Di Hadapan Ratusan Mahasiswa Unira, Alyadi Mustofa Ajak Kawal Pembangunan Madura

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 17 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jatim H. Alyadi Mustofa saat menyampaikan materi di Universitas Madura.

Anggota DPRD Jatim H. Alyadi Mustofa saat menyampaikan materi di Universitas Madura.

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Anggota DPRD Jatim Alyadi Mustofa didapuk sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Legislatif yang digelar oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Unira, Kamis (17/10/2024).

Dalam kegiatan tersebut, Alyadi berbicara tentang strategi pembengunan ekonomi Madura. Menurut dia, selama menjabat sebagai anggota dewan, ada beberapa regulasi yang disahkan untuk mendorong kemajuan Jawa Timur, khususnya Madura.

Di antaranya, Perda Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pemberdayaan Desa Wisata. Kemudian, perda yang mengatur tentang perlindungan petani tembakau di Jawa Timur.

Melalui regulasi tersebut, diharapkan potensi yang ada di Jawa Timur, khususnya Madura bisa dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga :  Kado Hari Sumpah Pemuda dan Harlisnas Ke-79, Warga Pulau Karamian, Sadulang Kecil, Saur dan Saseel Akhirnya Nikmati Listrik

“Regulasi yang kami buat harus gayung bersambut dengan realisasi di bawah sehingga potensi yang dimiliki bisa terkelola dengan baik,” kata politisi PKB tersebut.

Alyadi menyampaikan, secara umum pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sangat baik. Bahkan, peningkatannya selalu di atas rata-rata nasional. Termasuk, pada saat badai Covid-19 melanda.

Namun diakui, ekonomi di Madura masih butuh dorongan dari seluruh pihak agar semakin tumbuh dan berkembang. Potensi dari berbagai bidang harus dikelola dengan baik, seperti potensi pertanian, peternakan hingga kelautan dan perikanan.

“Sahabat-sahabat mahasiswa Unira harus terlibat langsung dalam mendorong peningkatan ekonomi di Madura,” kata mantan anggota DPRD Sampang itu.

Baca juga :  Restoran Lalai Bayar Pajak, BPKPD Pamekasan Turun Tangan Jemput Bola

Salah satu yang perlu dikawal adalah iklim investasi. Pengelolaan sumber daya alam dan potensi lainnya harus ditopang oleh peran investor.

Sebab, jika mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), pembangunan akan sulit optimal. Mengingat, kekuatan anggaran yang dikelola pemkab se Madura terbatas.

Sementara, di sisi lain banyak investor yang takut menanamkan modal di Madura lantaran tidak kondusif. Misalnya, ketika ada usaha yang baru dibangun, tiba-tiba didemo oleh masyarakat.

“Kondusivitas di tengah masyarakat sangat penting dalam menarik invesotor, makanya harus dijaga. Mahasiswa harus berperan dalam menjaga kondusivitas ini,” tandasnya. (pen)

Baca juga :  Cekcok Soal Uang Belanja, Istri di Sampang Sabet Leher Suami Pakai Celurit

Berita Terkait

Pembangunan Puskesmas Bulhaj Baru 26,47 Persen, Dinkes Pamekasan Targetkan Beroperasi 2027
Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Bertambah, Kini Jangkau 5.395 Buruh Rokok
Tak Ingin Sampang Cuma Jadi Pemasok Pekerja Surabaya Raya, Disnaker Siapkan SDM Unggul
Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Masih Rp500 Ribu, Kenaikan Menunggu Kemampuan Anggaran
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Begini Kata Bupati Pamekasan
FTBI Jenjang SD Digelar, 91 Siswa Pamekasan Unjuk Bakat Bahasa dan Sastra Madura
Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Dewan Pertanyakan Prioritas Pemkab Pamekasan
Proyek Mini Soccer Rp835 Juta Gagal Dibangun, Disporapar Pamekasan Klaim Anggaran Tak Cukup

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:24 WIB

Pembangunan Puskesmas Bulhaj Baru 26,47 Persen, Dinkes Pamekasan Targetkan Beroperasi 2027

Rabu, 30 September 2026 - 09:30 WIB

Penerima BLT DBHCHT Pamekasan Bertambah, Kini Jangkau 5.395 Buruh Rokok

Rabu, 30 September 2026 - 03:14 WIB

Tak Ingin Sampang Cuma Jadi Pemasok Pekerja Surabaya Raya, Disnaker Siapkan SDM Unggul

Selasa, 29 September 2026 - 10:56 WIB

Gaji PPPK Paruh Waktu Pamekasan Masih Rp500 Ribu, Kenaikan Menunggu Kemampuan Anggaran

Selasa, 29 September 2026 - 09:54 WIB

Anggaran Pemeliharaan Jalan Dipangkas Rp2,09 Miliar, Begini Kata Bupati Pamekasan

Berita Terbaru