UIN Madura Dorong Kemandirian Petani Lewat Pelatihan Potensi Lokal

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UIN Madura menggelar pelatihan di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. (KLIKMADURA)

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UIN Madura menggelar pelatihan di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. (KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) UIN Madura menggelar kegiatan penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat di Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

Program tersebut berfokus pada peningkatan daya saing berbasis potensi lokal agar masyarakat lebih mandiri dan produktif.

Kegiatan berlangsung Minggu 12 Oktober 2025 di rumah salah satu kepala dusun dan diikuti 20 warga Desa Pegantenan. Sekretaris Desa Pegantenan Danis Eka Putri Budiyanto turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut.

Narasumber utama, Ir Koesnanto memaparkan strategi pengembangan potensi lokal berbasis kemandirian masyarakat desa. Praktisi pertanian asal Blitar menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi antarwarga untuk memperkuat daya saing ekonomi masyarakat.

Baca juga :  Warga Sampang Belum Terima Undangan hingga H-1 Pencoblosan, Khawatir Disalahgunakan

Koesnanto memberikan pelatihan teknis mulai dari pemilihan bibit unggul, pemupukan seimbang, hingga perawatan pohon sesuai fase pertumbuhan.

Dia berharap, praktik budidaya yang terarah mampu mengembalikan cita rasa manis durian Pegantenan sebagai kebanggaan lokal.

“Kemandirian desa dapat tumbuh bila masyarakat mampu mengenali potensi yang dimiliki dan mengelolanya secara berkelanjutan. Penguatan kapasitas SDM menjadi kunci menuju desa yang maju dan mandiri,” ujar Koesnanto.

Tim pelaksana PKM terdiri dari Fithriyah Rahmawati, Faraniena Yunaeni Risdiana, Hafidlatul Fauzuna, Mohammad Arifin Alatas, dan Risma Sulistiyani.

Mereka fokus memberikan pendampingan serta peningkatan kapasitas masyarakat di bidang pertanian dan ekonomi kreatif.

Baca juga :  Jelang Hitung Ulang, KPU Pamekasan Pindahkan 15 Kotak Surat Suara ke Mapolda Jatim

Ketua tim Fithriyah Rahmawati menilai durian Pegantenan memiliki potensi unggul yang harus dijaga. Dia menekankan pentingnya perawatan, pemilihan bibit unggul, dan penanganan pascapanen untuk menjaga kualitas durian khas Pegantenan.

“Durian Pegantenan sudah menjadi ikon yang membanggakan bagi masyarakat. Tugas kita sekarang menjaga konsistensi kualitas dan memperluas jangkauan pemasarannya agar semakin dikenal luas,” kata Fithriyah.

Selain fokus pada durian, tim juga memberikan sosialisasi budidaya melon yang dinilai cocok dengan kondisi tanah Pegantenan. Komoditas itu diharapkan menjadi alternatif baru untuk meningkatkan pendapatan petani.

Baca juga :  Antrean Mengular di Sejumlah SPBU Pamekasan, Pertamina Berdalih Konsumen Datang Bersamaan karena Khawatir Kehabisan

Warga desa menyambut baik kegiatan tersebut dan berterima kasih atas perhatian dari pihak kampus.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan dari tim pengabdian. Harapannya durian Pegantenan bisa kembali seperti dulu, manis, harum, dan menjadi kebanggaan kami semua,” ujar salah satu peserta.

Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat Pegantenan mengoptimalkan potensi durian dan pertanian lokal. Dengan penguatan kapasitas, petani bisa menjadi lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing. (nda)

Berita Terkait

Ditanya Soal Pemecatan Dua Karyawan, Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Justru Diskreditkan Jurnalis: Bodrex Ya?
Soroti Pelecehan Anak di Lembaga Pendidikan, Bupati Pamekasan Tekankan Peran Orang Tua
Tersisa Dua Bulan, DPRD Pamekasan Desak Pemkab Tancap Gas Realisasikan Perubahan APBD 2026
Antrean Solar Mengular di Pamekasan, Sopir Terjebak Berjam-jam di SPBU
Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih
Diduga Cabuli Santri Berulang Kali, Guru Madrasah di Pamekasan Dilaporkan ke Polisi
Arogansi SDIT Al-Uswah terhadap Dua Karyawan, Dikeluarkan dari Grup WA Tanpa Sebab Lalu Dipecat
Disangka Boneka, Ternyata Mayat MrX Tergeletak Membusuk di Ladang Petani Pamekasan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Ditanya Soal Pemecatan Dua Karyawan, Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan Justru Diskreditkan Jurnalis: Bodrex Ya?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Soroti Pelecehan Anak di Lembaga Pendidikan, Bupati Pamekasan Tekankan Peran Orang Tua

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:36 WIB

Tersisa Dua Bulan, DPRD Pamekasan Desak Pemkab Tancap Gas Realisasikan Perubahan APBD 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Antrean Solar Mengular di Pamekasan, Sopir Terjebak Berjam-jam di SPBU

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Peringati HLN ke-81, PLN UP3 Madura Bantu Warga Pamekasan Hadapi Krisis Air Bersih

Berita Terbaru