Kontrak Segera Berakhir, 3.214 PPPK Paruh Waktu di Sampang Harap-Harap Cemas

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang. (DOK. KLIKMADURA)

Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang. (DOK. KLIKMADURA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang kini mulai harap-harap cemas.

Masa kontrak mereka akan berakhir pada akhir Oktober 2026, sementara kepastian siapa yang akan kembali diperpanjang masih menunggu hasil evaluasi dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang, Arif Lukman Hidayat, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada seluruh OPD terkait rencana pengusulan perpanjangan kontrak PPPK Paruh Waktu.

Namun, BKPSDM belum dapat memastikan jumlah pegawai yang nantinya kembali mendapatkan perpanjangan kontrak. Sebab, proses awal pengusulan berada di masing-masing OPD tempat PPPK Paruh Waktu tersebut bertugas.

Setiap OPD akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pegawai sebelum menentukan nama-nama yang akan diusulkan untuk melanjutkan kontrak.

“Sedangkan masa berakhirnya kontrak PPPK Paruh Waktu itu kan akhir Oktober 2026. Nanti pertengahan Oktober masing-masing OPD agar segera mengusulkan siapa saja yang akan diperpanjang,” kata Arif Lukman Hidayat, Sabtu (3/10/2026).

Baca juga :  Kesehatan Siswa SDN Panggung 1 Sampang Dipantau Sejak Dini Lewat Layanan Gratis

Menurut Arif, evaluasi dilakukan karena masing-masing OPD dinilai lebih mengetahui rekam kerja dan kinerja PPPK Paruh Waktu selama menjalankan tugas.

Dengan demikian, perpanjangan kontrak tidak serta-merta diberikan kepada seluruh PPPK Paruh Waktu. Masing-masing OPD akan menentukan pegawai yang diusulkan berdasarkan hasil evaluasi internal.

“Nah, dari situlah, apakah tetap mengusulkan, atau ada yang diberhentikan, atau lainnya. Sedangkan untuk jumlah awal PPPK Paruh Waktu di Sampang kurang lebih sebanyak 3.230 orang. Dan yang telah mengundurkan diri ada sebanyak 16 orang,” jelasnya.

Dengan adanya 16 pegawai yang mengundurkan diri, jumlah PPPK Paruh Waktu yang saat ini masih bekerja di lingkungan Pemkab Sampang sekitar 3.214 orang.

Namun, angka tersebut belum dapat menjadi patokan jumlah pegawai yang akan mendapatkan perpanjangan kontrak. Hasil evaluasi masing-masing OPD masih menjadi penentu terhadap komposisi pegawai yang nantinya diusulkan untuk melanjutkan masa kerja.

Baca juga :  Menu MBG SPPG Polagan 3 Sampang Dinilai Jauh Dari Standar BGN, Kepsek Mengeluh

Kepastian mengenai nama-nama yang akan diusulkan diperkirakan mulai terlihat pada pertengahan Oktober 2026. Saat itu, masing-masing OPD diminta menyampaikan hasil evaluasi sekaligus daftar PPPK Paruh Waktu yang diusulkan untuk diperpanjang.

“Yang jelas nanti pertengahan Oktober akan diketahui, apakah dari evaluasinya atau berkinerja mungkin dilanjut atau yang tidak berkinerja dan ataupun ada yang memundurkan diri,” ujarnya.

Untuk mendukung proses tersebut, BKPSDM Sampang juga tengah menyiapkan aplikasi pengusulan perpanjangan kontrak. Aplikasi tersebut disiapkan agar proses pengusulan dari masing-masing OPD dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tertata.

Di tengah proses evaluasi tersebut, ketidakpastian mengenai kelanjutan kontrak juga dirasakan para PPPK Paruh Waktu. Mereka kini masih menunggu hasil penilaian dari instansi masing-masing.

Baca juga :  Polres Sampang Ungkap Kasus Pencurian Motor di Banyuates, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Salah seorang PPPK Paruh Waktu di Sampang yang meminta namanya tidak disebutkan mengaku berharap dapat kembali melanjutkan masa kerjanya.

Keputusan menjadi PPPK Paruh Waktu, kata dia, sebelumnya diambil dengan berbagai pertimbangan. Bahkan, ia mengaku harus mengorbankan pendidikan yang sedang ditempuh.

“Saat diterima PPPK Paruh Waktu saya sampai memutuskan berhenti kuliah. Sudah pasti kecewa kalau sampai tidak dapat perpanjangan,” ungkapnya.

Menurutnya, ketidakpastian mengenai kelanjutan kontrak membuat para pegawai masih harus menunggu keputusan dari masing-masing OPD. Terlebih, masa kontrak akan segera berakhir sehingga hasil evaluasi menjadi sesuatu yang sangat dinantikan.

Hingga kini, ribuan PPPK Paruh Waktu di Sampang masih menunggu hasil evaluasi dari instansi masing-masing. Kepastian siapa yang dapat melanjutkan pengabdian dan siapa yang tidak, baru akan semakin terang setelah usulan perpanjangan mulai disampaikan pada pertengahan Oktober 2026. (ali/nda)

Berita Terkait

Diduga Cabuli Gadis Berusia 13 Tahun, Pria 54 Tahun Asal Kecamatan Kedungdung Terancam Membusuk di Penjara
Yakin Anaknya Disantet, Lansia 80 Tahun di Sokobanah Sampang Bunuh Tetangga
Bakesbangpol Sampang Soroti Jejak Dana Parpol, Penggunaan APBD Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
PAD Parkir Sampang Baru Rp2,3 Miliar, Dishub Dikejar Target APBD Rp3,5 Miliar
Petani 70 Tahun di Sokobanah Sampang Tewas Usai Dipukul Pria 80 Tahun
Tertabrak Motor Saat Menyeberang, Pejalan Kaki Tewas di Jalan Raya Kedungdung Sampang
Nyanyian Sumbang Eks Kadisdik Sampang, Pengajuan JC Fadeli Tak Kunjung Diterima Kejari
Lima Kawasan Pesisir Sampang Diusulkan Jadi Kampung Nelayan, Desa Dharma Mulai Digarap

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 02:15 WIB

Kontrak Segera Berakhir, 3.214 PPPK Paruh Waktu di Sampang Harap-Harap Cemas

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Diduga Cabuli Gadis Berusia 13 Tahun, Pria 54 Tahun Asal Kecamatan Kedungdung Terancam Membusuk di Penjara

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Yakin Anaknya Disantet, Lansia 80 Tahun di Sokobanah Sampang Bunuh Tetangga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:40 WIB

Bakesbangpol Sampang Soroti Jejak Dana Parpol, Penggunaan APBD Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:21 WIB

PAD Parkir Sampang Baru Rp2,3 Miliar, Dishub Dikejar Target APBD Rp3,5 Miliar

Berita Terbaru