BANGKALAN || KLIKMADURA – Madura Institute berkolaborasi dengan Yayasan H. Her Peduli Indonesia menyalurkan bantuan sembilan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Bantuan tersebut disalurkan ke sembilan titik di Kecamatan Sepulu dan Konang sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Penyaluran bantuan itu menjadi langkah nyata untuk meringankan beban masyarakat yang setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan.
Di tengah terbatasnya akses air bersih, bantuan tersebut disambut antusias warga karena air sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum dan memasak.
Ketua Madura Institute menegaskan, kekeringan di Pulau Madura merupakan persoalan berulang yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.
Kondisi geografis, minimnya daerah resapan air, serta pola penanganan yang cenderung reaktif dinilai menjadi sejumlah faktor yang memperparah krisis air bersih di wilayah tersebut.
“Setiap tahun, Madura selalu mengalami kekeringan di beberapa titik. Setiap tetes bantuan air bersih adalah harapan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Menurutnya, diperlukan tindakan nyata yang dapat dilakukan secara cepat untuk membantu masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang melanda ratusan desa di berbagai kabupaten di Madura.
Penanganan tidak boleh hanya bergantung pada bantuan darurat, tetapi harus disertai langkah mitigasi dan pembangunan infrastruktur air bersih yang berkelanjutan.
Madura Institute sendiri telah mengkaji persoalan kekeringan di Madura sejak enam bulan lalu sebagai bagian dari upaya memahami penyebab dan merumuskan alternatif solusi.
Kajian tersebut mencakup kondisi geografis dan lingkungan, kebutuhan infrastruktur permanen, mitigasi terpadu, serta perbandingan antara penanganan darurat dan solusi jangka panjang.
Muhari AS, penggerak Madura Institute, menilai, penanganan kekeringan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak.
Selain gerakan sosial dari masyarakat dan lembaga kemanusiaan, dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak dapat terpenuhi.
“Persoalan kekeringan di Madura harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap BNPB turun tangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak kekeringan mendapatkan bantuan air bersih,” kata Muhari AS dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Ia berharap kolaborasi antara Madura Institute dan Yayasan H. Her Peduli Indonesia dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih.
Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan dan pembangunan infrastruktur yang mampu mengurangi risiko kekeringan secara berkelanjutan. (mhr/nda)














