Cipayung Plus Tagih Janji Bupati Pamekasan soal Guru, Petani, dan Layanan Kesehatan

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus Pamekasan melakukan audiensi dengan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati, H. Sukrianto, di Peringgitan dalam Pendopo Ronggosukowati. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus Pamekasan melakukan audiensi dengan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati, H. Sukrianto, di Peringgitan dalam Pendopo Ronggosukowati. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Cipayung Plus Pamekasan melakukan audiensi dengan Bupati KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati H. Sukriyanto di pendopo Ronggosukowati, Selasa, (14/10/2025).

Mereka menagih komitmen pemerintah dalam memperbaiki sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga kebudayaan dan pesantren.

Para aktivis mahasiswa menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temukan di lapangan. Salah satunya, soal kualitas guru dan sistem pendidikan yang dinilai belum mampu menjawab tantangan zaman.

Di sektor ekonomi, mereka menyoroti tata niaga tembakau dan kesejahteraan petani. Harga jual yang masih di bawah Break Even Point disebut menjadi penyebab utama petani belum sejahtera.

Baca juga :  Polsek Kedungdung Tindak Tegas Judi Sabung Ayam, Lokasi Dibersihkan dan Tenda Dibakar

Sementara di sektor kesehatan, mahasiswa menyoroti pelayanan puskesmas dan rumah sakit yang masih banyak dikeluhkan masyarakat. Mereka meminta agar pemerintah memperbaiki kualitas layanan agar warga kecil merasakan pelayanan yang layak.

Ketua PC PMII Pamekasan Homaidi menegaskan audiensi ini sebagai bentuk kontrol sosial terhadap pemerintah. Ia menyebut janji bupati harus diwujudkan di lapangan, bukan hanya dalam wacana.

“Dengan apa yang disampaikan bupati kami merasa optimistis. Tapi kami juga akan tetap mengawal agar janji itu benar-benar berjalan di lapangan,” ujarnya.

Homaidi berharap, pemerintah melibatkan semua elemen masyarakat terutama pemuda dan tokoh masyarakat dalam membangun Pamekasan. Dia menekankan pembangunan harus nyata dirasakan rakyat, bukan hanya slogan.

Baca juga :  Diduga Depresi, Perempuan Paruh Baya Wafat Setelah Melompat ke Dalam Sumur Sedalam 12 Meter

“Kita ingin melihat Pamekasan benar-benar bangkit dan maju. Jangan hanya jadi slogan, tapi nyata dalam kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ketua DPC GMNI Pamekasan Syuhada’ menilai kedatangan Cipayung Plus bukan hanya untuk mendengarkan penjelasan pemerintah. Mereka ingin memastikan arah kebijakan daerah benar-benar berpihak kepada rakyat.

“Kami tidak hanya minta jawaban, tapi ingin kebijakan yang lebih berorientasi pada kebutuhan rakyat. Kami akan kawal janji pemerintah selama lima tahun ke depan,” tegasnya.

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mengapresiasi langkah kritis mahasiswa. Menurutnya, kritik menjadi vitamin bagi pemerintah agar terus memperbaiki pelayanan.

Baca juga :  IPM Pamekasan Terbaik di Madura, DPRD Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

“Langkah ini menjadi vitamin bagi kami. Kritik dari teman-teman mahasiswa adalah energi untuk memperbaiki kinerja pemerintah agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu menegaskan, Pemkab Pamekasan akan terus membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat.

Tujuannya, agar visi Pamekasan Bangkit, Maju, dan Berkualitas bisa benar-benar terwujud. (ibl/nda)

Berita Terkait

21,7 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Berikut Daftar Merek yang Beredar di Madura
CV Raya Ilmi Menang Lelang Proyek Puskesmas Bulhaj Rp3,9 Miliar, DPRD Siapkan Pengawasan Ketat
Meski Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Pamekasan Beri Catatan Keras kepada Eksekutif
AJP Gelar Sarasehan Literasi, Kaji Buku “Pamekasan Mencari Identitas” Bersama Akademisi dan Anggota DPR RI
Tangani 36 Pasien HIV dan IMS, Puskesmas Larangan Buka Poli Sakinah untuk Lawan Stigma
Penutupan Harkopnas Berlangsung Meriah, 15 Ribu Warga Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat
Polres Pamekasan Tangkap DPO Kasus Investasi Bodong Rp7,8 Miliar 
Kisah Satrio, Bocah Kelas 6 SD di Pamekasan Nyambi Jualan Kacang Rebus Demi Meringankan Beban Orang Tua

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:44 WIB

21,7 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Berikut Daftar Merek yang Beredar di Madura

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:11 WIB

CV Raya Ilmi Menang Lelang Proyek Puskesmas Bulhaj Rp3,9 Miliar, DPRD Siapkan Pengawasan Ketat

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:38 WIB

Meski Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Pamekasan Beri Catatan Keras kepada Eksekutif

Senin, 27 Juli 2026 - 08:59 WIB

AJP Gelar Sarasehan Literasi, Kaji Buku “Pamekasan Mencari Identitas” Bersama Akademisi dan Anggota DPR RI

Senin, 27 Juli 2026 - 08:26 WIB

Tangani 36 Pasien HIV dan IMS, Puskesmas Larangan Buka Poli Sakinah untuk Lawan Stigma

Berita Terbaru