Lestraikan Budaya Karapan Sapi Tanggha’, 40 Pasang Sapi Adu Gagah di Desa Langsar

- Jurnalis

Sabtu, 13 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepasang sapi berada di lapangan bersiap mengikuti karapan sapi hias. (DOK. KLIKMADURA)

Sepasang sapi berada di lapangan bersiap mengikuti karapan sapi hias. (DOK. KLIKMADURA)

SUMENEP || KLIKMADURA – Sebanyak 40 pasang sapi meramaikan Karapan Sapi Hias atau Sapi Tanggha’ di Desa Langsar, Kampung Cemmanis, Kecamatan Saronggi, Sabtu (13/9/2025).

Tradisi tahunan ini digelar sebagai bentuk nadar sekaligus hiburan rakyat yang sudah melekat dalam budaya masyarakat Madura.

Suasana kian semarak ketika tuan rumah, Saleh, membuka acara secara resmi dengan menurunkan sapi kebanggaannya, Raksah Salapangan, yang mendapat nomor keleles 1.

Dentuman musik khas Saronen dan tarian tradisional turut mengiringi jalannya perlombaan yang disambut antusiasme ribuan warga.

“Peserta kali ini datang dari lima desa, yakni Batuputih, Tanjung, Kebundadap Timur, Tanah Merah, dan Kebundadap Barat,” ujar Musder, salah satu panitia penyelenggara.

Baca juga :  Sumenep KLB Campak, 17 Orang Meninggal, Gubernur Khofifah Kirim 9.825 Vaksin MR

Ia menegaskan, jalannya acara berlangsung tertib. Sapi-sapi dilepas dari arah timur ke barat dengan diiringi musik tradisional sebelum akhirnya berlomba satu per satu.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah berupa sarung BHS atau samper yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.

Kepala Desa Langsar, Didik Supriono, menyampaikan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Peternakan (Himapet) Universitas Madura (Unira) yang turut mendukung jalannya acara.

“Tradisi ini sudah menjadi identitas adat kami. Harapan saya, anak muda dan dunia pendidikan ikut menjaga serta melestarikannya. Apalagi hanya Unira yang punya jurusan peternakan di Madura. Ini kesempatan besar bagi generasi muda untuk menyentuh tradisi dengan sentuhan ilmu pengetahuan,” tegas Didik.

Baca juga :  Ini Dia, Ajeng Ayu Syarifah si Penyumbang Emas Pertama untuk Sumenep di Porprov Jatim 2023

Perwakilan Himapet Unira, Rozak, menegaskan komitmen mahasiswa dalam menjaga budaya Madura.
Harapannya, tradisi leluhur itu bisa terus dilestarikan.

“Kami hadir untuk sosialisasi budaya melalui Sapi Tanggha’ ini. Harapan kami, tradisi ini semakin dikenal luas, diminati generasi muda, dan tidak punah,” ucapnya.

Karapan Sapi Hias di Desa Langsar digelar tiga kali dalam setahun. Selain menjadi simbol identitas budaya Madura, acara ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga dan wadah menjaga tradisi leluhur. (nda)

Berita Terkait

Peduli Lingkungan, Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Halaqah dan Deklarasi Lintas Sektor
PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa
Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak
Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 
Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan
Geger! Warga Batang-Batang Sumenep Temukan Mayat Perempuan Terbakar di Tegalan
311 Pil Y Diamankan di Gapura Sumenep, Polisi Ungkap Dugaan Peredaran Okerbaya
Refleksi Maulid Nabi, Rektor UIM Ajak Civitas Akademika Teladani Akhlak Rasulullah

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:52 WIB

Peduli Lingkungan, Lakpesdam PCNU Sumenep Gelar Halaqah dan Deklarasi Lintas Sektor

Senin, 7 September 2026 - 04:57 WIB

PAN Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Sumenep Minta Presiden Evaluasi hingga Copot Menteri Desa

Rabu, 2 September 2026 - 15:28 WIB

Pulau Saobi Gelap Gulita Akibat PLTS Tak Beroperasi Normal, Nelayan hingga Siswa Terdampak

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:39 WIB

Gagahi Perempuan 17 Tahun, Polresta Sumenep Tangkap Pria 41 Tahun 

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Pertamina Urat Nadi Kehidupan Warga Kepulauan

Berita Terbaru

Opini

Imajinasi Pemekaran Kabupaten Kepulauan Kangean

Sabtu, 19 Sep 2026 - 09:55 WIB