Dukung Madura Provinsi, Akhmad Makruf Ingatkan Elite Move On dari Ketergantungan APBN

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presdir Wiraraja Indonesia sekaligus Ketum Saudagar Madura Akhmad Ma'ruf Maula saat ikut aksi bela Palestina di Amerika beberapa waktu lalu.

Presdir Wiraraja Indonesia sekaligus Ketum Saudagar Madura Akhmad Ma'ruf Maula saat ikut aksi bela Palestina di Amerika beberapa waktu lalu.

MADURA || KLIKMADURA – Gagasan pembentukan Provinsi Madura mendapat dukungan penuh dari Presiden Direktur PT. Wiraraja Group, Akhmad Makruf Maulana.

Namun, dia memperingatkan agar Madura tidak terjebak pada pola lama yang terlalu politis dan bergantung pada anggaran negara. Menurut Makruf, sudah saatnya berpikir serius menjadikan Madura sebagai kawasan industri.

“Saya melihat sekarang Madura itu lebih kental ke politiknya daripada ke industrialisasinya. Orientasinya selalu program-program APBN,” kata Akhmad Makruf Maulana.

Menurutnya, jika Madura benar-benar ingin terwujud sebagai provinsi, maka arah pembangunan harus jelas. Yakni, menjadi provinsi industrialisasi, bukan sekadar provinsi politik.

Baca juga :  Membanggakan! Imamah si Anak Desa Sandang Gelar Doktor Teknik Elektro dengan IPK Sempurna

“Kalau Madura mau jadi provinsi, harus menjadi kota industrialisasi, bukan hanya provinsi politik. Dengan begitu dampak kesejahteraannya bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Makruf menilai, selama ini Madura seolah hanya dijadikan “objek” untuk menyerap anggaran pusat tanpa visi jangka panjang membangun kemandirian ekonomi.

“Saya melihat Madura itu hanya mau jadi tempat sukses mengambil program-program APBN. Tidak pernah berpikir bagaimana Madura menjadi kota industrialisasi,” ujarnya.

Padahal, lanjut Makruf, potensi industrialisasi Madura sangat besar. Namun, kendala utamanya terletak pada sumber daya manusia dan pola pikir yang belum berubah.

Baca juga :  Akhmad Ma'ruf Bakal Bangun Perusahaan Energi Baru Terbarukan di Madura, Butuh 200 Hektare Lahan dan 50 Ribu Pekerja

“Potensi industrialisasi Madura itu sangat besar sekali. Tapi SDM-nya harus diubah, mindset-nya harus diubah,” katanya.

Ia menyebut, perubahan pola pikir justru banyak datang dari orang-orang Madura yang berada di luar daerah. Namun ironisnya, sebagian besar hanya terlibat di dunia politik, bukan industri.

“Orang Madura di luar kebanyakan politisi. Yang benar-benar bermain di industrialisasi berskala internasional, bisa dikatakan saya ini satu-satunya,” ungkapnya.

Makruf juga melontarkan kritik keras terhadap tokoh-tokoh senior Madura yang dinilainya belum mampu mengikuti perubahan zaman.

“Tokoh-tokoh Madura itu masih tidak move on. Seolah-olah, kalau mau jadi provinsi, harus lewat tokoh tertentu, harus dapat restu tokoh tertentu,” sindirnya.

Baca juga :  Pantas Ingin Pisah dari Jawa Timur, Ternyata Madura Pernah Jadi Negara, Begini Sejarahnya

Menurutnya, pola pikir semacam itu sudah usang dan tidak relevan dengan tantangan global saat ini.

“Zaman sudah berubah. Orang sudah sampai ke bulan, sekarang perang ekonomi, bukan perang adu sakti, adu keris, atau nostalgia kerajaan masa lalu,” tegas Makruf.

Ia menilai, selama ini masyarakat Madura hanya dijadikan segmen politik yang dimanfaatkan setiap lima tahun sekali, tanpa upaya serius membangun fondasi ekonomi yang kuat.

“Madura ini pekerja keras. Tapi sayangnya, masyarakat hanya dijadikan segmen politik lima tahunan,” tandasnya. (nda)

Berita Terkait

Terseret Korupsi BSPS Sumenep, Tenaga Ahli Mantan Anggota DPR RI Masuk Bui
Dinilai Lecehkan Kiai dan Pondok Pesantren, GP Ansor Jatim Resmi Laporkan Trans7 ke Polda Jatim
UNISSULA-PERDESTI Berkolaborasi, Siap Jadi Pusat Inovasi Estetika Medis di Indonesia
Jelang Demo 3 September, Forum Intelektual Jatim Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas
LBH PW GP Ansor Jatim Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan Kematian M. Alfan
Terbukti Korupsi Dana Hibah Jatim, Mantan Anggota DPRD Pamekasan Zamachsary Divonis 1,6 Tahun
Dalami Kasus Dugaan Ujaran Kebencian terhadap NU dan Muassis, Polda Jatim Panggil Pelapor
Serius Kawal Kasus Pengrusakan Mangrove, Nelayan Pamekasan Minta Pendampingan GMNI Jatim

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:21 WIB

Dukung Madura Provinsi, Akhmad Makruf Ingatkan Elite Move On dari Ketergantungan APBN

Selasa, 27 Januari 2026 - 05:41 WIB

Terseret Korupsi BSPS Sumenep, Tenaga Ahli Mantan Anggota DPR RI Masuk Bui

Selasa, 14 Oktober 2025 - 14:04 WIB

Dinilai Lecehkan Kiai dan Pondok Pesantren, GP Ansor Jatim Resmi Laporkan Trans7 ke Polda Jatim

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:18 WIB

UNISSULA-PERDESTI Berkolaborasi, Siap Jadi Pusat Inovasi Estetika Medis di Indonesia

Selasa, 26 Agustus 2025 - 02:34 WIB

Jelang Demo 3 September, Forum Intelektual Jatim Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru

Pengendara melintas di halaman Kantor DPRD Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Pamekasan

Raperda Hiburan dan Olahraga Masuk Propemperda 2026

Sabtu, 7 Feb 2026 - 10:41 WIB