Terkait Kasus Perundungan, Disdikbud Pamekasan Tegur SMPN 2 Pademawu

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CERIA: Siswa SMPN 2 Pademawu berada di sekitar sekolah. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

CERIA: Siswa SMPN 2 Pademawu berada di sekitar sekolah. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Kasus perundungan dan pemukulan siswa SMPN 2 Pademawu terus berbuntut terus begulir di Mapolres Pamekasan. Bahkan, kasus tersebut sudah masuk tahap penyidikan.

Di samping itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan juga bergerak. Salah satunya, memberikan teguran kepada sekolah yang bersangkutan.

“Iya mungkin pihak sekolah merasa bisa menyelesaikannya sendiri, tapi nyatanya memang tidak sesederhana itu,” tegas Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohammad Alwi.

Menurut dia, setiap permasalahan di sekolah, apalagi yang tergolong berat seperti kekerasan atau perundungan harus segera disampaikan kepada keluarga siswa. Sekolah diwajibkan memanggil orang tua agar tidak ada kasus yang ditutup-tutupi.

Baca juga :  Angin Kencang Terjang Pamekasan, 26 Desa di 7 Kecamatan Terdampak

Mantan Kepala Disdukcapil Pamekasan itu tidak menampik bahwa kasus perundungan masih kerap terjadi di sekolah-sekolah. Bedanya, beberapa kasus menjadi sorotan lantaran viral di media sosial.

“Iya, tentu masih ada setiap tahunnya. Makanya kami dari Disdikbud Pamekasan selalu mewanti-wanti ke semua sekolah agar perundungan tidak terjadi. Sudah kami sampaikan dan itu selalu,” ujarnya.

Alwi juga menegaskan akan terus memperkuat Tim Penanganan dan Pencegahan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan. Menurutnya, tim tersebut harus aktif bekerja, bukan sekadar formalitas di atas kertas.

Baca juga :  Tekan Pelanggaran Disiplin Guru, Disdikbud Pamekasan Gelar Sosialisasi

Terpisah, Plt Kepala SMPN 2 Pademawu, Suharyono, enggan berkomentar banyak terkait kasus ini. Ia mengaku fokus mengikuti instruksi Disdikbud Pamekasan.

“Saya tidak mau menanggapi hal itu. Yang intinya saya mau menjalankan perintah dari Disdikbud saja,” singkatnya.

Untuk diketahui, peristiwa tersebut terjadi Selasa (15/7/2025). Orang tua korban akhirnya melapor ke Polres Pamekasan setelah mendapat kiriman video pada Jumat (8/8/2025). (enk/nda)

Berita Terkait

1.600 Peserta Ramaikan Fun Walk RSUD SMART Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Dorong Pelayanan Makin Solid
Kemenag Pamekasan Padukan Maulid Nabi dan HUT RI, 39 UMKM Ikut Diberdayakan
KSMI Pamekasan Gelar Kejurkab, Jaring Atlet Mini Soccer Menuju Porprov Jatim
Fraksi PKB Pamekasan Soroti Keuangan Desa, Dorong Bantuan hingga Rp1 Miliar per Desa
Anggaran Pengadaan Buku Perpustakaan Pamekasan Anjlok, dari Rp198 Juta Tinggal Rp40 Juta
Dua Kali Setubuhi Anak Kandung hingga Melahirkan, Seorang Ayah di Pamekasan Diamankan Polisi
Bejat! Ayah Kandung di Pamekasan Diduga Hamili Anak sampai Melahirkan di Kamar Mandi 
Baru Dua Pekan Tandatangan Kontrak, Proyek Puskesmas Bulhaj Rp3,9 Miliar Disorot DPRD Pamekasan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:49 WIB

1.600 Peserta Ramaikan Fun Walk RSUD SMART Pamekasan, Bupati Kholilurrahman Dorong Pelayanan Makin Solid

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Kemenag Pamekasan Padukan Maulid Nabi dan HUT RI, 39 UMKM Ikut Diberdayakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:08 WIB

KSMI Pamekasan Gelar Kejurkab, Jaring Atlet Mini Soccer Menuju Porprov Jatim

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fraksi PKB Pamekasan Soroti Keuangan Desa, Dorong Bantuan hingga Rp1 Miliar per Desa

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:27 WIB

Anggaran Pengadaan Buku Perpustakaan Pamekasan Anjlok, dari Rp198 Juta Tinggal Rp40 Juta

Berita Terbaru

Sejumlah perahu nelayan berada di bibir pantai Dusun Pajenasem, Desa/Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. (PRENGKI WIRANANDA / KLIKMADURA)

SUMENEP

Pertamina Menyulam Mimpi Warga Kepulauan Terluar Madura

Senin, 24 Agu 2026 - 04:39 WIB