Mengenal Bani Insan Peduli, Gerakan Sosial yang Lahir dari Bakti Seorang Anak kepada Sang Ibunda

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zaenal saat siniar dalam Program Catatan Pena. (KLIKMADURA)

Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zaenal saat siniar dalam Program Catatan Pena. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Di balik gencarnya aksi-aksi sosial Bani Insan Peduli (BIP), tersimpan kisah yang sangat inspiratif dan menggetarkan hati.

Ali Zaenal, pendiri sekaligus CEO BIP, mengungkap bahwa seluruh gerakan besar yang ia jalankan berangkat dari bakti kepada sang ibunda yang telah wafat.

Dalam bincang eksklusif di program Catatan Pena Klik Madura, pria yang akrab disapa Bang Ali itu menegaskan, gerakan yang selama ini dilakukan tidak memiliki kaitan sedikit pun dengan politik. BIP merupakan persembahan untuk kedua orang tuanya, terutama ibu.

“Saya hanya ingin memastikan pahala untuk beliau tidak pernah putus,” ujar Ali dengan suara penuh ketulusan.

Baca juga :  BPD Gunung Kesan Akhirnya Angkat Bicara, Janjikan Pembangunan Jalan Segera Dimulai

Ali mengungkap, nama “Bani” yang melekat pada BIP merupakan marga sang ibunda. Penamaan itu bukan sekadar identitas, tetapi simbol cinta dan rindu yang ia wujudkan dalam bentuk aksi kemanusiaan.

Sejak kepergian ibundanya, Ali justru merasa semakin terdorong untuk memperluas manfaat BIP. Sebab, pahala dari kegiatan positif yang dilakukan akan mengalir kepada orang tuanya.

“Apa pun yang kita kerjakan sebagai anak, pahalanya otomatis mengalir kepada orang tua. Maka saya harus terus bergerak,” katanya.

Gerakan BIP yang masif tidak menutup kemungkinan memunculkan berbagai tudingan miring. Namun, Bang Ali menanggapinya dengan santai dan terus menebar manfaat dengan penuh keikhlasan.

Baca juga :  Ikhlaskan Kepergian Anak, Keluarga Korban Tragedi Kembang Api Maafkan Semua Pihak

“Nabi saja pernah disebut tukang sihir meskipun membawa kebenaran. Apalagi saya yang manusia biasa. Mau dibilang apa saja silakan. Saya tetap fokus menebar manfaat,” tegasnya.

Ali juga membagikan filosofi unik yang menjadi pegangan dalam setiap aktivitas sosial. Ia menyebutnya sebagai cara “membuat kejutan”.

“Prinsip saya simpel. Kita buat kejutan untuk manusia supaya mereka bahagia. Kalau manusia bahagia, maka Allah juga akan ‘terkejut’ dan bangga pada hambanya. Kalau Allah sudah rida, urusan dunia pasti dijaga,” ungkapnya.

Sederet program besar terus digulirkan BIP. Mulai dari penyediaan 30.000 paket sembako murah di Pamekasan dan Sumenep, program bedah rumah untuk warga kurang mampu hingga pembangunan Asrama Ainun.

Baca juga :  Puluhan Ribu Alumni Padati Haul Akbar dan Temu Alumni Ponpes Miftahul Ulum Bettet

Yakni, rumah tahfidz di Mojokerto yang peletakan batu pertamanya dihadiri tokoh ulama terkemuka di tanah air.

Semua program tersebut, kata Ali, dibiayai dari kantong pribadi hasil usaha di berbagai bidang. Mulai dari properti, toko emas dan berbagai jenis usaha lainnya.

“Kita jangan merasa enak tidur di ruangan ber-AC, sementara tetangga kita masih ada yang kelaparan,” tandasnya.

Kisah lengkap perjalanan Ali Zaenal membangun gerakan BIP sebagai bentuk cinta kepada ibunda dapat disaksikan di kanal YouTube Klik Madura. (nda)

Berita Terkait

Sengketa Lahan Sekolah Mulai Bermunculan, Bupati Pamekasan Turun Tangan Lakukan Pemetaan
Dituduh Belikan Istri Rumah Mewah dan Mobil Ratusan Juta Pakai APBD, Bupati Pamekasan Sebut Isu Murahan
Anggaran DBHCHT Rp 1,5 Miliar Tak Cukup, Ratusan Poktan Tembakau di Pamekasan Tak Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi
Lakukan Penyegelan, Kepala SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Polisikan Mantan Pengurus Yayasan
Azana Style Front One Hotel Madura Support Anniversary KCM, Bagikan Ratusan Snack Box untuk Peserta Lomba
CCTV Bongkar Aksi Komplotan Pencuri Emas, Dua Perempuan Ditangkap di NTB
Kawal Program MBG, PMMKP Gandeng ACCESS Lakukan Penelitian Anak Usia Dini
Jelang Iduladha, Peternakan Haji Hasan di Teja Timur Diserbu Pembeli Kambing Qurban

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:15 WIB

Sengketa Lahan Sekolah Mulai Bermunculan, Bupati Pamekasan Turun Tangan Lakukan Pemetaan

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:54 WIB

Dituduh Belikan Istri Rumah Mewah dan Mobil Ratusan Juta Pakai APBD, Bupati Pamekasan Sebut Isu Murahan

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:19 WIB

Anggaran DBHCHT Rp 1,5 Miliar Tak Cukup, Ratusan Poktan Tembakau di Pamekasan Tak Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:12 WIB

Lakukan Penyegelan, Kepala SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Polisikan Mantan Pengurus Yayasan

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:41 WIB

Azana Style Front One Hotel Madura Support Anniversary KCM, Bagikan Ratusan Snack Box untuk Peserta Lomba

Berita Terbaru

Opini

Tak Ada Herder di Bibir Penguasa

Jumat, 15 Mei 2026 - 04:12 WIB