PAMEKASAN || KLIKMADURA – Anggapan bahwa jerawat muncul karena terlalu sering mengonsumsi gorengan atau jarang mencuci muka ternyata tidak sepenuhnya benar. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD H. Slamet Martodirdjo (SMART) Pamekasan, dr. Dwi Aryaningrum, Sp.KK, menegaskan jerawat merupakan penyakit peradangan kronis yang dipengaruhi banyak faktor.
Menurut dr. Dwi, penyebab utama jerawat antara lain penyumbatan kelenjar minyak, infeksi bakteri, peradangan, serta pola hidup yang kurang sehat.
Karena itu, mengaitkan jerawat semata-mata dengan kebiasaan makan gorengan atau jarang mencuci muka merupakan anggapan yang keliru.
“Dengan itu wajah berjerawat karena tidak cuci muka dan juga karena sering makan gorengan itu adalah mitos. Itu beberapa faktornya sudah disebutkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jerawat tidak hanya dialami remaja atau orang dewasa. Bayi pun dapat mengalami jerawat yang dikenal sebagai acne infantile, yakni kondisi yang dipengaruhi proses hormonal dari ibu kepada bayi.
Selain menjalani pengobatan, penderita jerawat juga tetap dianjurkan menggunakan sunscreen setiap hari. Tabir surya berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) A dan UV B yang dapat memperparah kondisi jerawat.
Tak hanya itu, penggunaan pelembap atau moisturizer juga dinilai penting untuk menjaga dan memperbaiki skin barrier, terutama saat menjalani terapi jerawat.
“Bahkan juga untuk kulit berjerawat itu juga butuh pelembab atau moisturizer untuk memperbaiki skin barrier kulit terutama saat terapi jerawatnya itu sendiri,” katanya.
dr. Dwi mengimbau masyarakat segera berkonsultasi ke dokter apabila jerawat terus muncul selama lebih dari enam hingga delapan minggu atau mulai menimbulkan bekas seperti bopeng yang memerlukan penanganan khusus.
“Maka dari itu segera konsultasikan ke dokter,” tandasnya. (enk/nda)













