Puluhan Siswa di Desa Sana Daja Terdampak Longsor, Menuju Sekolah Harus Tempuh Jalan Hingga 6 Kilometer

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi rumah warga di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, yang terdampak longsor. (AGUS FOR KLIK MADURA)

Kondisi rumah warga di Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, yang terdampak longsor. (AGUS FOR KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Bencana longsor yang terjadi di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, berdampak serius terhadap aktivitas pendidikan.

Puluhan siswa dari berbagai jenjang pendidikan terpaksa menempuh jalur alternatif yang lebih jauh untuk bisa sampai ke sekolah.

Kepala Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Agus Salim, mengatakan bahwa akses jalan utama menuju sekolah lumpuh akibat longsor.

Akibatnya, para siswa harus melewati jalan setapak dan area persawahan milik warga dengan jarak tempuh sekitar 6 kilometer.

“Kalau dari semua jenjang ada, tapi khusus di Dusun Paseset Timur hanya ada lima siswa. Mereka bersekolah di MI Miftahul Ulum 2 Sorren,” ujarnya.

Baca juga :  PKDI Pamekasan Dikukuhkan, Farid Afandi Tegaskan Satu Komando Bersama Pemerintah

Agus menjelaskan, para siswa tersebut harus diantar oleh wali murid karena kondisi jalur yang dilalui cukup berisiko. Selain memikirkan keselamatan anak-anak, warga juga dihadapkan pada kekhawatiran terhadap kondisi rumah yang terdampak longsor dan pergerakan tanah.

Kondisi yang lebih parah terjadi di Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja. Akses jalan antar dusun menuju sekolah dilaporkan lumpuh total akibat longsoran tanah.

Kepala Dusun Laok Gunung, Aziz, menyampaikan bahwa terdapat sejumlah siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang terdampak.

Di antaranya, tiga siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Pamekasan, satu siswa tingkat MTs, sembilan siswa MI Al-Inaroh, serta sekitar 15 siswa tingkat sekolah dasar.

Baca juga :  Dualisme Organisasi Kepala Desa, Aktivis Kritik Sikap Bupati Pamekasan

“Longsor terjadi sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Tebing yang longsor panjangnya kurang lebih 30 meter,” jelasnya.

Aziz menambahkan, sejumlah pihak telah turun tangan melakukan penanganan awal. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek, Tagana, Babinsa, serta perangkat desa melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.

“Alhamdulillah semua pihak cepat merespons. Semoga kondisi segera membaik dan akses bisa kembali normal,” pungkasnya. (enk/nda)

Berita Terkait

Tak Main-Main, Polres Pamekasan Sita 582 Motor dari Aksi Balap Liar
Bakti Faiza Sentuh Warga Pagentenan, Ratusan Pasien Dapat Layanan Kesehatan Gratis
Sakit, Dua Calon Jamaah Haji Asal Pamekasan Gagal Berangkat
KBIHU Al-Hilal Berangkatkan 135 Jamaah Haji, Kloter 73 Jadi yang Paling Awal Berangkat
Pemkab Pamekasan Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji, Bupati Ingatkan Jangan Forsir Fisik
Khawatir Konflik Nelayan Branta Tinggi-Gili Raja Meluas, ANI Pamekasan Ngadu Komisi IV DPR RI
Korwil BGN Pamekasan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Pungli hingga Rangkap Jabatan
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Ketua DPRD Pamekasan Tekankan Pentingnya Data Jujur

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 05:41 WIB

Tak Main-Main, Polres Pamekasan Sita 582 Motor dari Aksi Balap Liar

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:44 WIB

Sakit, Dua Calon Jamaah Haji Asal Pamekasan Gagal Berangkat

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:33 WIB

KBIHU Al-Hilal Berangkatkan 135 Jamaah Haji, Kloter 73 Jadi yang Paling Awal Berangkat

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:04 WIB

Pemkab Pamekasan Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji, Bupati Ingatkan Jangan Forsir Fisik

Minggu, 10 Mei 2026 - 01:26 WIB

Khawatir Konflik Nelayan Branta Tinggi-Gili Raja Meluas, ANI Pamekasan Ngadu Komisi IV DPR RI

Berita Terbaru