SAMPANG || KLIKMADURA – Malam menjelang peringatan 17 Agustus tidak hanya diisi dengan berbagai persiapan menyambut Hari Kemerdekaan. Di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Sampang, suasana justru dibuat hening.
Tujuannya, untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan Indonesia.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi hadir dalam Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat malam (14/8/2026).
“Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting untuk memberikan penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raganya,” katanya.
Apel dipimpin Kapolres Sampang AKBP Anang Ardiansyah. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang turut hadir.
Di antaranya Ketua DPRD Sampang H. Rudi Kurniawan, Dandim 0828 Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Sampang Diecky Eka Koes Andriansyah.
Renungan suci menjadi bagian dari tradisi kenegaraan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Para peserta berkumpul di kompleks makam para pejuang untuk memberikan penghormatan kepada mereka yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemadaman lampu dan penyalaan obor secara serentak. Dalam suasana gelap dan tenang, naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci kemudian dibacakan di hadapan para peserta.
Tidak ada sorak-sorai seperti yang biasa terdengar dalam berbagai perayaan kemerdekaan. Para peserta berdiri dalam keheningan saat penghormatan diberikan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan doa bersama.
Kehadiran Bupati Sampang bersama jajaran Forkopimda menegaskan bahwa renungan suci bukan sekadar agenda menjelang upacara 17 Agustus.
Di tempat tersebut, nama-nama yang dimakamkan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Delapan puluh satu tahun setelah Indonesia merdeka, penghormatan kepada para pahlawan kembali dilakukan di tempat mereka bersemayam.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengingat kembali nilai perjuangan, kecintaan terhadap tanah air, serta tanggung jawab generasi sekarang dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ali/nda)














