PAMEKASAN || KLIKMADURA – Paguyuban Mitra MBG Kabupaten Pamekasan (PMMKP) menggelar rapat konsolidasi antar pengurus di Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto yang juga menjabat Ketua Satgas MBG Kabupaten Pamekasan.
Rapat konsolidasi itu diikuti seluruh pengurus PMMKP, koordinator kecamatan (korcam) se-Kabupaten Pamekasan serta para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Agenda tersebut digelar sebagai upaya memperkuat sinergi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan.
Ketua PMMKP Mohammad Saedy Romli mengatakan, keberadaan paguyuban sangat penting untuk memastikan program prioritas Presiden RI tersebut berjalan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.
Terlebih, sasaran program MBG menyentuh kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
“Program ini menyasar anak-anak hingga ibu hamil dan ibu menyusui, sehingga harus dipastikan berjalan sesuai aturan dan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.
Pria yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gelora Pamekasan itu menjelaskan, PMMKP dibentuk sebagai wadah silaturahmi seluruh mitra SPPG di Kabupaten Pamekasan.
Selain itu, paguyuban juga bertujuan menyatukan informasi agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun narasi yang tidak utuh di tengah masyarakat.
Menurut Edy, kehadiran PMMKP juga menjadi sarana untuk mencegah persaingan tidak sehat antar mitra akibat miskomunikasi.
Di sisi lain, paguyuban akan berperan dalam pendampingan serta pelatihan guna menjaga kualitas pelayanan seluruh SPPG di Pamekasan.
“Kami ingin program ini berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat,” katanya.
Edy berharap, sinergi antar mitra MBG dapat membangun kekuatan ekonomi kolektif di tengah masyarakat. Dengan demikian, program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.
Dia menegaskan, pihaknya mendorong agar kebutuhan pangan program MBG dipenuhi dari produk lokal. Mulai dari beras, telur hingga berbagai kebutuhan pangan lainnya diutamakan berasal dari petani, peternak, dan pelaku UMKM sekitar.
“Kami ingin program MBG ikut mengangkat ekonomi kerakyatan. Produk UMKM, hasil petani dan peternak lokal harus menjadi prioritas agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. (enk/nda)













