Aktivis Ungkap Bobrok Realisasi PKH di Sampang, Ratusan Kartu Dipegang Agen Brilink 

- Jurnalis

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis FAM saat audiensi dengan sejumlah pihak terkait temuan kartu PKH dipegang agen Brilink. (ISTIMEWA)

Aktivis FAM saat audiensi dengan sejumlah pihak terkait temuan kartu PKH dipegang agen Brilink. (ISTIMEWA)

SAMPANG || KLIKMADURA – Dugaan penyalahgunaan bantuan sosial kembali mencuat di Kabupaten Sampang. Puluhan Kartu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, diduga ditahan oleh oknum agen Brilink.

Lebih memprihatinkan lagi, muncul laporan adanya pemotongan bantuan dengan nilai bervariasi hingga mencapai Rp1 juta per penerima.

Kasus ini terungkap setelah Forum Aktivis Madura (FAM) menerima laporan masyarakat yang kemudian viral di media sosial, terutama TikTok.

Menindaklanjuti aduan itu, FAM langsung melakukan pemeriksaan lapangan dan menemukan sedikitnya 113 kartu PKH ditahan agen Brilink, disertai indikasi pemotongan bantuan dalam jumlah yang cukup besar.

Baca juga :  Pelaku Pembunuhan Keji di Sampang Ternyata Perempuan Berusia 23 Tahun

Untuk merespons keresahan masyarakat, FAM menggelar audiensi pada Rabu (1/10/2025) bersama sejumlah pihak terkait. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang Edi Subinto dan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Erwin Elmi Syahrial.

Kemudian, perwakilan Bank BRI, Korkab PKH Sampang Nanang Muldianto, serta Korcam PKH Sreseh Khotibul Umam. Dalam pertemuan itu, Khotibul Umam mengakui adanya penahanan kartu dengan alasan titipan dari masyarakat.

Menurutnya, ada sekitar 113 KPM yang kartunya dititipkan kepada agen Brilink karena takut hilang. Pernyataan itu diperkuat oleh Korkab PKH Sampang Nanang Muldianto, yang menyebut hasil verifikasi di lapangan menemukan sekitar 20 KPM mengaku menitipkan kartu kepada agen Brilink bernama Romlah.

Baca juga :  Bertekad Bangun Madura, Nurul Huda Bakal Optimalkan Peran Serta Pemuda

Namun, Forum Aktivis Madura menilai alasan titipan tidak bisa dijadikan pembenaran.

Samsul Arifin selaku Ketua FAM menegaskan temuan di lapangan justru menunjukkan adanya praktik penyalahgunaan yang lebih serius.

Dia menyebut, selain penahanan kartu, terdapat dugaan pemotongan bantuan hingga Rp600 ribu sampai Rp1 juta per penerima. Menurutnya, praktik semacam ini jelas merugikan masyarakat dan melanggar aturan.

Samsul mengingatkan, Peraturan Menteri Sosial Nomor 1 Tahun 2018 Pasal 39 Ayat 2 secara tegas melarang adanya pemotongan bantuan PKH dengan alasan apapun.

Bahkan, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin menyebut pelaku penyalahgunaan bansos bisa dipidana hingga 5 tahun penjara dan didenda Rp500 juta.

Baca juga :  ATM dan Buku Tabungan Penerima PKH Dikuasai Pendamping, Aktivis Ancam Tempuh Jalur Hukum

Samsul menegaskan, pekan depan pihaknya akan resmi melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum serta mendesak agar agen Brilink yang terlibat diproses hukum dan dicabut izinnya secara permanen.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang Edi Subinto menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai aturan.

Dia menekankan, bantuan sosial tidak boleh disalahgunakan dan jika terbukti ada pelanggaran, maka harus ada konsekuensi yang tegas. (san/nda)

Berita Terkait

Dicap Londo Ireng oleh Presiden Prabowo, Kuli Tinta Kota Bahari Turun Jalan
165 Dapur MBG Sampang Masih Bergantung pada Supplier Besar, Koperasi Desa dan Petani Lokal Belum Jadi Penopang
Gotong Royong Bangkit di Desa Panyepen, Warga dan TNI Bahu Membahu Sukseskan TMMD ke-129
Rektor USG Siapkan Beasiswa bagi Ratusan Santri Ponpes Miftahul Ulum Al-Hasani
Dua Proyek Irigasi Kelilingi Satu Sawah, LIRA Pertanyakan Manfaat P3-TGAI di Sampang
Disambut Musik Daul dan Tarian Madura, AKBP Anang Hardiyanto Resmi Nahkodai Polres Sampang
Duta Genre Disiapkan Jadi Garda Depan Indonesia Emas 2045, Pemkab Sampang Fokus Cetak Remaja Berkualitas
Dipicu Asmara Tak Direstui, Bentrok Berdarah Tiga Orang Pecah di Sampang

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:26 WIB

Dicap Londo Ireng oleh Presiden Prabowo, Kuli Tinta Kota Bahari Turun Jalan

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:57 WIB

165 Dapur MBG Sampang Masih Bergantung pada Supplier Besar, Koperasi Desa dan Petani Lokal Belum Jadi Penopang

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:35 WIB

Gotong Royong Bangkit di Desa Panyepen, Warga dan TNI Bahu Membahu Sukseskan TMMD ke-129

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:12 WIB

Rektor USG Siapkan Beasiswa bagi Ratusan Santri Ponpes Miftahul Ulum Al-Hasani

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:27 WIB

Dua Proyek Irigasi Kelilingi Satu Sawah, LIRA Pertanyakan Manfaat P3-TGAI di Sampang

Berita Terbaru