Warga Bangkalan Kesulitan Air Bersih, Madura Institute Gandeng Yayasan H. Her Salurkan Bantuan

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Founder Madura Institute, Muhari saat menyaluarkan air bersih kepada warga. (KLIKMADURA)

Founder Madura Institute, Muhari saat menyaluarkan air bersih kepada warga. (KLIKMADURA)

BANGKALAN || KLIKMADURA – Madura Institute berkolaborasi dengan Yayasan H. Her Peduli Indonesia menyalurkan bantuan sembilan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Bantuan tersebut disalurkan ke sembilan titik di Kecamatan Sepulu dan Konang sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Penyaluran bantuan itu menjadi langkah nyata untuk meringankan beban masyarakat yang setiap tahun menghadapi persoalan kekeringan.

Di tengah terbatasnya akses air bersih, bantuan tersebut disambut antusias warga karena air sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum dan memasak.

Ketua Madura Institute menegaskan, kekeringan di Pulau Madura merupakan persoalan berulang yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.

Baca juga :  Robot Soccer UTM Juara Dunia, Harumkan Nama Indonesia di Malaysia

Kondisi geografis, minimnya daerah resapan air, serta pola penanganan yang cenderung reaktif dinilai menjadi sejumlah faktor yang memperparah krisis air bersih di wilayah tersebut.

“Setiap tahun, Madura selalu mengalami kekeringan di beberapa titik. Setiap tetes bantuan air bersih adalah harapan bagi masyarakat yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.

Menurutnya, diperlukan tindakan nyata yang dapat dilakukan secara cepat untuk membantu masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan yang melanda ratusan desa di berbagai kabupaten di Madura.

Penanganan tidak boleh hanya bergantung pada bantuan darurat, tetapi harus disertai langkah mitigasi dan pembangunan infrastruktur air bersih yang berkelanjutan.

Baca juga :  Bak Sidang Doktor, Semhas Tesis Pemred Klik Madura Dihadiri Guru Besar, Anggota DPR RI hingga Mantan Dubes RI

Madura Institute sendiri telah mengkaji persoalan kekeringan di Madura sejak enam bulan lalu sebagai bagian dari upaya memahami penyebab dan merumuskan alternatif solusi.

Kajian tersebut mencakup kondisi geografis dan lingkungan, kebutuhan infrastruktur permanen, mitigasi terpadu, serta perbandingan antara penanganan darurat dan solusi jangka panjang.

Muhari AS, penggerak Madura Institute, menilai, penanganan kekeringan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak.

Selain gerakan sosial dari masyarakat dan lembaga kemanusiaan, dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak dapat terpenuhi.

Baca juga :  Jejak PHE WMO di Tanah Garam: Menjaga Energi, Menumbuhkan Kehidupan

“Persoalan kekeringan di Madura harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap BNPB turun tangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat terdampak kekeringan mendapatkan bantuan air bersih,” kata Muhari AS dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Ia berharap kolaborasi antara Madura Institute dan Yayasan H. Her Peduli Indonesia dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih.

Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan dan pembangunan infrastruktur yang mampu mengurangi risiko kekeringan secara berkelanjutan. (mhr/nda)

Berita Terkait

Ngaku Imam Mahdi, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut dengan Janji Tiket Surga
UTM Jadi Tuan Rumah Kongres APSMBI 2026, Libatkan 75 Perguruan Tinggi dan Angkat Isu SDGs
Lima Hari Pria ODGJ Meresahkan di Pasar Blega, Warga Harap Segera Ada Penanganan
Tragis! Ganti Ban di Akses Suramadu, Sopir Truk Asal Sampang Tewas Tertabrak dari Belakang
UTM Dampingi Warga Lestarikan Tari Topeng Patenteng, Ritual Sakral Meminta Hujan di Bangkalan
Akademisi UTM Sebut Usulan Parliamentary Threshold 6 Persen Punya Rasionalitas Kelembagaan
Hari Kesaktian Pancasila, PLN Validasi Inovasi OMP untuk Percepat Penanganan Padam di Bangkalan
Imigrasi Pamekasan Edukasi Mahasiswa Asing UTM, Tekankan Larangan Bekerja dengan Izin Tinggal Pendidikan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:26 WIB

Warga Bangkalan Kesulitan Air Bersih, Madura Institute Gandeng Yayasan H. Her Salurkan Bantuan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Ngaku Imam Mahdi, FA Diduga Raup Rp1,3 Miliar dari Pengikut dengan Janji Tiket Surga

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:32 WIB

UTM Jadi Tuan Rumah Kongres APSMBI 2026, Libatkan 75 Perguruan Tinggi dan Angkat Isu SDGs

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:49 WIB

Lima Hari Pria ODGJ Meresahkan di Pasar Blega, Warga Harap Segera Ada Penanganan

Senin, 12 Oktober 2026 - 03:30 WIB

Tragis! Ganti Ban di Akses Suramadu, Sopir Truk Asal Sampang Tewas Tertabrak dari Belakang

Berita Terbaru