Belajar Berserah di Padang Arafah

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Klik Madura, Sari Purwati saat menjalankan ibadah umrah beberapa waktu lalu.

Direktur Klik Madura, Sari Purwati saat menjalankan ibadah umrah beberapa waktu lalu.

Oleh: Sari Purwati, Direktur Klik Madura.

*******

SALAH satu keutamaan doa di Padang Arofah disebutkan adalah Allah SWT turun langsung untuk menyaksikan dan mendengar doa-doa hamba-Nya di Padang Arofah serta mengabulkan doa-doa tersebut.

Di tempat itulah jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia berkumpul tanpa melihat status, jabatan, dan kedudukan. Semua larut dalam pakaian ihram yang sama, menundukkan kepala, mengangkat tangan, dan menangis di hadapan Sang Pencipta.

Persis setelah melaksanakan ibadah Armuzna (Arofah, Muzdalifah dan Mina) di 2019 lalu ada seseorang mengirimi saya pesan. Kurang lebih isinya: “Tolong titip doa agar istri saya menang dalam pemilihan kepala desa.”

Iya, pesannya sangat spesifik meminta agar doa itu dipanjatkan di Arofah. Sayangnya saya mematikan seluruh notifikasi media sosial selama pelaksanaan Armuzna.

Sehari sebelum melaksanakan rukun wajib haji tersebut saya membuat status agar yang mau menitipkan doa segera berkirim pesan sebelum saya mematikan semua notifikasi media sosial.

Tujuannya bukan apa, ingin merasakan betul kenikmatan bermesraan dengan Allah SWT dan para malaikat Allah di bawah langit Arofah.

Baca juga :  Madura Menuju KEK Tembakau, Mungkinkah Terwujud?

Sebab, di Padang Arofah manusia benar-benar diajarkan untuk mengenal dirinya sendiri. Tidak ada yang bisa dibanggakan. Tidak ada yang bisa diandalkan selain rahmat Allah SWT.

Bahkan air mata yang jatuh pun terasa berbeda. Ada rasa takut, harap, penyesalan, sekaligus keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar seluruh isi hati hamba-Nya.

Mungkin terasa sangat berlebihan, tapi itu saya putuskan setelah membaca apa saja keutamaan doa di Padang Arofah. Apalagi haji ini adalah ibadah istimewa dan salah satu ibadah yang antreannya di Indonesia luar biasa panjang.

Maka bukan hal yang lebay kalau kita ingin fokus berdoa dan meminta secara spesifik apa yang ingin kita minta di hadapan Allah SWT.
Sebab dalam hidup ini, sering kali manusia hanya sibuk meminta tanpa benar-benar menghadirkan hati.

Padahal Arofah mengajarkan bahwa doa bukan sekadar rangkaian kata-kata. Doa adalah bentuk penghambaan paling dalam, saat manusia benar-benar sadar bahwa dirinya kecil dan lemah di hadapan Allah SWT.

Jangan anggap sepele kata “berdiam diri” di Padang Arofah. Meski tidak ada ibadah khusus yang harus dilakukan, tapi duduk diam dan bersimpuh memohon ampun dalam waktu sekitar enam jam adalah ibadah yang sangat berat. Kita diminta Allah untuk berpasrah dan berserah di Padang Arofah dari ba’da dzuhur hingga terbenam matahari.

Baca juga :  Di Balik Lensa Media Sosial: Menyoroti Objektifikasi Perempuan dan Dampaknya

Di momen itu tidak sedikit jamaah yang akhirnya menangis tanpa mampu membendung air mata. Ada yang mengingat dosa-dosanya, ada yang memohon kesembuhan keluarganya, ada yang meminta keberkahan rezeki, dan ada pula yang hanya mampu berkata, “Ya Allah, ampuni saya.”

Saking spesialnya berdoa di Padang Arofah ini, Allah SWT turun langsung dan memberikan paling banyak ampunan bagi hamba-Nya serta mengabulkan doa-doa mereka. Karena itu, bagi yang tidak melaksanakan ibadah haji dianjurkan untuk berpuasa dan mengamalkan kebaikan di Hari Arofah.

Hari Arofah bukan hanya milik mereka yang sedang berhaji. Tapi juga menjadi momentum bagi seluruh umat muslim di dunia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebab di hari itu langit dipenuhi doa-doa, sementara bumi dipenuhi harapan-harapan manusia yang ingin diampuni dan diperbaiki hidupnya.

Baca juga :  Belajar Terukur dari Mas Ipin

Maka dalam tulisan sederhana ini, saya secara pribadi mengingatkan kepada pembaca setia Klik Madura di hari mendekati Hari Arofah.

Jika ada teman, sanak saudara atau tetangga yang berhaji tahun ini, cobalah berkirim pesan dan titipkan doa mulai besok Senin. Bukan sekadar doa, tapi secara spesifik jelas apa yang diinginkan dan minta untuk dipanjatkan saat di Padang Arofah.

Sebab, info yang kami terima Senin ba’da asar waktu Arab Saudi seluruh jamaah haji bergerak menuju Padang Arofah dan melanjutkan serangkaian ibadah wajib haji di Muzdalifah dan Mina.

Barangkali kita belum menjadi tamu Allah tahun ini. Tapi siapa tahu, lewat doa yang dipanjatkan saudara kita di Padang Arofah, Allah membuka jalan-jalan kebaikan yang tidak pernah kita sangka sebelumnya.

Mari manfaatkan bersama keutamaan Hari Arofah dan semoga para jamaah haji Indonesia diberikan kesehatan dalam menjalankan ibadah haji.

Dan kita yang belum melaksanakan ibadah haji bisa diberikan kesempatan untuk menjadi tamu Allah yang paling spesial, merasakan nikmatnya ibadah di bawah langit Arofah. Semoga. Aamiin. (*)

Berita Terkait

Madura Tidak Pernah Tamat
Ada Borok di Eloknya Wajah Desaku
Kuasa dan Onanisme Republik
Menatap Cermin Sejarah, Menggali Gen Ketangguhan: Sebuah Refleksi Hari Kebangkitan Nasional
Hari Kebangkitan Nasional: Momentum Kebangkitan Masyarakat Sipil
Buku dan Tantangan Membaca di Era Banjir Informasi
Tak Ada Herder di Bibir Penguasa
Teks, Konteks, dan Antiklimaks

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:21 WIB

Belajar Berserah di Padang Arafah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:42 WIB

Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:03 WIB

Ada Borok di Eloknya Wajah Desaku

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:28 WIB

Kuasa dan Onanisme Republik

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:21 WIB

Menatap Cermin Sejarah, Menggali Gen Ketangguhan: Sebuah Refleksi Hari Kebangkitan Nasional

Berita Terbaru

Direktur Klik Madura, Sari Purwati saat menjalankan ibadah umrah beberapa waktu lalu.

Opini

Belajar Berserah di Padang Arafah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:21 WIB

Momen jamaah haji Indonesia tahun 2019 di padang Arafah. (DOK. SARI PURWATI)

Info Haji

Belajar Berserah di Padang Arofah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:07 WIB