SAMPANG || KLIKMADURA – Kepedulian terhadap lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Krakatau diwujudkan insan pers di Kabupaten Sampang melalui doa bersama dan aksi sosial.
Para wartawan berkumpul, membaca Surah Yasin, memanjatkan doa, kemudian membagikan makanan kepada masyarakat di kawasan pusat Kota Sampang.
Kegiatan yang berlangsung di sekitar Monumen Trunojoyo Sampang, Minggu (13/9/2026), tersebut menjadi bentuk solidaritas sesama jurnalis sekaligus ikhtiar moral agar lima wartawan yang masih dalam pencarian Tim SAR bersama awak kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin. Setelah itu, para jurnalis melanjutkannya dengan doa bersama yang secara khusus ditujukan bagi keselamatan lima rekan mereka yang tengah menghadapi musibah saat menjalankan tugas jurnalistik.
Usai doa bersama, kegiatan berlanjut dengan aksi sosial. Para jurnalis turun langsung membagikan makanan kepada warga yang beraktivitas dan mencari penghasilan di sekitar pusat kota.
Makanan dibagikan kepada sejumlah pelaku UMKM, pengemudi becak hingga tukang parkir. Aksi tersebut menjadi bagian dari kegiatan sosial sekaligus pesan bahwa solidaritas tidak selalu harus disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui doa dan kepedulian kepada masyarakat.
Perwakilan jurnalis Kabupaten Sampang, Hendrik, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama insan pers yang sedang tertimpa musibah ketika menjalankan tugas.
“Kami dari asosiasi jurnalis yang ada di Kabupaten Sampang menggelar doa bersama, dimulai dengan pembacaan Yasin dan pembagian nasi untuk para pengendara becak. Ini dalam rangka mendoakan sahabat-sahabat kita yang saat ini masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR,” kata Hendrik.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga bentuk dukungan moral dari jurnalis Sampang terhadap rekan-rekan mereka yang masih dalam pencarian.
“Kami merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi mendoakan agar kelima rekan jurnalis beserta awak kapal segera ditemukan. Bagaimanapun, mereka sedang menjalankan tugas mulia, yaitu tugas peliputan,” ujarnya.
Hendrik berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi bagian dari ikhtiar agar proses pencarian segera membuahkan hasil. Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi wartawan yang masih menjalankan aktivitas di lapangan agar tidak mengabaikan faktor keselamatan dalam menjalankan tugas.
“Harapan kami tentu lima jurnalis ini bisa segera ditemukan. Selain itu, ini menjadi pengingat bagi kita semua teman-teman jurnalis di Sampang bahwa dalam menjalankan tugas jurnalistik, sangat penting memperhatikan keselamatan diri” tuturnya.
Ia mengingatkan agar setiap kegiatan peliputan, terutama di lokasi dengan risiko tinggi, dibarengi persiapan dan perlengkapan keselamatan yang memadai.
Sebab, di balik profesi jurnalistik yang setiap hari mencari dan menyampaikan informasi kepada publik, tetap ada sisi kemanusiaan serta keselamatan yang harus dijaga. (ali/nda)














