Usaha Kuliner Menjamur, Dinkes Pamekasan Dorong Pengusaha Kantongi SLHS

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin foto bersama para tamu undangan dan peserta Forum Konsultasi Publik (FKP) berkaitan dengan SLHS di Hotel Berlian, Pamekasan. (KLIKMADURA)

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin foto bersama para tamu undangan dan peserta Forum Konsultasi Publik (FKP) berkaitan dengan SLHS di Hotel Berlian, Pamekasan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mendorong para pelaku usaha makanan dan minuman atau Food and Beverage (FnB) untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat sekaligus menciptakan iklim usaha kuliner yang sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Upaya tersebut dikemas melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) SLHS yang digelar di salah satu aula hotel di Jalan Raya Panglegur, Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan itu melibatkan pemilik usaha makanan dan minuman, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pamekasan.

Baca juga :  Anggaran DBHCHT Rp 1,5 Miliar Tak Cukup, Ratusan Poktan Tembakau di Pamekasan Tak Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi

Kepala Dinkes Pamekasan, dr. Saifudin, mengatakan kepemilikan SLHS menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan pelaku usaha di bidang makanan dan minuman. Melalui forum tersebut, pihaknya berupaya memfasilitasi pelaku usaha agar memahami persyaratan serta proses pengurusan sertifikat tersebut.

“Nah, dalam hal ini, perizinan yang berbasis makanan dan minuman itu salah satunya harus mengantongi SLHS, kami fasilitasi untuk hal itu,” tutur dr. Saifudin.

Ia menjelaskan, forum konsultasi publik tersebut sengaja melibatkan berbagai jenis usaha kuliner, mulai dari restoran, katering, kafe, hingga usaha makanan dan minuman lainnya.

Dengan demikian, para pelaku usaha diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya pemenuhan standar higiene sanitasi serta tidak ragu mengurus SLHS.

Baca juga :  Laksanakan KPM Internasional, IAIN Madura Kirim 6 Mahasiwa ke Malaysia

Menurut dr. Saifudin, pengelolaan makanan dan minuman harus memperhatikan aspek kesehatan pada setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian kepada konsumen. Hal tersebut penting untuk memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat aman dan memenuhi persyaratan higiene sanitasi.

“Semua itu kami lakukan dalam asesmen, semuanya dicek. Kalau ada unsur-unsur pemenuhan yang masih kurang, kami sampaikan kepada pihak terkait agar segera dilengkapi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Pamekasan tersebut.

Ia menegaskan, pelaku usaha tidak perlu khawatir untuk mengajukan SLHS karena proses tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan keamanan pangan.

Baca juga :  Verifikasi Berkas Bacaleg di Pamekasan Baru Rampung 50 Persen

Selain memberikan perlindungan kepada konsumen, pemenuhan standar higiene sanitasi juga diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap usaha kuliner di Pamekasan.

“Jadi, ayo kita bersama-sama menciptakan ruang aman untuk semua masyarakat. Jadi, makan dan minum enak, juga aman dan terjamin kehigienisannya,” pungkasnya.

Melalui forum tersebut, Dinkes Pamekasan berharap semakin banyak pelaku usaha makanan dan minuman yang memenuhi persyaratan higiene sanitasi.

Dengan pengelolaan pangan yang aman dan berkualitas, pertumbuhan usaha kuliner diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan perlindungan kesehatan masyarakat. (enk/nda)

Berita Terkait

Hidupkan Ruh Perjuangan M. Tabrani, DKP, AJP, dan KNPI Pamekasan Satukan Pemuda dan Budayawan di Arek Lancor
Ditanya Soal Pemecatan Dua Karyawan, Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Justru Diskreditkan Jurnalis: Bodrex Ya?
Soroti Pelecehan Anak di Lembaga Pendidikan, Bupati Pamekasan Tekankan Peran Orang Tua
Tersisa Dua Bulan, DPRD Pamekasan Desak Pemkab Tancap Gas Realisasikan Perubahan APBD 2026
Antrean Solar Mengular di Pamekasan, Sopir Terjebak Berjam-jam di SPBU
Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih
Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi
Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:09 WIB

Usaha Kuliner Menjamur, Dinkes Pamekasan Dorong Pengusaha Kantongi SLHS

Kamis, 29 Oktober 2026 - 01:38 WIB

Hidupkan Ruh Perjuangan M. Tabrani, DKP, AJP, dan KNPI Pamekasan Satukan Pemuda dan Budayawan di Arek Lancor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Soroti Pelecehan Anak di Lembaga Pendidikan, Bupati Pamekasan Tekankan Peran Orang Tua

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Tersisa Dua Bulan, DPRD Pamekasan Desak Pemkab Tancap Gas Realisasikan Perubahan APBD 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Antrean Solar Mengular di Pamekasan, Sopir Terjebak Berjam-jam di SPBU

Berita Terbaru