampang Bidik Pelanggar demi Tekan Kecelakaan
Siap-Siap! Polres Sampang Bakal Terapkan ETLE dan Tilang Manual dalam Operasi Patuh Semeru 2026
Dua SPBU Disanksi, Ojol dan Pedagang di Sampang Cemas BBM Makin Sulit
Dicatut untuk Peras dan Intimidasi Sekolah, PWI Sampang Bakal Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:18 WIB

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Kapolres Sampang Tantang Generasi Muda Beraksi Nyata

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Tiga Lapak di Pasar Tambelangan Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Jutaan Rupiah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:38 WIB

Antrean Pertalite Mengular, Usulan Tambahan Kuota Sampang Hanya Disetujui 0,6 Persen

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Dua Hari Tak Ditemukan, Pencarian Pemancing Hilang di Laut Ketapang Dihentikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:56 WIB

Operasi Patuh Semeru Dimulai, Polres Sampang Bidik Pelanggar demi Tekan Kecelakaan

Berita Terbaru

Kasihumas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama. (KLIKMADURA)

Pamekasan

Polres Pamekasan Sita 6.900 Pil Y, Pria Asal Galis Ditangkap

Kamis, 29 Okt 2026 - 10:17 WIB