MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi. (fraksi.pks.id)

Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi. (fraksi.pks.id)

JAKARTA || KLIKMADURA – Polemik pernyataan anggota DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, terkait ulama dan pesantren di Madura terlibat narkoba memasuki babak baru. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI dijadwalkan akan memanggil politisi PKS itu untuk dimintai keterangan.

Pernyataan Aboe Bakar memantik reaksi luas dari berbagai kalangan, khususnya tokoh agama di Pulau Garam.

Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, membenarkan agenda pemanggilan tersebut. Ia menyebut, undangan resmi telah dilayangkan kepada Aboe Bakar.

“Besok (Selasa, 14/4/2026) MKD DPR akan memanggil Aboe Bakar atas pernyataannya tentang narkoba di Madura,” katanya seperti dikutip dari detik.com, Senin (13/4/2026).

Baca juga :  Dilantik Jadi Rektor UIN Madura, Dr. H. Syaiful Hadi Fokus Penguatan Internal dan Integrasi Keilmuan Berbasis Nilai Lokal

Menurutnya, pemeriksaan akan dilaksanakan di ruang sidang MKD DPR, kompleks parlemen, Senayan, pada pukul 10.00 WIB.

“Undangan sudah dikirimkan kepada Saudara Aboe Bakar,” ujar Dek Gam menegaskan.

Diketahui, pernyataan kontroversial itu disampaikan Aboe Bakar dalam rapat bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto pada Selasa (7/4) lalu.

Dalam forum tersebut, ia menyoroti pentingnya sinergi antara BNN dan pemerintah daerah dalam upaya pemberantasan narkoba.

Aboe Bakar menilai, tanpa kerja sama lintas sektor yang kuat, upaya memerangi narkotika tidak akan berjalan maksimal. Namun, penyebutan konteks Madura dengan narasi yang menyerempet ulama dan pesantren justru memicu gelombang protes.

Baca juga :  Mega Korupsi BSPS Sumenep, Kementerian PKP Ungkap Peran Kades hingga Kongkalikong Pemilik Toko

Sejumlah tokoh dan organisasi keagamaan di Madura mengecam keras pernyataan tersebut. Mereka menilai, ucapan itu berpotensi mencoreng nama baik ulama serta lembaga pendidikan pesantren yang selama ini menjadi benteng moral masyarakat.

Di tengah derasnya kritik, Aboe Bakar akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf. Ia menegaskan tidak bermaksud menyudutkan ulama maupun pesantren di Madura. (nda)

Berita Terkait

Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf
Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal
Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri
Menteri Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
Layanan Imigrasi Tutup Sementara Saat Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H, Masyarakat Diminta Urus Dokumen Sebelum 17 Maret
Imigrasi Siaga Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah, Overstay WNA Digratiskan
MUI Sampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya Ali Khamanei, Serukan Penghentian Eskalasi Militer
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jamaah Tunda Umrah ke Tanah Suci

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 00:43 WIB

MKD DPR RI Panggil Aboe Bakar PKS, Buntut Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika 

Sabtu, 11 April 2026 - 00:08 WIB

Sebut Ulama dan Pesantren di Madura Terlibat Narkotika, Aboe Bakar PKS Akhirnya Minta Maaf

Jumat, 10 April 2026 - 07:22 WIB

Imigrasi Terapkan WFH Tiap Jumat, Layanan Keimigrasian Dipastikan Tetap Normal

Rabu, 1 April 2026 - 11:15 WIB

Dirjen Imigrasi Baru Ditantang Tingkatkan Layanan, Staf Ahli Jadi “Radar” Kebijakan Menteri

Rabu, 1 April 2026 - 11:11 WIB

Menteri Agus Andrianto Lantik Dirjen Imigrasi Baru, Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian

Berita Terbaru