Ketua DPRD Pamekasan Soroti Tingginya Angka Kematian Ibu dan Anak, Bakal Panggil Semua Faskes

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur saat diwawancara sejumlah awak media. (KLIKMADURA)

Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur saat diwawancara sejumlah awak media. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Angka kematian ibu dan anak pasca persalinan di Kabupaten Pamekasan masih menjadi perhatian serius. Setiap tahun, kasus kematian ibu dan bayi masih ditemukan di berbagai fasilitas kesehatan (faskes).

Berdasarkan data yang dihimpun Klik Madura, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 17 kasus kematian ibu dan anak. Sementara pada tahun 2026 hingga saat ini sudah terdapat lima kasus yang tersebar di sejumlah faskes.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menilai persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, perlu dilakukan kajian menyeluruh terkait faktor penyebab kematian ibu dan bayi.

Baca juga :  Asah Mental dan Kesiapan Relawan, FRPB Pamekasan Latihan Penyelamatan di Dam Samiran

“Hal ini tentu tidak bisa dibiarkan. Kita harus mengkaji bersama faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kematian ibu dan anak,” kata politisi PPP tersebut.

Ali Masykur menegaskan, seluruh fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama seperti puskesmas maupun faskes rujukan seperti rumah sakit, harus mengetahui secara detail kondisi pasien, khususnya ibu hamil yang akan menjalani persalinan.

Langkah tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pamekasan.

Ia menjelaskan, berdasarkan sejumlah kasus yang terjadi, penyebab kematian ibu masih didominasi oleh hipertensi dan perdarahan. Karena itu, tenaga kesehatan (nakes) diharapkan memahami secara menyeluruh riwayat kesehatan atau rekam medis pasien sebelum proses persalinan dilakukan.

Baca juga :  Dewan Pendidikan Pamekasan Kritik Sikap Ketua Yayasan Al-Uswah, Sebutan Wartawan “Bodrex” Dinilai Cederai Marwah Pendidikan

“Persalinan harus dilakukan sesuai dengan kompetensi rumah sakit dan standar ilmu kesehatan,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Ali Masykur juga menilai edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan.

Ia berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menekan angka kematian ibu dan anak di Pamekasan.

Sebagai langkah nyata atas kepedulian terhadap tingginya kasus kematian ibu dan anak, DPRD Pamekasan berencana memanggil seluruh pengelola faskes untuk koordinasi dan evaluasi. Harapannya, angka kematian ibu dan anak bisa ditekan.

Baca juga :  PT Royal Grup Launching Perumahan Royal Pahlawan, Hunian Idaman Semua Kalangan

“Semua harus terlibat aktif, mulai dari Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit hingga masyarakat. Kesadaran terhadap kesehatan ibu hamil harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Disdikbud Pamekasan Terjunkan Tim Khusus, Buntut Ketua Yayasan Al-Uswah Sebut Jurnalis “Bodrex”
Peringati HLN ke-81, YBM PLN UP3 Madura Gelar Khitanan Gratis bagi 200 Anak Duafa
Polres Pamekasan segera Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak
Tokoh Pendidikan Australia Sambangi SDN Kowel 3, Kadisdikbud Pamekasan Sebut Bahasa Inggris Jembatan Menuju Dunia
Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan
Peringati HKN ke-62, Puskesmas Pademawu Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Mental
Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Jadi Sorotan, Sebut Istilah “Bodrex” Tak Pantas Keluar Dari Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam
Harjad ke-496 Pamekasan, Bang Ali BIP Serukan Persatuan dan Kepedulian Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 10:39 WIB

Disdikbud Pamekasan Terjunkan Tim Khusus, Buntut Ketua Yayasan Al-Uswah Sebut Jurnalis “Bodrex”

Sabtu, 7 November 2026 - 08:26 WIB

Peringati HLN ke-81, YBM PLN UP3 Madura Gelar Khitanan Gratis bagi 200 Anak Duafa

Kamis, 5 November 2026 - 09:05 WIB

Polres Pamekasan segera Gelar Perkara Kasus Pengancaman dan Perusakan di Plakpak

Rabu, 4 November 2026 - 13:00 WIB

Tokoh Pendidikan Australia Sambangi SDN Kowel 3, Kadisdikbud Pamekasan Sebut Bahasa Inggris Jembatan Menuju Dunia

Rabu, 4 November 2026 - 11:50 WIB

Kuliah di Gedung Dewan, Ratusan Mahasiswa UIN Madura Diajak Kritis Mengawal Kebijakan

Berita Terbaru