Lakukan Penyegelan, Kepala SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Polisikan Mantan Pengurus Yayasan

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan yang disegel. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

Penampakan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan yang disegel. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan kini bergulir ke ranah hukum. Ahmad Mahfud selaku kepala sekolah resmi melaporkan mantan pengurus Yayasan Kunci Ilmu, Arofatin Nisa’ ke pihak kepolisian.

Mahfud mengaku terkejut dengan tindakan penyegelan tersebut. Sebab, menurut dia, tidak pernah ada persoalan terbuka sebelumnya antara pihak sekolah maupun yayasan dengan Arofatin Nisa’, perempuan yang diketahui berdomisili di Sidoarjo itu.

“Sampai sekarang saya juga tidak tahu alasannya apa, tiba-tiba disegel. Saya telepon yang bersangkutan juga tidak jelas jawabannya. Katanya karena telepon saya tidak diangkat,” ujarnya.

Baca juga :  Beli Tembakau Seharga Rp 80 Ribu Perkilogram, Petani Doakan Haji Her Panjang Umur

Penyegelan dilakukan pada Senin malam (11/5). Kondisi itu membuat aktivitas sekolah lumpuh total. Bahkan, empat siswi yang tinggal di asrama disebut ikut terkunci di dalam area sekolah.

Mahfud menuturkan, para siswi sempat diminta melompati pagar apabila ingin keluar dari lingkungan sekolah. Karena situasi dinilai tidak memungkinkan, para wali murid akhirnya menjemput langsung anak-anak mereka.

“Empat siswi itu akhirnya dijemput oleh wali masing-masing,” katanya.

Akibat penyegelan tersebut, proses belajar mengajar sementara dialihkan secara daring. Sekitar 90 siswa kini harus mengikuti pembelajaran online sambil menunggu kepastian penyelesaian konflik.

Baca juga :  Cegah Penyakit DBD, Saka Bakti Husada Ranting Pademawu Periksa 115 Kamar Mandi

“Iya, anak-anak sementara belajar online. Sambung doa saja semoga persoalan ini cepat selesai,” imbuhnya.

Tidak hanya fokus pada proses hukum, pihak sekolah juga tengah berupaya mencari tempat sementara untuk menampung siswi asrama agar kegiatan pendidikan tetap berjalan.

Mahfud menyebut, laporan resmi telah disampaikan ke Polres Pamekasan dengan tembusan ke Polda Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Cabdindik Jatim Wilayah Pamekasan, hingga kalangan legislatif.

Pantauan Klik Madura di lokasi menunjukkan kondisi sekolah tampak sepi tanpa aktivitas. Pagar berwarna hitam terlihat tergembok rapat dengan banner pemberitahuan terpasang di bagian depan.

Baca juga :  1.528 Maba UIN Madura Antusias Ikuti PBAK 2025, Tanamkan Etika dan Spirit Literasi

“Saya berjuang ini tujuannya hanya untuk murid dan guru-guru,” tegas Mahfud.

Sementara itu, Klik Madura telah berupaya menghubungi Arofatin Nisa’ untuk meminta konfirmasi terkait penyegelan tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meski pesan WhatsApp yang dikirim telah berstatus centang dua. (enk/nda)

Berita Terkait

Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat
Pemkab Pamekasan Perkuat Peran Perbankan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Realisasi Program Kampung Nelayan di Pamekasan Tak Jelas, Pemkab Berdalih Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat
Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, Perkuat Akses Warga dan Dongkrak Ekonomi Desa
Kiai Kholilurrahman Target Juli Tak Ada Lagi Plt Kepsek di Pamekasan
Peringati 10 Muharram, CV Ayunda Permata Sejahtera Santuni 1.000 Anak Yatim
RSUD Smart Pamekasan Tambah 10 Alat Hemodialisis, Target Beroperasi Oktober
Tak Punya Utang, Tetangga Wabup Pamekasan Malah Dituntut Rp500 Juta dalam Sengketa Banner Agunan BNI

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:38 WIB

Langkah RSIA Puri Bunda Madura Angkat Rahim Ibu Muda Dinilai Tepat, Kini Pasien dan Bayi Kembali Sehat

Senin, 29 Juni 2026 - 05:46 WIB

Pemkab Pamekasan Perkuat Peran Perbankan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:25 WIB

Realisasi Program Kampung Nelayan di Pamekasan Tak Jelas, Pemkab Berdalih Tunggu Kepastian Pemerintah Pusat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:02 WIB

Dandim Pamekasan Resmikan Jembatan Garuda, Perkuat Akses Warga dan Dongkrak Ekonomi Desa

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:44 WIB

Kiai Kholilurrahman Target Juli Tak Ada Lagi Plt Kepsek di Pamekasan

Berita Terbaru