Derita Palestina, Duka Kita Bersama

- Jurnalis

Minggu, 12 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Muzammil
Pemimpin Redaksi Klik Madura

SABTU, 7 Oktober 2023 menjadi awal mula hari-hari buruk bagi warga Palestina tahun ini. Langit yang biru tiba-tiba berubah hitam pekat akibat ledakan bom yang menghantam bangunan hingga alat-alat tempur.

Teriakan histeris terdengar di mana-mana. Sirene mengaung di sela-sela reruntuhan. Rumah sakit mendadak sesak. Ribuan nyawa melayang. Perempuan dan anak-anak pun turut menjadi korban.

Tentara Zionis Israel membabi buta. Tidak ada kompromi. Tidak ada ampun. Pertempuran yang terbilang singkat, tapi puluhan ribu nyawa warga sipil tak berdosa melayang.

Baca juga :  Demokrasi Junub

Al Jazeera mengabarkan bahwa total korban serangan Israel itu tembus 11.078 orang. Ironis. Dari total jumlah korbam itu, 4.506 di antaranya anak-anak dan 3.027 wanita.

Sekolah ditutup lantaran anak-anak yang mestinya mengenyam pendidikan harus syahid di tanah kelahiran yang menjelma menjadi medan perang.

Kutukan demi kutukan muncul dari berbagai penjuru dunia. Aksi solidaritas hingga desakan dari kepala negara agar dilakukan gencatan senjata terus digaungkan.

Tapi, yang terjadi, serangan semakin membabi buta. Bahkan, bom fosfor putih yang nyata dilarang dalam peperangan digunakan untuk menghancurkan tanah dan warga Palestina. Kejam. Keji. Tak bernurani.

Baca juga :  Peduli Palestina, SDI Al Munawwarah Pamekasan Serahkan Donasi Rp 32 Juta

Kekuatan super power militer Israel dikerahkan secara maksimal. Pasokan senjata dan alat perang terus dipasok oleh negara adikuasa Amerika. Permintaan gencatan senjata diabaikan.

Konflik Palestina-Israel berlangsung sangat lama. Sejak 2 November 1917 tepatnya. Entah berapa juta nyawa yang melayang. Entah berapa juta perempuan yang kehilangan suami dan anaknya. Entah berapa juta yatim yang lahir dari peperangan berkepanjangan itu.

Peperangan ini harus segera dihentikan. Kemerdekaan harus diberikan kepada bangsa Palestina. Seluruh umat harusnya mengukut agresi militer di tanah Palestina, karena derita Palestina adalah duka kita bersama.

Baca juga :  Palestina Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan Indonesia

Konflik Israel – Palestina tidak lagi berbicara soal kepentingan agama. Tapi, lebih pada kemanusiaan. Siapapun yang masih memiliki nurani, mari berbuat untuk kedamaian di tanah Palestina. Sekecil dan seperti apapun gerakan, harus terus dilakukan. Setidaknya, kita tidak diam. (*)

Berita Terkait

Tradisi Maulid Nabi di Madura Apakah Masih Akan Tetap Kuat di Generasi Muda?
Aracok Budhaja: Sebuah Catatan Merapal Ingatan, Masyarakat Blega Menjaga Kebudayaan
Berpikir Ala Lebah: Inspirasi Al-Qur’an Membangun Ilmu, Akhlak, dan Peradaban
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Prabowo dan Komisi 1 DPRD Sumenep
Sangkakala Demokrasi dan Absurditas Kekuasaan
Intelektual Tradisional itu Akademisi Yang Membeo
Dari Politik Kekuasaan Menuju Politik Perubahan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:33 WIB

Tradisi Maulid Nabi di Madura Apakah Masih Akan Tetap Kuat di Generasi Muda?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Aracok Budhaja: Sebuah Catatan Merapal Ingatan, Masyarakat Blega Menjaga Kebudayaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Berpikir Ala Lebah: Inspirasi Al-Qur’an Membangun Ilmu, Akhlak, dan Peradaban

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:02 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Senin, 22 Juni 2026 - 00:13 WIB

Prabowo dan Komisi 1 DPRD Sumenep

Berita Terbaru

Ketua KSMI Pamekasan, Mahfud (jas hitam) bersama tamu undangan usai menyerahkan trophi kepada tim MAN 2 Pamekasan yang keluar sebagai Juara 1 Kejurkab KSMI Pamekasan di lapangan Puri Dewata Mini Soccer (PDMS) Pamekasan. (KLIKMADURA)

Pamekasan

KSMI Pamekasan Sukses Jaring Atlet Berbakat Melalui Kejurkab

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:32 WIB

Tumpukan deriken dan tabung gas LPG di salah satu Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Pulau/Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

SUMENEP

Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 02:46 WIB