Ratusan Siswa di Kabupaten Sampang Putus Sekolah, Apa Penyebabnya?

- Jurnalis

Jumat, 25 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG || KLIKMADURA – Angka putus sekolah di Kabupaten Sampang masih terbilang tinggi. Khususmya, siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Pada tahun ajaran 2022-2023, sebanyai 263 siswa putus sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang, Mas’odi Hadiwijaya, mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi penyebab banyaknya siswa putus sekolah.

Hasilnya, ditemukan bahwa faktor penyebab siswa putus sekolah bukan karena keterbatasan biaya atau mahalnya biaya pendidikan. Tetapi, karena faktor lingkungan.

“Faktor sosial pendidikan sangat mempengaruhi keberlanjutan atau putusnya pendidikan siswa,” ujarnya, Jum’at, (25/10/2024).

Baca juga :  Gelar Rapat Paripurna Peringatan Harjad ke-493, Ketua Dewan: Pamekasan Harmoni

Upaya penyadaran terkait pentingnya pendidikan bagi anak-anak terus dilakukan. Tujuannya, agar keinginan siswa melanjutkan pendidikan terus tumbuh.

Total siswa di bawah Cabang Disdik Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang sebanyak 22,113 siswa yang mengenyam pendidikan di 172 sekolah.

“Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 91 lembaga, Sekolah Menengah Atas (SMA) 79 lembaga, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) 2 lembaga,” jelasnya.

Mas’odi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong agar para siswa semangat belajar dan melanjutkan pendidikan. Harapannya, angka putus semakin sedikit.

“Pendidikan sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Kami akan terus berupaya agar tidak ada lagi siswa yang putus sekolah,” tandasnya. (san/diend)

Baca juga :  635 Lembaga PAUD di Kabupaten Sampang Tidak Terakreditasi

Berita Terkait

Dipicu Asmara Tak Direstui, Bentrok Berdarah Tiga Orang Pecah di Sampang
Dua Surat Edaran Tak Digubris, Pengelolaan Sampah Dapur MBG di Sampang Masih Semrawut
Dokter RSUD dr. Mohammad Zyn dan Juru Parkir Diciduk Kasus Dugaan Sabu, Manajemen Siapkan Sanksi Pemecatan
Imigrasi Pamekasan Kukuhkan Desa Omben sebagai Desa Binaan, Perkuat Pencegahan PMI Nonprosedural
Pj Kades Banyukapah Buka Suara Soal Polemik Bansos Misnati, Tegaskan Penyaluran Sesuai Aturan
Jelang Penentuan Pj Sekda Sampang, Tokoh Agama Dorong Choirijah Masuk Bursa Kandidat
Sidang Kasus Rudapaksa Bergilir di Sampang Berlanjut, Enam ABH Kompak Ajukan Pembelaan
TNI Kebut Pembangunan Sumur Bor dan Tandon di Desa Panyepen Sampang

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:21 WIB

Dipicu Asmara Tak Direstui, Bentrok Berdarah Tiga Orang Pecah di Sampang

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:51 WIB

Dua Surat Edaran Tak Digubris, Pengelolaan Sampah Dapur MBG di Sampang Masih Semrawut

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:17 WIB

Dokter RSUD dr. Mohammad Zyn dan Juru Parkir Diciduk Kasus Dugaan Sabu, Manajemen Siapkan Sanksi Pemecatan

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:25 WIB

Imigrasi Pamekasan Kukuhkan Desa Omben sebagai Desa Binaan, Perkuat Pencegahan PMI Nonprosedural

Kamis, 23 Juli 2026 - 05:26 WIB

Pj Kades Banyukapah Buka Suara Soal Polemik Bansos Misnati, Tegaskan Penyaluran Sesuai Aturan

Berita Terbaru