BANGKALAN || KLIKMADURA – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi tuan rumah Kongres Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) 2026 melalui Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Kegiatan pada 19–20 Oktober 2026 ini melibatkan peserta dari 75 perguruan tinggi negeri dan mengangkat isu kolaborasi, inovasi, serta keberlanjutan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kepala Prodi Manajemen, FEB UTM, Fathor As, menyampaikan, kongres tersebut menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk memperkuat kerja sama dan mengembangkan pendidikan manajemen yang sesuai dengan tantangan global.
“Melalui Kongres APSMBI 2026, kami ingin memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, dan meningkatkan kontribusi program studi manajemen dalam mendukung pencapaian SDGs,” ujarnya.
Kongres ini mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Keberlanjutan: Peran Asosiasi Program Studi Manajemen dalam Mendukung SDGs untuk Menghadapi Tantangan Global”.
Forum tersebut menjadi ruang bagi akademisi dan pengelola program studi manajemen serta bisnis untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan membahas pengembangan pendidikan tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan peserta, kemudian dilanjutkan pada Senin (19/10/2026) melalui pembukaan kongres di Harris Hotel & Conventions, Gubeng, Surabaya.
Agenda hari pertama juga mencakup sejumlah sesi kongres dan makan malam bersama atau gala dinner untuk mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai perguruan tinggi.
Pada Selasa (20/10/2026), kegiatan berlanjut di lantai 10 Aula Syaichona Muhammad Cholil, Gedung Graha Utama UTM, dengan agenda seminar internasional dan International Community Service.
Kedua kegiatan tersebut membahas kolaborasi, inovasi, keberlanjutan, serta penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Seminar internasional mengangkat tema “Collaboration, Innovation, and Sustainability: The Role of Management Study Program Alliance in Supporting SDGs to Address Global Challenges”.
Forum ini membahas peran asosiasi program studi manajemen dalam mendukung SDGs dan menjawab tantangan global melalui penguatan kolaborasi serta inovasi di bidang pendidikan dan manajemen.
Sementara itu, agenda International Community Service mengusung tema “From Local Strength to Global Competitiveness: Empowering MSMEs through Digital and Financial Transformation”.
Kegiatan tersebut berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui transformasi digital dan keuangan agar mampu meningkatkan daya saing dengan memanfaatkan potensi lokal.
Rangkaian kegiatan di kampus juga mencakup penandatanganan kerja sama yang dijadwalkan berlangsung pukul 12.00–12.30 WIB.
Agenda ini diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan dan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Setelah kegiatan di kampus, peserta dijadwalkan menuju Pendopo Kabupaten Bangkalan untuk mengikuti gala dinner. Agenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kongres sekaligus kesempatan mempererat hubungan antara peserta dan pimpinan perguruan tinggi.
Melalui penyelenggaraan Kongres APSMBI 2026, UTM diharapkan dapat memperluas jejaring akademik dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan manajemen dan bisnis yang kolaboratif, inovatif, serta berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama yang berdampak pada pengembangan pendidikan tinggi dan pemberdayaan UMKM. (nda)














